MAULANA ALI AHMAD

Arsip untuk ‘MAULANA ALI AHMAD’ Kategori

PENYEBAR SMS MERAH

In MAULANA ALI AHMAD on Mei 15, 2008 at 9:18 pm

cara setting domain dan hosting

In MAULANA ALI AHMAD on Mei 15, 2008 at 2:36 am

cara-seting-nsBeberapa hari ini ada yang bertanya baik melalui YM, SMS dan telp, pertanyaannya hampir sama, yaitu berkaitan dengan pembelian dan seting domain, khususnya seting DNS atau NS. Bagaimana sih cara mengeset domain dan hosting agar bisa bersatu. Pada artikel sebelumnya, saya sudah menyinggung pengertian tentang domain dan hosting. Nah, artikel kali ini mungkin hanya akan mengulangi penjelasan diatas dengan sedikit diperjelas. Untuk mempermudah, ada sebuah kasus misalkan saya membeli hosting (hosting saja lho, tanpa domain, yang berarti saya membeli web space saja) pada perusahaan A. Kemudian saya membeli sebuah domain pada perusahaan B. Ini perusahaan yang berbeda. Mana yang lebih dulu dibeli? hosting dulu atau domain?

Kalau menurut pengalaman saya, lebih mudah membeli domain dulu. Disini juga bisa diterapkan pada domain gratis, macam co.cc dan uni.cc. Yang penting domain, masalah gratis atau tidak urusan no 49, he he. Nah, kalau sudah mendapatkan domain, baru kita menuju ke perusahaan hosting. Waktu membeli hosting, pasti akan ditanya 3 hal berikut ini

  • Apakah sekalian membeli domain ditempat mereka
  • Apakah akan menggunakan domain milik sendiri (artinya domain yang sudah dibeli tadi)
  • Apakah akan transfer domain. Waktu membeli domain tadi, registrar domain anda adalah perusahaan B, jika anda akan mentransfer domain, maka registrarnya akan menjadi perusahaan A. Saya belum pernah melakukan ini, jadi tidak ada pengalaman

Pilih yang mana? pada kasus ini, kita pilih yang no 2. Lanjutkan pendaftaran hosting sampai selesai. Setelah membayar untuk hosting, biasanya langsung diaktifkan. Begitu? tentu saja masih kurang, ini bagian yang paling krusial.

Setiap web hosting memiliki alamat NS (name server) atau DNS. Setelah hosting anda aktif, anda pasti akan diberi alamat NS (biasanya melalui email). Alamat NS biasanya seperti ini ns1.webhosting-anda.com dan ns2.webhosting-anda.com. Nah, yang perlu anda lakukan untuk menyatukan hosting dan domain yang beli terpisah tadi adalah memasukkan NS tadi ke dalam setingan domain. Caranya, masuk ke dalam control panel domain anda, bukan Cpanel lho, setiap domain pasti memiliki control panel. Caranya masuk biasanya melalui login di perusahaan tempat anda membeli domain. Kalau tidak tahu, bisa ditanyakan pada Customer Supportnya. Katakanlah anda sudah bisa masuk ke dalam domain control panel. Cari menu yang berhubungan dengan Manage Name Server atau DNS. Kemudian masukkan name server tadi (dalam kasus ini ns1.webhosting-anda.com dan ns2.webhosting-anda.com). Save dan tunggu sampai maximal 2 hari, maka domain dan hosting anda sudah bisa digunakan.

Semoga artikel ini bisa menjawab semuanya. Saya bukannya tidak mau menjawab, justru saya pikir artikel yang saya tulis kurang sakti, sehingga harus bertanya dulu pada saya. Ini pembelajaran bagi saya pribadi agar lebih fokus dalam menulis. Tapi kasusnya lain kalau malas membaca. he he.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Free Domain Name dan Free Web Hosting

In MAULANA ALI AHMAD on Mei 15, 2008 at 2:30 am

Sebelum menggunakan free hosting dan free domain name, ada beberapa point yang perlu diperhatikan. Artikel ini menindaklanjuti pembahasan daftar free web hosting dan free domain name, baca disini dulu. Poin yang dibicarakan disini saya rasa cukup penting sebelum anda menggunakan layanan-layanan tersebut.Apa saja yang perlu diperhatikan ? simak terus bos!

Sebelum menggunakan layanan free web hosting tersebut anda harus tahu dulu tentang ns atau name server. Name server ini dimiliki oleh web hosting, baik yang free atau yang berbayar. Name server ini harus dihubungkan dengan domain name anda. Biasaya dalam Cpanel domain name anda terdapat option untuk mengubah name server ini. Isilah name server (ns) dengan name server web hosting anda. Sebagai contoh jika anda menggunakan 000webhost.com sebagai web hosting anda, maka name server mereka adalah dns1.000webhost.com dan dns2.000webhost.com. Baca disini selengkapnya. Setiap pengubahan seting ns diperlukan waktu sampai maksimal 48 jam agar perubahan tersebut bisa dirasakan. Artinya internet memerlukan waktu sampai 48 jam untuk mengupdate seting website anda. Jika anda mengubah pada saat ini, mungkin saja web anda masih bisa diakses, karena internet belum mengupdate seting anda. Jika tidak bisa diakses, ya ditunggu saja.

Untuk free web hosting, ada beberapa penyedia free web hosting yang memberikan name servernya, jika mereka memberikan informasi tentang name servernya, maka free webhosting tersebut bisa digunakan untuk domian anda sendiri, maksudnya anda bisa membeli domain name dan menggunakan free web hosting tersebut sebagai hosting anda. Jagoan saya kali ini adalah 000webhost.com yang memberikan hosting gratis dan profesional. Tetapi ada juga yang tidak memberikan informasi tentang name servernya.

Ada langkah-langkah (harus urut) yang harus dijalani untuk mendapatkan free domain name dan free web hosting. Pertama anda harus mendaftarkan domain name dulu, baik free domain name maupun yang berbayar, setelah mendapatkannya, baru cari web hosting. Gunakan domain anda tersebut untuk mendapatkan web hosting. Pihak web hosting akan men-seting agar hosting pesanan anda mengarah ke domain anda. Setelah itu biasanya pihak web hosting akan memberitahu alamat name server mereka. Jika tidak tanyakan langsung kepada supportnya. Setelah mendapatkan alamat name servernya, setting option (di Cpanel domain anda) name server domain anda dengan name server web hosting yang baru saja di berikan tadi.

Dengan free hosting dan free domain anda bisa berbuat banyak, misalkan menginstall wordpress, membangun situs iklan baris menggunkan wordpress dan membangun aplikasi web dengan AJAX. And more..

Free domain name dan free web hosting adalah layanan gratis, anda tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk mendapatkan semua itu. Anda harus mematuhi TOS (Term of Service) yang mereka berikan, sekali anda dinilai melanggar, maka anda akan di kenai sanksi, misalkan dibanned. Dan bisa saja anda akan kehilangan data.

Dosa Manusia Keterlaluan

In MAULANA ALI AHMAD on Mei 8, 2008 at 2:30 am

Ilahi aku bermohon kepadamu Jagalah aku sehingga aku tidak menentang-Mu Ya allah, sungguh aku bingung dan ketakutan Karena banyaknya dosa dan kemaksiatan Bersamaan dengan banyaknya karunia dan kebaikan-Mu Ya allah, ya illahi, lidahku keluh karena banyaknya dosa Telah hilang wibawa wajahku Bahkan dengan wajah yang mana aku harus menghadap-Mu? Setelah dosa² membuat wajahku muram Dengan lidah yang mana ya allah aku harus menyeru-Mu? Setelah makasiat membuat lidahku bungkam Bagaiman aku harus menyeru-Mu? padahal aku adalah pendosa Bagaimana aku tidak menyeru-Mu? padahal engkau pemberi karunia Ilahi, aku malu menyeru-MU Karena aku mengulang-ulang dosa dan maksiat kepada-Mu Bagaimana mungkin seorang hamba tidak menyeru junjungannya Kemana ia akan berlari dan berlindung? Jika Engkau mengusirnya Ilahi, kepada siapa aku akan berlindung Jika kau tidak tegakkan aku dari ketergelinciranku Siapa yang akan mengasihiku? jika engkau tidak mengasihiku Siapa yang akan menyambutku? jika engkau tidak menyambutku Kemana hendak berlari? jika harapanku terhempas dari sisi-Mu ya Allah ***************************************************************** Illahi, aku berada dalam cemas dan harap Kecemasanku pada-Mu mematikan aku Dan harapanku pada-Mu menghidupan aku Ilahi dosa² adalah sifatku sedangkan maaf adalah sifat-Mu Wahai Dia yang menjawab bila ada seruan Wahai Dia yang dengan keagungan-Nya Menebar awan kesejukan karunia-Nya Ya Allah Engkaulah yang mengatakan : Siapa yang menyeruku tidak kujawab? Siapa yang meminta kepadaku yang tidak kuberi? Siapa yang berdiri didepan pintu-Ku yang tidak kusambut? Ya Allah, Ya Ilahi Kini aku datang menghadap-Mu Berdiri didepan pintu keagungan-Mu Dengan rasa malu, merunduk dan bersimpuh dihadapan-Mu Ya ilahi aku bermohon pada-Mu Sampaikan sholawat kepada Rasulullah dan keluarganya Tolonglah aku dan bantulah aku Hilangkan kecemasanku dan kekhawatiranku Mudahkan segala kesulitan yang kutakutkan Singkirkan segala bala’ dan bahaya yang kucemaskan Ya ilahi, ya robbal ‘alamin ********************************************************************** Ilahi, Tuhanku Hatiku penuh hijab dan jiwaku penuh noda Akalku terkalahkan dan hawa nafsuku mengalahkan Ketaatanku sedikit dan maksiatku banyak Sedangkan lisanku mengakui dosa² ku Bagaimana dengan dayaku Wahai yang maha menutupi segala aib Duhai yang maha mengetahui segala yang gaib Duhai yang maha menghilangkan segala duka dan derita Ampuni dosa² ku Dengan kemuliaan Muhammad dan keluarga Muhammad Ya ghaffar….. ya ghaffar….. Wahai yang maha pengampun Dengan rahmat-Mu Wahai yang maha pengasih dari segala yang mengasihi

Ketika Daerah Penghasil Sagu Terbesar di Indonesia Dikorbankan untuk HTI

In MAULANA ALI AHMAD on Mei 8, 2008 at 1:41 am

Riau semestinya bangga memiliki kawasan penghasil sagu terbesar di
Indonesia, namun noktah emas itu menjelang tinggal kenangan. Demi
HTI, kawasan penting itu akan dikorbankan.

Riauterkini- PEKANBARU- Sejak sebulan terakhir warga Desa Nipah
Sendanu dan Desa Sungai Tohor,Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten
Bengkalis Riau dirudung gelisah. Setiap ada kapal berlabuh di
dermaga Harapan Baru, yang merupakan gerbang masuk daerah tersebut,
puluhan pasang mata siap mengintai gerak-gerik orang asing yang
turun dari kapal.

Alergi terhadap kedatangan orang asing ke pulau tersebut sebenarnya
bukanlah karaterisktik dari masyarakat melayu di pulau tersebut.
Sebelumnya mereka terkenal ramah dan bersahaja setiap menyambut tamu
berkunjung ke daerah yang dikenal sebagai daerah penghasil sagu
terbesar di Indonesia itu. Namun karateristik warga yang ramah itu
mulai berubah drastis sejak munculnya wacana pencandangan Hutan
Tanaman Industri (HTI)di daerah yang memproduksi tepung sagu basah
sekitar 500 ton per bulan tersebut.

“Rencana pembukaan HTI itu menyulut kemarahan warga. Apalagi wacana
pencandangan HTI tersebut masuk ke dalam lahan sagu tradisonal dan
kelapa milik warga yang sudah dikelola secara turun temurun, “kata
Kepala Desa Nipah Sendanu, Nadiran, 45, saat sejumlah wartawan
berkunjung ke daerah tersebut pekanlalu.

Desa Nipah Sendanu berada di ujung Pulau Tebing Tinggi. Dari ibukota
Kecamatan Selatpanjang, satu-satunya transportasi untuk menuju
daerah tersebut hanyalah sebuah perahu motor berkapasitas 40
penumpang dengan menempuh 2 jam perjalanan. Dari Selatpanjang hanya
satu kali dalam sehari perahu motor penumpang ke daerah tersebut.

Menurut Nadiran, kemarahan warga memuncak ketika buruh perusahaan PT
Lestari Unggul Makmur (LUM) yang menjadi kontraktor pelaksana
pembukaan HTI menyebarkan selembaran kertas yang berisi SK Menhut RI
No 217/Menhut-II/ 2007 Tanggal 31 Mei di Wilayah Desa Sungai Tohor,
Nipah Sendanu dan sekitarnya/MS Kaban.

Dalam SK Menhut tersebut PT Lestari Unggul Makmur diberi izin atas
usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan tanaman industri
(UPHHTI) di Desa Nipah Sendadu, Sungai Tohor, Tanjung Sari, Lukun
dan Desa Kepau Baru seluas 10.930 hektare.

Akibat rencana pembukaan HTI yang semena-mena dari perusahaan itu,
Forum Komunikasi Kepala Desa se Kecamatan Tebingtinggi menolak
keberadaan PT Lestari Unggul Makmur. Ada beberapa alasan penolakan
forum kepala desa se kecamatan Tebingtinggi terhadap pembukaan HTI
tersebut diantaranya, pembukaan HTI mengancam hilangnya daerah
sebagai penghasil sagu terbesar di Indonesia. Pembukaan HTI juga
berdampak terhadap matinya pohon sagu dan kelapa warga akibat
pembuatan kanal-kanal.

Dari 10.930 hektare tersebut sekitar 60% berada diatas areal
perkebunan kelapa dan sagu milik warga. Selain itu usaha tepung sagu
tradisonal warga juga terancam tutup bila ada HTI di daerah
tersebut. “Sisa hutan yang akan mereka sulap mejadi HTI merupakan
hutan penyanga bagi daerah dari bahaya banjir dan abrasi. Kami akan
terus berjuang agar tidak ada pembukaan HTI di daerah kami. Kami
juga meminta agar Menhut MS Kaban meninjau kembali SK tersebut, “
kata Nadiran bersama kepala desa se Kecamatan Tebingtinggi lainnya.

Penolakan warga atas rencana pembukaan HTI tersebut mendapat
dukungan dari Ketua DPRD Riau Chaidir. Politisi senior Golkar Riau
itu juga menyesalkan rencana HTI di daerah penghasil sagu terbesar
di Indonesia itu. “Sesuai dengan laporan pengaduan warga, saya rasa
ada kesalahan dalam pemberian izin HTI tersebut. Sebab kawasan yang
akan dijadikan HTI itu merupakan daerah penghasil sagu terbesar di
Indonesia. Saya setuju bila warga meminta Menhut untuk meninjau
kembali izin tersebut, ” kata Chaidir.

Data yang diperoleh riauterkini dari sumber di Dinas Kehutan
Propinsi Riau, sebelum SK Menhut keluar, Wakil Bupati Bengkalis
Normanysah dan Gubernur Riau Rusli Zainal ikut merekomendasi
pembukaan HTI tersebut yang notabene untuk kelangsungan pasokan kayu
akasia perusahaan kertas di Riau.

Rekomendasi dari dua pejabat tinggi di Riau tersebut juga
membuktikan bahwa tidak ada studi kelayakan sebelum merekomendasikan
kawasan untuk dijadikan HTI. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau
Zulkifli Yusuf mengatakan izin tersebut memang diberikan kepada PT
Lestari Unggul Makmur dengan status lahan areal hutan produksi di
Tebingtinggi.

“Kami memang sudah menerima pengaduan dari forum kepala desa se
Kecamatan Tebingtinggi. Namun penetapan lahan tersebut belum
defenitif dan masih perlu dibicarakan lagi tata batas luas lahan
tersebut. Dan memang dalam pembukaan HTI yang sudah ada izin Menhut
tersebut ada rekomendasi dari Gubernur Riau dan Wakil Bupati
Bengkalis, ” kata Zulkifli.

Menurutnya masyarakat bisa saja mengklaim lahan mereka yang berada
di arela hutan produksi milik PT Lestari Unggul makmur dengan salah
satu syarat yakni surat kepemilikan lahan atau lahan tersebut sudah
digarap. “Masyarakat yang punya surat bisa inklaf (ganti rugi) dan
masyarakat yang tidak punya surat tapi lahan tersebut punya bukti
sudah digarap juga bisa di inklaf, ” ujarnya.

Terkait soal layak tidak layaknya kawasan tersebut dijadikan HTI
karena merupakan daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia
Zuklkifli menyatakan persoalan tersebut berada di Menteri Kehutanan.
Sementara itu Direktur PT Lestari Unggul Makmur Husni Djalanidi
ketika di konfirmasi mengatakan pihaknya sudah melakukan proses
sesuai dengan prosedur dalam melaksanakan kegiatan usaha di kawasan
Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Bengkalis Riau.

“PT LUM sebelumnya sudah memperoleh pengesahan terhadap kerangka
acuan AMDAL dari Kepala Badan pengendalaian Dampak Lingkungan
Provinsi Riau termasuk izin kelayakan usaha atas pengajuan AMDAL
dari Gubernur Riau, ” kata Husni.

Menangapi keberatan 6 kepala Desa dari 12 kepala desa di Kecamatan
Tebing Tinggi, Husni menyatakan PT LUM sangat menghargai aspirasi
mereka. Sebenarnya bukanlah ganti rugi atas penyerobatan lahan yang
dinginkan warga, melainkan bagaimana nasib mereka kedepan bila
daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia itu berubah menjadi
kawasan HTI yang akan menyengsarakan mereka kelak.***(mad)

Hentikan Ijin Pinjam Pakai Hutan Lindung Untuk Newmont

In MAULANA ALI AHMAD on Mei 8, 2008 at 1:40 am

Departemen Kehutanan menyatakan sedang mengkaji perpanjangan izin
pinjam
pakai kawasan hutan lindung Batu Hijau untuk tambang PT Newmont Nusa
Tenggara (Tempo/05/05). Pemerintah tak perlu memperpanjang pinjam pakai
hutan untuk perluasan penimbunan limbah Newmont ini. Sejak kehadiran
Newmont, tangkapan air di kawasan itu berkurang dan bahaya krisis air
mengancam warga sekitar tambang.

Newmont menambang hutan lindung Batu Hijau, sejak tahun 1999. Tambang
ini rakus lahan dan air. Ia membabat kawasan hutan dan melubangi
tanahnya. Setiap harinya, ia membuang sekitar 120 ribu ton tailing ke
Teluk Senunu.

Lubang Batu hijau berada di bagian hulu berang atau sungai Sejorong,
artinya kawasan hutan lindung itu tangkapan air penting bagi kawasan
tersebut. Ini jelas beresiko besar terhadap pemenuhan air warga ke
depan. Sungai ini memenuhi kebutuhan air sedikitnya 834 warga yang
tinggal dihilir daerah aliran sungai (DAS) Sejorong. Ini data 4 tahun
lalu. Sungai Sejorong merupakan sungai utama dari DAS Sejorong yang
terletak di bagian barat daya Pulau Sumbawa. Di desa Tongo Sejorong
sebelum ada tambang Newmont, warga menggunakan air sungai sejorong
untuk
mengairi sawah, mandi, mencuci, memandikan ternak dan menangkap ikan.
Pendek kata, ia penopang kehidupan warga sekitar.

Dulu, di musim kemarau sungai ini tak pernah kering. Tapi sejak Newmont
menggali batu Hijau, warga mengeluhkan debit air sungai menurun
drastis.
Di sekitar Sungai Sejorong sedikitnya ada 12 anak sungai lainnya yang
digunakan oleh desa-desa sekitar tambang. Ada SP1, SP2 dan SP3.
Sungai-sungai di sana juga turun debitnya.

Kondisi ini memiskinkan warga sekitar, khususnya desa Tongo Sejorong
dan
kecamatan Sekongkang. Sudah ratusan juta ton limbah dibuang dan
pemiskinan di kawasan itu masih sangat tinggi. Data BPS Kabupaten
Sumbawa Barat tahun 2005 menunjukkan, jumlah rumah tangga miskin di
Kecamatan Sekongkang mencapai 62% persen. Angka tertinggi dibanding
wilayah lain di Sumbawa Barat.

Dan jangan lupa. Banjir besar di kecamatan Taliwang yang terjadi karena
rusaknya kawasan hutan di hulu. Banjir paling besar di kawasan ini,
tahun 2000 – terjadi setelah Newmont membabat kawasan hutan untuk
konstruksi tambangnya di tahun 1997 – 1998. Sungai Brang Rea meluap.
Banjir bandang ini menenggelam Kecamatan Taliwang, ribuan rumah
tenggelam dan memporak-porandakan ratusan rumah yang berada di pinggir
kali. Banjir itu kembali datang Desember tahun lalu. Taliwang mengalami
lumpuh total karena terputusnya aliran listrik, telepon, dan telepon
seluler. Hampir seluruh rumah penduduk sekitar 12.000 jiwa terendam air
hingga ketinggian lebih satu meter.

Tambang Newmont tak hanya menyusahkan warga di sekitar tambang, tapi
juga mengancam kawasan hutan lindung Dodo Rinti. Ini kawasan perluasan
tambang. Hutan lindung Dodo Rinti adalah kawasan hutan lindung –
tangkapan air bagi lahan-lahan pertanian yang ada kecamatan Labangka,
Pelampang, Lapi lopok, Moyo hulu, Moyo hilir dan Moyo Utara, dan
kecamtan Lunyuk.

MS Kaban, Rahmat Witoelar dan Purnomo Yusgiantoro, petinggi tiga
Departemen – yang paling bertanggung jawab terhadap rusaknya lingkungan
dan ancaman keselamatan warga di sekitar tambang ini, harus bertanggung
jawab.

Kami mendesak Departemen Kehutanan tidak memperpanjang ijin pinjam
pakai
PT Newmont Nusa Tenggara. Pemerintah harus segera mengkaji ulang
keberadaan PT NNT. Tambang ini juga sangat merugikan negara karena
menjual hasilnya dalam bentuk konsentrat.

Kami meminta Komnas HAM melakukan penelitian hubungan keberadaan
tambang
PT NNT dengan pelanggaran Hak ekonomi, Sosial dan Budaya terhadap warga
sekitar tambang.

Kontak Media : Luluk Uliyah 0815 9480 246, Yani Sagaroa 0813 3964 0661

SISTEM PATEN TIDAK BOLEH MENJARAH SUMBERDAYA GENETIK dan PENGETAHUAN TRADISIONAL

In MAULANA ALI AHMAD on Mei 8, 2008 at 1:39 am

Sumberdaya
genetik (SDG atau GR), sebagai sesuatu yang ada di alam, tidak
seharusnya
diberi perlindungan paten. Demikian pula, pengetahuan tradisional (PT
atau TK) juga tidak dapat dipatenkan. Namun keduanya
perlu dilindungi dari penjarahan, dan masyarakat adat terutama perlu
mendapatkan perlindungan atas PT yang mereka kembangkan. Seharusnya,
itulah
posisi nasional, yaitu posisi rakyat dan pemerintah Indonesia, mengenai
kedua
hal itu dan tidak seharusnya ada silang sengketa tentang hal itu.
Bagaimana
halnya dengan invensi yang berkaitan dengan SDG dan PT? Apakah invensi
semacam itu dapat
dimintakan paten?
Silang sengketa
terhadap jawaban pertanyaan tersebut nyata-nyata ada, walau dalam
derajat yang
berbeda. Mereka yang sepaham dengan liberalisme paten berpendapat bahwa
invensi
apapun, termasuk yang tersambung dengan SDG dan PT selalu dapat
dimintakan paten, asalkan
memenuhi semua persyaratan standar berupa: novelty (kebaruan),
non-obvious (bersifat
inventif), and useful (kebergunaan).
Persyaratan tersebut bersifat universal, seperti misalnya tercantum
dalam
perjanjian internasional TRIPs (Hak kekayaan intelektual terkait
perdagangan),
di bawah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Doktrin utamanya adalah
kepatuhan terhadap kesepakatan. Prinsip
dasarnya adalah Pact Sunt Servanda (janji harus ditepati)
Pendapat yang
kedua ada di posisi berseberangan. Pendapat ini mendasarkan diri pada
persyaratan novelty, namun dengan
penafsiran yang terlampau luas. Pengikut pendapat ini menyatakan bahwa
invensi
yang tersambung dengan SDG dan PT tidak
dapat dipatenkan, karena tidak memenuhi syarat kebaruan (novelty).
Acuan utamanya adalah kasus aplikasi atau pemberian paten
atas tanaman nimba, kunyit dan beras basmati. Pada kasus-kasus ini
paten yang sudah
diterbitkan kemudian dibatalkan karena syarat kebaruan tidak terpenuhi.
Pendapat yang
ketiga lebih moderat. Menurut pengikut pendapat ini, invensi yang
tersambung dengan
SDG dan PT tetap dapat dipatenkan, asalkan ketika
mengajukan permohonan paten atas invensi tersebut dinyatakan secara
transparan
bahwa invensi tersebut terkait dengan SDG dan PT. Pendapat ini mengacu
kepada
keterbukaan (disclosure) sistem
perlindungan paten. Pengikut pendapat ini menyadari bahwa hampir tidak
mungkin
ada invensi yang benar-benar baru (novel).
Pada umumnya invensi yang patentable (bisa
diberikan paten) merupakan hasil pengembangan dari invensi-invensi
sebelumnya,
atau sekurang-kurangnya hasil perkembangan dari teknologi yang sudah
ada
sebelumnya. Termasuk di dalamnya adalah teknologi yang bersumber dari
pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan sumberdaya genetika
tertentu.
Banyak riset di bidang farmasi yang melibatkan pengetahuan tradisional
sebagai
basis awalnya.
Di tengah silang pendapat itu, kertas
posisi ini dimaksudkan untuk
mengungkapkan perspektif yang dilandasi prinsip keadilan (fairness)
dalam implementasi perlindungan paten. Pertanyaan
dasarnya adalah:
“jika seorang peneliti telah menghasilkan sebuah
penemuan baru (invensi), dan penemuan itu dihasilkan dari pemanfaatan
informasi
dari suatu sumber tertentu, apakah baik jika peneliti tersebut
mengungkapkan
sumber tersebut?”
Pertanyaan semacam ini mungkin tidak ada
hubungannya dengan masalah hukum, melainkan lebih kepada aspek
kejujuran sang
peneliti. Dengan demikian, pertanyaan ini lebih beraspek moral atau
etika
tentang kebaikan. Namun, dapat dicatat pula bahwa hukum tanpa moral
dapat
menjadi alat yang lebih berbahaya ketimbang pisau.
Paten dan etika
Harus diingat
bahwa dasar filosofi tentang perlindungan HKI adalah doktrin hukum alam
yang
bersumber pada ajaran moral: “jangan
mengambil apa yang bukan milikmu”. Doktrin itu dapat dikembangkan
menjadi
berbagai ajaran moral, antara lain: “jika
engkau akan mengambil atau menggunakan apa yang bukan milikmu, mintalah
ijin
terlebih dahulu kepada pemiliknya”. Doktrin ini merupakan prinsip
dasar
dari perjanjian lisensi. Bahkan dalam konteks perjanjian itu sendiri
terdapat
prinsip yang juga bersumber pada ajaran etika, yaitu prinsip itikad
baik (good faith).
Prinsip ini
juga telah diterapkan dalam hukum paten. Hak eksklusif yang diberikan
Negara
kepada inventor pada hakekatnya adalah bentuk perlindungan hukum, agar
inventor
dapat menikmati intellectual property (Kekayaan intelektual) yang
bersumber
pada daya kreasinya di bidang teknologi. Perlindungan yang diberikan
Negara
kepada inventor adalah dalam rangka pemberian imbalan (reward) atas
kesediaan inventor untuk berbagi informasi (disclosure) tentang invensi
yang
ditemukannya. Ketika seorang inventor membuka informasi tentang
teknologi
temuannya kepada publik, sudah selayaknya publik juga memberikan
penghargaan
kepadanya. Penghargaan itu berupa hak eksklusif tersebut. Dan bagi
masyarakat
yang berkeinginan untuk mengambil manfaat dari teknologi yang
bersangkutan,
sudah sepatutnya pula untuk meminta ijin terlebih dahulu kepada sang
inventor.
Itulah basis utama dari prinsip dasar paten dan lisensi paten.
Dengan prinsip
dasar tersebut, kiranya cukup adil jika inventor sendiri juga dituntut
untuk
bersikap etis. Perlu dipahami bahwa pada umumnya invensi atau penemuan
dihasilkan dari proses penelitian. Penelitian biasanya melibatkan data.
Apalagi
penelitian di bidang farmasi yang tidak jarang menghasilkan invensi di
bidang
obat-obatan. Seorang inventor bidang farmasi tidak jarang menggunakan
berbagai
sumber tentang teknologi pengobatan maupun sumber atau bahan baku
obat-obatan.
Pencarian sumber itu dapat dilakukan sendiri melalui eksplorasi atas
pengetahuan atau teknologi yang terkait, atau dapat dilakukan pula
dengan cara
mengembangkan lebih lanjut teknologi yang sudah ada sebelumnya.
Termasuk di
dalamnya menggunakan pengetahuan obat-obatan tradisional sebagai basis
data
awal. Misalnya: seorang peneliti mengetahui bahwa satu jenis tanaman
tertentu
digunakan oleh traditional healers (penyembuh
adat) untuk mengobati suatu penyakit tertentu. Dari pengamatannya, si
peneliti
menemukan bahwa efektivitas penyembuhan dengan jenis tanaman tersebut
frekuensinya
cukup tinggi. Ia tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang kandungan
dari
jenis tanaman tersebut. Dari penelitiannya itu ia sampai pada
kesimpulan bahwa
ada zat tertentu yang terkandung di dalam jenis tanaman tersebut yang
jika diolah
akan menghasilkan suatu jenis obat yang efektif untuk penyakit
tertentu. Pada
akhirnya, ia menghasilkan invensi di bidang obat-obatan yang
patentable. Haruskah ia menyembunyikan
sumber datanya berupa pengetahuan tradisional atas penggunaan jenis
tanaman
tersebut sebagai obat, ataukah ia harus mengungkapkan sumber tersebut?
Jawaban atas
pertanyaan tersebut mencerminkan sikap sang inventor. Jika ia menjawab
bahwa
tidak ada keharusan hukum baginya untuk mengungkapkan sumbernya, pada
saat itu
ia telah mengungkapkan jati dirinya. Jawaban itu secara hukum adalah
benar,
karena undang-undang paten sendiri saat ini tidak mengatakan apapun
tentang
model keterbukaan (disclosure)
menyangkut sumber invensinya. Yang dipersyaratkan oleh undang-undang
paten
hanya keterbukaan mengenai teknologi itu sendiri berupa deskripsi atas
invensi
yang bersangkutan. Namun ketika pertanyaan dilanjutkan, apakah ia telah
meminta
ijin untuk menggunakan pengetahuan obat-obatan tradisional itu untuk
diolah
lebih lanjut? Jawaban itu dapat dikembalikan pada ajaran etika yang
telah
disebutkan di atas bahwa kalau engkau hendak menggunakan karya
intelektual
orang lain, lakukanlah dengan meminta ijin terlebih dahulu dari pemilik
karya
intelektual tersebut. Atau sekurang-kurangnya, kemukakan bahwa invensi
tersebut
dihasilkan atau dikembangkan dari pengetahuan tradisional milik
masyarakat
tertentu. Walaupun penyebutan semacam itu tidak diharuskan oleh
undang-undang,
namun berdasarkan ajaran moral yang baik, penyebutan itu merupakan
perwujudan
dari kejujuran dari sang inventor.
Paten dan Ketahanan Pangan
Di luar etika,
paten atas SDG akan mempunyai implikasi pada ketahanan pangan lokal dan
nasional. Pemberian hak paten atas varietas baru tanaman pangan tanpa
dibuka
sumber dari SDG serta pengetahuannya akan menjadi proses penjarahan
(biopiracy). Dalam hal ini kasus Tukirin dkk di Jawa Timur menjadi
tolok ukur
yang baik. Tukirin dkk dituduh menjiplak cara pemuliaan jagung yang
dilakukan
PT BISI. Memang jagung yang dijadikan obyek pemuliaan bukanlah varietas
petani,
tetapi kasus Basmati di India jelas-jelas adalah kasus varietas petani
yang
direkayasa kemudian dimintakan paten. Selanjutnya petani India dilarang
mengekspor padi Basmati yang dipatenkan perusahaan Eropa tersebut.
Dalam kondisi
krisis pangan yang sudah di pelupuk mata, liberalsiasi sistem paten
atas SDG
dan ketiadaan peraturan yang jelas tentang pengendalian akses atas SDG,
ditambah ketiadaan perlindungan bagi pengetahuan masyarakat atas SDG,
akan
memperburuk upaya mengadakan ketahanan pangan dengan sumberdaya di
dalam
negeri.
Prinsip keterbukaan sumber
Saat ini di
forum internasional tengah berkembang wacana keterbukaan sumber invensi
(disclosure requirements). Wacana ini berkembang
sejalan dengan terungkapnya kasus-kasus paten obat-obatan yang terkait
dengan SDG
dan PT. Wacana itu berkembang di dalam forum resmi seperti pada
Convention on Biological Diversity (CBD)
dan WTO.
Tuntutan disclosure requirements muncul ketika
industri farmasi dari negara maju memperoleh manfaat dari penggunaan
SDG dan PT
dari negara berkembang tanpa adanya pembagian manfaat yang adil
(equitable benefit sharing). Sementara
itu di dalam sistem perlindungan paten memang belum ada ketentuan
tentang
keharusan untuk adanya keterbukaan informasi tentang sumber invensi.
Itu
sebabnya Negara-negara maju yang diuntungkan dengan sistem paten yang
berlaku
sekarang ini cenderung mempertahankan kondisi yang ada. Sebaliknya,
negara
berkembang yang merasa diperlakukan tidak adil menginginkan agar aturan
hukum
paten yang ada mencerminkan rasa keadilan tersebut dengan memasukkan
prinsip
keterbukaan informasi tentang sumber invensi. Adanya keterbukaan
informasi
sumber ini akan berdampak bahwa Negara-negara berkembang mempunyai
landasan
yang kuat untuk menuntut adanya pembagian yang adil atas pemanfaatan
SDG dan PT
oleh negara maju.
Sesungguhnya,
wacana tentang keterbukaan informasi sumber ini lebih disebabkan karena
ada
perbedaan kepentingan dalam konteks paten atas obat-obatan dan tanaman
pangan. Lebih
tepatnya menyangkut kepentingan atas access
and benefit sharing. Negara maju berkepentingan atas akses yang terbuka
terhadap GR dan TK. Sebaliknya, negara berkembang berkepentingan untuk
adanya benefit sharing atas pemanfaatan SDG dan
PT. Boleh dikatakan pergumulan tentang disclosure
requirements berkisar pada persoalan access
and benefit sharing ini.
Negara-negara
maju mencoba bertahan pada aspek hukum berupa kesepakatan internasional
yang
telah disepakati dalam forum TRIPs. Mereka menuntut agar Negara-negara
berkembang comply (patuh) terhadap
TRIPs dengan memberikan perlindungan paten dengan standard
internasional.
Sedangkan Negara-negara berkembang menginginkan sistem yang lebih adil
yang
lebih dekat pada persoalan etika moral. Namun pada kenyataannya etika
moral
seringkali tidak efektif untuk melahirkan kesadaran manusia agar
berlaku adil.
Itu sebabnya Negara-negara berkembang menuntut agar norma etika moral
itu
diperkuat dalam bentuk norma hukum. Tuntutan itulah yang mengemuka
dalam perdebatan
masuknya disclosure requirements dalam proses permohonan paten.
Manfaat disclosure
requirements bagi Indonesia
Indonesia
adalah salah satu dari negara berkembang yang memiliki sumberdaya
genetik dan
pengetahuan tradisional yang cukup kaya. Beberapa kejadian telah
terungkap
bahwa negara maju telah menggunakan SDG dan PT Indonesia tanpa aturan
yang
jelas dan tanpa benefit sharing. Bahkan virus flu burungpun mengalami
kejadian
demikian. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi Indonesia untuk
menolak disclosure requirements dimasukkan ke
dalam undang-undang paten. Jika perjuangan untuk memasukkan disclosure
requirements menghasilkan
kesepakatan internasional dalam bentuk legally
binding instruments, maka negara maju juga harus patuh terhadap
instrumen hukum itu. Artinya, jika disclosure requirements telah diangkat
dan diadopsi menjadi kesepakatan internasional, maka semua negara harus
mengamandemen undang-undang paten dengan memasukkan disclosure
requirements yang dimaksud.
Salah satu cara
untuk memasukkan disclosure requirements ke dalam sistem paten adalah
dengan menambah
persyaratan formal dalam aplikasi paten. Persyaratan itu dinyatakan
dalam
formulir aplikasi paten berupa tambahan keterangan apakah invensi yang
bersangkutan terkait atau menggunakan SDG dan PT tertentu dari
masyarakat lokal
dari Negara peserta? Jika invensi tersebut menggunakan SDG dan PT yang
terkait,
maka kelengkapan dokumennya harus disertai dengan dokumen yang
menunjukkan
adanya prior informed consent (PIC)
atau perjanjian antara inventor dengan masyarakat setempat untuk
menggunakan SDG
dan PT yang bersangkutan. Kiranya dokumen semacam ini tidak menambah
beban
pemeriksa paten dalam rangka pemeriksaan substantif, karena dokumen itu
memang
tidak membebani persyaratan substantif terhadap invensi yang
patentable.
Atau jika disclosure requirements dianggap akan
menjadi beban tambahan bagi Kantor Paten, maka beban itu akan dipikul
tidak
saja oleh Kantor Paten Indonesia, melainkan akan menjadi beban dari
seluruh
Kantor Paten dari semua Negara peserta konvensi. Jika selama ini
Indonesia
sanggup menjalankan mandat TRIPs dengan pemeriksaan substantif atas 3
(tiga)
persyaratan standard patentability of
invention, mengapa kemudian harus keberatan terhadap “sedikit”
tambahan
beban berupa persyaratan formal?
Kiranya
penambahan disclosure requirements ke
dalam aplikasi paten justru akan membantu Indonesia dalam melindungi
hak-hak
masyarakat lokal. Jika disclosure
requirements dimasukkan ke dalam undang-undang paten setiap negara
peserta
TRIPs, maka Indonesia akan sangat terbantu dalam rangka memantau
penggunaan SDG
dan PT Indonesia oleh industri farmasi dunia. Kantor-kantor paten di
Negara-negara maju akan membantu mengawasi pemanfaatan SDG dan PT
Indonesia.
Itulah manfaat yang mungkin dapat diperoleh dengan adanya disclosure
requirements dalam aplikasi paten.
POSISI KONPHALINDO
Berdasarkan
uraian di atas, maka Konphalindo mengajukan kepada pemerintah Republik
Indonesia agar:
1. Mendukung usulan Disclosure Requirements yang diajukan beberapa
negara berkembang dalam forum TRIPS di WTO.
2. Sebagai konsekuensinya, maka revisi UU paten di dalam negeri perlu
memasukkan persyaratan Disclosure Requirements tersebut.
3. Di tingkat nasional, pemerintah cq Kementrian Lingkungan Hidup,
Departemen Hukum dan HAM, Departemen Pertanian, DPR harus mengadakan
dialog publik untuk menggali perspektif masyarakat, terutama masyarakat
adat, mengenai sistem paten atas makhluk hidup (terutama SDG) dan
pengetahuan tradisional.
4. Sistem paten atas SDG dan PT adalah persoalan nasional dan
persoalan hak masyarakat lokal dan adat, karena itu tidak boleh diletakkan
hanya di dalam domain Departemen Hukum dan HAM. Ditjen HKI tidak boleh
secara sepihak menentukan posisi departemen untuk suatu isu nasional yang
punya implikasi pada hak masyarakat atas pengetahuannya, perlindungan
SDG dan bahkan ketahanan pangan.

SESKIOLOGI FULL

In MAULANA ALI AHMAD on Februari 10, 2008 at 4:58 am

Wewangian Untuk Bercinta

Minyak esensial, menurut Rina Porwadi, seorang ahli terapi aroma, punya efek yang sama dengan obat. Minyak ini bersifat antinyeri, antiinflamasi, antispasmodik, antidepresi, antiseptik.

Ssst… minyak ini juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan pasangan.

1. Minyak Esensial Melati
Ingatkah Anda ketika menjadi pengantin tradisional, aroma melati terasa kuat sekali? Itu artinya nenek moyang kita sudah tahu aroma melati adalah ramuan cinta. Efek euforia pada melati bisa membebaskan fantasi seksual Anda.

2. Kenanga
Minyak esensial kenanga lebih sering disebut ylang-ylang. Aromanya yang manis merilekskan Anda, sehingga menurunkan stres.

3. Bunga Jeruk
Minyak esensial ini digunakan untuk meningkatkan gairah dan membebaskan gairah yang terpendam.

4. Clary Sage
Aroma minyak ini juga memiliki efek euforia dan merilekskan tubuh.

5. Cendana
Minyak esensial cendana bermanfaat mengatasi depresi yang seringkali jadi penyebab timbulnya masalah seksual.

6. Mawar
Bunga mawar seringkali dijadikan simbol cinta. Aromanya yang harum juga bisa meningkatkan gairah.

Sumber: Senior

_________________________________________________________________

8 “Dosa” Pria yang dibenci Wanita
0- 2007

Ada beberapa sifat dan perilaku pria yang sering kali sulit diterima wanita, sehingga dianggap sebagai “dosa” kaum pria. Namun dinikmati wanita. Apa sajakah dosa-dosa itu?

Wanita memang makhluk emosional yang terkadang merasa “tabu” dalam urusan seks. Hal yang disukai pria belum tentu disukai wanita dan hal itu dapat menjadi “dosa” terselubung pria buat wanita. Contoh “dosa” itu misalnya melupakan hari ulang tahun pasangannya, atau hari “jadian” hubungan mereka, tidak ingat ukuran sepatu apalagi ukuran bra. Bahkan ajakan melakukan hubungan seks pun dapat berubah menjadi paksaan saat seorang wanita belum siap. Alhasil, wanita kerap merasa dilecehkan.

“Wanita sangat berbeda dengan pria secara psikologis. Wanita lebih banyak memakai emosi dan untuk urusan seks mereka bergantung pada rasa aman, nyaman dan mood. Untuk itu, masing-masing pasangan disarankan menurunkan ego dan saling memahami,” demikian menurut pakar seks, Dr. Ferryal Loetan, yang ditemui di tempat prakteknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

1. Keperawanan, Hobi Dugem
Semua manusia pasti mempunyai masa lalu, entah itu baik ataupun buruk. Syukur jika seorang pria mendapatkan pasangan dengan masa lalu yang indah. Tapi, bagaimana jika sebaliknya? Misalnya, seorang pria yang menikah dengan wanita yang sudah tidak perawan karena pergaulan dan hobinya yang dulunya suka dugem. Mereka sepakat untuk mengubur masa lalu tersebut dengan catatan si wanita tidak akan mengulangi kebiasaannya lagi. Tapi, saat si pria seoang bermasalah dan dilanda kebosanan, tak jarang sang pria mengungkit kembali masa lalu buruk itu dan mengatakan hal yang tidak sedap tentang keperawanan pasangannya atau kebiasaan si wanita ketempat dugem.

2. Cerita Basi
Wanita memang ditakdirkan cenderung banyak cerita dan suka berbagi kisah apalagi terhadap orang yang dipercaya dan dicintainya. Pada orang terdekatnya, wanita bisa mengungkap segala rasa dan permasalahan. Dibutuhkan tempat berkisah, syukur-syukur beroleh solusi. Tak jarang, untuk satu permasalahan dibahas berulang. Tentunya ia akan sangat kecewa jika Anda sebagai pasangan tidak mau mendengar dan menganggap basi ceritanya dengan berkata.”Kamu kok jadi nyinyir, ya? Kemarin kan sudah kamu ceritakan dan kita bahas. Nggak ada topik yang lain?”.

3. Hambat Karier, Janji Muluk
Saat awal memasuki mahligai perkawinan, pria kadang berjanji untuk tetap memperbolehkan pasangan wanitanya bekerja dan mengembangkan kariernya, atau berkegiatan sosial di tengah masyarakat. Namun kenyataannya, hal ini terkadang membawa masalah baru dalam sebuah rumah tangga dalam pembagian waktu antara karier dan keluarga. Padahal, si wanita sudah berusaha membagi adil semua waktunya dengan berperan ganda. Alhasil, suami pun mulai membatasi gerak istri dan sebagai ganti agar si istri tidak kecewa, suami berjanji untuk memberi uang saku lebih banyak dan menjanjikannya hal-hal muluk lainnya. Untuk mengatasinya, memang kedua pasangan perlu membicarakan kembali komitmen awal, melapangkan dada untuk keberhasilan istri berkarier atau bekerja di luar rumah.

4. Mengabaikan Soal Kecil
Sekalipun tidak sepenuhnya benar, tetapi pria cenderung lebih ingat peristiwa besar seperti skor pada piala dunia ataupun tempat ngopi paling asyik saat ia tugas kerja di kota Paris atau London, misalnya, ketimbang hari ulang tahun pasangan, hari “jadian” apalagi ukuran baju, sepatu hingga bra wanita pasangannya. Pria seringkali lupa, bahkan bersikap cuek dan hal itu dianggapnya sebagai soal kecil. Sementara bagi wanita, soal yang dianggap kecil oleh pria diterima sebagai masalah penting dalam sejarah hidupnya. Beberapa pria mengatakan,”Nggak penting banget hari ulang tahun, apalagi hari jadian gitu. Masih ada yang lebih penting dari hal itu. Yang penting gue kan tanggungjawab sebagai suami.”

5. Bikin Film Porno, Aksesoris Seks
Fantasi pria kadang cukup liar, semisal membayangkan merekam adegan bercinta dengan pasangan wanitanya, atau menggunakan aksesoris seks sebentuk penis dari karet. Ini tentu bukan sesuatu hal yang lazim, bahkan dianggap tabu dan menjijikkan oleh sebagian wanita yang menganggap bahwa kegiatan seperti ini tak layak dilakukan oleh wanita “baik-baik” padahal, pandangan ini mungkin tak sepenuhnya benar. Beberapa pakar seks mengatakan, diperlukan beragam cara bercinta untuk mengatasi kejenuhan. Tapi apakah bikin film porno atau menambah asesoris seks juga termasuk solusi mengatasi kebosanan bercinta? Asalkan dilakukan atas kesepakatan bersama, dibicarakan untuk kepentingan apa, tentu hal ini bukan masalah.

6. Early morning sex, Seks “Dadakan”
Desakan gairah seks pada dini hari yang kerap muncul pada pria, atau keinginan bersenggama pria yang secara tiba-tiba dapat membuat wanita merasa tak nyaman karena ketidaksiapannya. Tak adanya fase pemanasan membuat wanita tak dapat mencapai titik maksimal. Selain dianggap sebuah pemaksaan, wanita juga terkadang merasakan dirinya diperlakukan sebagai wadah pembuangan hasrat seksual pria. Berbeda dengan wanita berlibido tinggi, tanpa harus membersihkan diri pun tidak masalah. Masalahnya, wanita kategori ini gampang horny.

7. Interplay Saat Haid
Memang, libido biasanya akan naik karena pengaruh hormon. Tetapi ajakan pria untuk bersenggama saat wanita haid, harus dicermati dengan hati-hati, karena ini mengganggu kesehatan wanita, demikian menurut ilmu kedokteran. Pada saat menstruasi atau haid, pembuluh darah di dalam permukaan dinding rahim akan terbuka dan rapuh sehingga bila melakukan kontak seksual dapat mengakibatkan infeksi dan emboli (masuknya sperma ke dalam pembuluh darah) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Bilapun desakan gairah pria sulit dikendalikan saat si wanita sedang menstruasi, masih ada jalan lain yang dapat dilakukan seperti oral dan masturbasi, misalnya.

8. Sensasi Seks Wanita Hamil
Hasrat wanita hamil pada triwulan I biasanya menggebu karena pengaruh hormon dan psikologis. Emosinya lebih tinggi karena ingin selalu berada dekat pria pasangannya, ingin lebih diperhatikan, dimanja. Namun pada triwulan II, libido mulai menurun seiring perut membesar dan wanita sudah mulai fokus pada jabang bayi. Triwulan III, libido wanita kembali naik dan sebenarnya hubungan seksual boleh-boleh saja terjadi dengan catatan jangan sampai ada trauma pada perut yang sudah semakin besar.

Tapi hal itu menjadi sangat sulit dikendalikan saat libido pria mulai muncul. Bersentuhan dengan pasangan yang sedang hamil di Trisemester Ketiga juga berkendala. Pasalnya, wanita sudah malas berhubungan seks akibat perutnya yang dirasa berat.

Sumber: Male Emporium

Wilayah Merah Seks Oral
0- 2007

Oral sex banyak disukai pria. Aktivitas seks ini mampu membakar fantasi mereka sampai rela melakukan perburuan dimana saja. Wanita penghibur adalah korban yang sering dicari oleh para lelaki pemburu kepuasan ini. Namun, sadarkah mereka tentang bahaya yang mengancam di balik kepuasan itu?

Seks merupakan suatu hal yang tidak ada habisnya dibicarakan. Oral sex adalah salah satu aktivitas yang sering dilakukan ketika berhubungan seksual. Apalagi bagi kaum Adam yang sangat menikmati aktivitas ini. Banyak pria menganggap oral sex sebagai salah satu ritual wajib yang harus dilakukan. Sah-sah saja jika melakukan seks oral ini terutama dengan pasangan resmi. Aktivitas ini banyak disukai pria karena secara biologis dan psikologis lebih menguntungkan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa seks oral merupakan kegiatan seks yang paling aman jika dibandingkan dengan hubungan seks lainnya. Khususnya bagi pasangan yang tidak terikat, oral sex merupakan kegiatan seks yang dianggap aman karena tidak akan mengakibatkan kehamilan. Tapi, apakah kegiatan oral sex dengan wanita penghibur ini memang benar-benar aman dari resiko lain seperti terkena Penyakit Menular Seksual (PMS)? Inilah yang harus diperhatikan bagi penikmat oral sex ‘jajanan’.

Pria biasanya merasakan tingkat kenikmatan yang lebih tinggi dalam menerima maupun memberikan seks oral. Dalam sejumlah penelitian, mereka sering mengatakan bahwa mereka menginginkannya lebih sering dibandingkan yang diinginkan oleh pasangannya. Seks oral juga digemari wanita-wanita pekerja seks komersil. Para wanita penghibur ini melakukan seks oral untuk menghindari penularan berbagai jenis penyakit kelamin terhadap dirinya.

Benarkah pendapat yang mengatakan oral sex dengan para wanita penghibur tidak akan menimbulkan bahaya? Agaknya pendapat ini jauh dari fakta yang sebenarnya. Sebab, mulut manusia merupakan organ yang hanya dilapisi jaringan halus dan kurang elastis. Mukosa atau jaringan halus pada mulut mudah sekali terluka dan bukan merupakan benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu tak diundang, yakni bakteri dan virus.

Di samping itu, mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah yang mengundang resiko tertularnya penyakit melalui oral sex. Klamidia, herpes genitalis, gonore, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV) merupakan PMS yang paling sering ditularkan melalui kontak antara mulut dan alat kelamin. Jika menyukai oral sex dan tidak bisa mengubah kebiasaan ini, maka wajib memperhatikan kesehatan dari alat-alat genital Anda. Dengan demikian bisa diketahui lebih dini tanda-tanda umum jika terjadi sesuatu yang berhubungan dengan gejala awal PMS.

Jalan satu-satunya bila Anda tetap ingin melakukan oral sex dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki), maka gunakanlah kondom tanpa pelumas (atau hilangkan pelumasnya). Apabila melakukan cunnilingus (seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan Anda harus menggunakan pelindung gigi. Alat ini berupa selembar lateks persegi yang diletakkan di atas vulva, sehingga tidak terjadi kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.

Penyakit Akibat Seks Oral

Radang Mulut
Seks oral juga dapat menjadi sumber penularan radang mulut bila rongga mulut mengidap suatu penyakit menular seksual. Rongga mulut mungkin mengidap suatu penyakit kelamin kalau melakukan seks oral dengan orang yang sedang mengidap penyakit tersebut. Sebagai contoh, kalau seorang wanita melakukan seks oral terhadap seorang pria yang sedang mengidap gonorea (kencing nanah), maka dapat saja terjadi penularan dari penis ke lapisan mulut bagian dalam atau tenggorok.

Akibatnya wanita itu mengalami radang mulut atau tenggorok karena gonorea. Kalau kemudian wanita itu melakukan seks oral terhadap pria lain yang sehat, pria itu dapat tertular sehingga mengalami gonorea. Namun. kalau rongga mulut tidak mengidap penyakit kelamin, tentu seks oral tidak merupakan sumber penularan.

Kanker Tenggorokan
Beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan pada pria atau wanita, dicurigai menular lewat aktivitas seks oral. Dalam sebuah studi yang baru pertama kali dilakukan, para ahli meneliti kaitan antara human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker leher rahim dengan kanker oropharyngeal yang menyerang tenggorokan, tonsil dan bagian belakang lidah. Angka kejadian penularan HPV lewat kegiatan oral sex di Amerika Serikat terus mengalami peningkatan sejak tahun 1973. Kini bertambah lagi resiko penularan penyakit lewat seks oral, yakni kanker tenggorokan.

Dulu, banyak disebut orang yang paling rentan terkena kanker tenggorokan adalah mereka yang perokok dan banyak mengkonsumsi alkohol. Namun, rupanya ada faktor lain yang lebih dominan. Orang yang melakukan oral sex berganti-ganti pasangan hingga lebih dari 6 kali mengalami resiko terkena kanker tenggorokan 9 kali lebih tinggi.

Tidak semua orang menikmati seks oral. Banyak yang mencoba dan menyukainya, sementara sebagian lainnya memberikan beberapa komentar. Komentar-komentar ini bisa dibagi ke dalam tiga hal umum. Pertama, bahwa seks oral itu tidak higienis. Alasan kedua adalah karena faktor tabu untuk melakukannya. Ketiga, bahwa seks oral bukanlah ungkapan suatu kejantanan ataupun feminitas. Secara higienis, seks oral -baik cairan semen (air mani) maupun cairan vagina- sebenarnya tidak berbahaya bagi mereka yang tidak terkena penyakit menular seksual.

Setiap orang harus memastikan bahwa dirinya dan pasangannya bebas dari PMS sebelum melakukan hubungan seksual. Tidak ada penyakit yang ditularkan melalui seks oral yang tidak bisa ditularkan melalui seks dalam bentuk lainnya. Jika seseorang mengidap PMS, maka pasangannya kemungkinan akan tertular apapun bentuk hubungan seks yang mereka lakukan. Singkatnya, hubungan seks diantara pasangan yang sehat adalah aman dan bersih.

Untuk memastikannya tentu diperlukan pemeriksaan. Kalau tidak pernah melakukan oral sex dengan wanita penghibur yang mengidap penyakit kelamin, yakinlah bahwa Anda tidak mungkin mengidap penyakit itu. Tidak mudah pula untuk mengetahui tertular tidaknya Anda setelah berhubungan oral karena dampaknya tidak dapat langsung terlihat, melainkan setelah beberapa lama. Jika pacar atau istri hanya pernah melakukan hubungan seksual dengan pria resminya, yakinlah bahwa mereka berdua tidak akan menulari Anda dengan penyakit itu. Kemungkinan terburuk ialah pacar mengalami radang pada rongga mulut atau tenggorokan karena penyakit kelamin. Tentu saja ini baru terjadi kalau dia pernah melakukan seks oral dengan pria yang sedang mengalami penyakit kelamin.

Dr. Ferryal Loetan, seorang pakar seksologi juga mengatakan bahwa oral sex yang dilakukan oleh wanita terhadap pria dapat memungkinkan penularan penyakit di dalam tubuh. Sebab di dalam mulut terdapat banyak air liur. Beberapa kuman maupun bakteri memang ada yang tidak tahan dengan zat-zat yang ada di dalam air liur tersebut namun tidak semuanya. Demikian pula dengan berbagai macam jamur termasuk virus yang sering ada di badan manusia. Dimana yang menerima oral mempunyai penyakit, maka dapat saja menularkan penyakitnya kepada yang memberikan oral, begitu pula sebaliknya. Tapi kalau keduanya sehat maka tidak ada masalah.

Hubungan seksual yang sehat tidak akan mengakibatkan penularan PMS. Demikian juga seks oral yang sehat tidak akan menjadi sumber penularan penyakit kelamin. Untuk menghindari tertularnya penyakit, pelaku seks oral diimbau menggunakan kondom sebagai pengaman. Kini kondom yang diproduksi dibuat bervariasi bahkan dengan berbagai macam rasa seperti jeruk dan strawberry. Di Amerika Serikat, hampir 90 persen wanita penghibur meminta pasangannya memakai kondom saat berseks oral. Tetapi di Indonesia, langkah ini agaknya belum dilakukan.
Sumber: Male Emporium

Membangkitkan Gairah Istri yang Sedang Loyo
0- 2007

Saat hasrat seks ingin diemtaskan namun Anda mendapati pasangan tengah tidak bergairah, apa yang harus dilakukan? Kenali gejalanya agar hal ini tidak tumbuh percekcokan.

Entah kenapa, belakangan ini gairah seks Yanti, istri Robert menurun. Dengan berbagai alasan, setiap diajak berhubungan seksual Yanti selalu menolak. Diakui oleh manajer marketing perusahaan retail ini. “Sudah dua bulan gairah seks istri saya menurun drastis, saya tidak tahu penyebabnya. Yang jelas, lelah selalu menjadi alasan menolak untuk berhubungan intim,” keluh Robert.

Biasanya, bagai sebuah ritme, setiap malam Jum’at dan Senen, Robert selalu berkopulasi dengan istrinya. Namun semenjak gairah seks istrinya turun, ritual romantik malam dua kali seminggu inipun terlewatkan. “Saya pernah menanyakan hal ini kepada Yanti, tapi dia menanggapinya dengan dingin. Bahkan saya sempat mau mengajak istri konsultasi ke seksolog, tapi dia menolak,” tambah bapak satu anak ini.

Hal seperti ini juga dialami oleh Joseph, pengacara, yang biasa dipanggil Jorji. Sudah hampir satu bulan pria berdarah Jawa ini tidak berhubungan intim dengan istrinya, Rosa. Walau menolak, namun Rosa masih mau memuaskan gelora nafsu suaminya dengan onani. Onani merupakan seks alternatif yang disenangi oleh Jorji. Sebagai pria dan suami, jorji sangat memahami fungsi dan peranan. Dia sadar, kepuasan yang dicapai haruslah mutual.

Salah sata cara yang dilakukan Jorji untuk membangkitkan gairah istri adalah mengajak nonton blue film. “Setiap menonton film biru imajinasi seks istri saya langsung naik. Kalau sudah masuk pada tahap ini saya tinggal meraba-raba bagian sensitif saja. Tapi kan tidak musti seperti ini terus, masak setiap mau bersenggama harus merayu dan nonton film biru terus, jadi gak seru dong?” ujar Jorji sambil tersenyum.

Faktor Penyebab Hilangnya Gairah Wanita

Kasus yang dialami oleh Robert dan Jorji hanya sebagian kecil dari sekian kasus seks. Berdasarkan data, dibandingkan pria, gairah seks wanita lebih mudah turun. menurut Dr. B. Harjono Djatioetomo, seorang Andrologist, ada empat faktor yang menyebabkan menurunnya gairah wanita, hingga akhirnya mereka enggan untuk diajak bercinta. Di antaranya faktor yang timbul dari diri sendiri, lingkungan, maupun dari pasangan.

Faktor internal muncul berupa pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari dalam diri sendiri, yang kemudian berubah menjadi suatu kecemasan, seperti ‘apakah saya memiliki penyakit atau stres?’. Kedua, faktor pasangan. Seringkali, kaum pria melupakan emosinya dengan marah membabi buta yang tanpa disadarinya dapat menimbulkan penyiksaan secara psikologis bagi wanita pasangannya. Yang ketiga, faktor eksternal alias dari lingkungan. Keadaan lingkungan yang tidak mendukung, seperti masih tinggal di rumah mertua dan sikap yang tidak terlalu ramah dari mertua hingga menyebabkan terbatasnva ruang gerak, bisa menyebabkan situasi yang selalu dihinggapi rasa tidak enak, takut mengganggu mertua.

Yang keempat karena faktor pria, biasanya kerap dialami oleh pasangan yang berumur di atas 40 tahun, seperti hormon yang mulai menurun atau stamina yang mulai melemah. Sedangkan bagi pasangan muda, rasa jenuh akan aktivitas bercinta yang monoton dan hanya memberi kepuasan salah satu pihak saja bisa menjadi faktor penyebab. Dapat dipastikan untuk aktivitas bercinta selanjutnya wanita akan sangat malas.

Membangkitkan Gairah Seks

Hal-hal Seperti di atas kerap membuat libido wanita hilang. Lalu bagaimana cara membangkitkannya kembali? “Menjaga tingkah laku, saling menghargai, menjadi pendengar yang baik, serta memberinya perhatian, dan sesekali berikanlah pujian. Wanita sangat suka bila lelaki berlaku demikian,” kata Dr. B. Djatioetomo, M. Kes, Sp.And. “Selain itu wanita juga kerap mendambakan laki-laki yang mampu memahami dan menerjemahkan keinginannya, terlebih dalam hal seks”, tambahnya.

Ketika gairah istri tengah merosot drastis, laki-laki harus mampu membangkitkan libido pasangan lewat cara-cara yang lembut misalnya menjadi pendengar yang baik dan sabar. Mengapa sabar? karena seperti diketahui biasanya pria selalu main hantam kromo bila libidonya sudah tinggi. Pria kerap mengabaikan sisi romantisme yang diperlukan untuk membangkitkan gairah wanita.

kadang gairah wanita timbul, bukan hanya diakibatkan oleh sentuhan dan cumbuan semata. Wanita juga dapat terangsang lantaran pasangannya mampu mewujudkan fantasi liarnya.

Seperti memakai kostum bercinta yang seksi. Bila biasanya mata Anda dimanjakan oleh lekuk tubuh pasangan nan seksi berbalut lingerie tipis yang menerawang kini lakukan sebaliknya berikan sensasi ini kepada pasangan wanita Anda. Biarkan ia memandangi Mr. Happy yang tersamar dalam balutan kostum yang Anda kenakan.

Cobalah sesekali berbicara seks namun bukan sebagai joke murahan. Pilih waktu yang baik, misalnya ketika tengah santai berdua dengan pasangan. Ungkapan nakal dan sedikit tabu ternyata mampu memberikan keasyikan tersendiri bagi wanita. Meski hal ini terlihat sepele, membicarakan mengenai teknik atau pun gaya bercinta yang revolusioner justru menyulut gairah pasangan wanita Anda.

Unsur romantisme dan seksual adalah sesuatu yang tumbuh secara bersamaan. Tanggalkan making love yang hanya mencari kepuasan semata. Lakukan teknik, foreplay, interplay, yang menyenangkan secara psikis dan bukan hanya menyenangkan secara seksual. Di sinilah umumnya sebagian besar kaum pria sering tidak tanggap. Bahkan cenderung egois dan tidak memberikan kepuasan secara psikis bagi si wanita.

Hal-hal psikis itu antara lain sepetti berbagi cinta kasih, saling memuji, menyanjung, dan lainnya. Umumnya wanita cenderung lebih membutuhkan unsur romantisme untuk menghidupkan gairahnya. Maklum, wanita adalah manusia yang lebih emosional ketimbaug pria yang cenderung rasional.

Melakukan seks di tempat yang sama dari waktu ke waktu, misalnya kamar tidur, rupanya dapat pula menurunkan gairah pasangan. Sesekali ubahlah aktivitas bercinta yang kerap rutin dan memakan waktu lama, yakni dengan melakukan seks yang waktunya agak lebih singkat dari biasanya (quickie). Tempatnya pun kalau bisa dipilih secara spontanitas saja, seperti kamar mandi atau meja makan. Intinya tempat yang sebelumnya jarang dipakai untuk aktivitas bercinta.

Untuk mencapai orgasme banyak cara yang dapat ditempuh pria, meski istri memang sedang tidak mood. Jika sang istri lelah karena aktivitas kerja, cobalah minta pada pasangan uutuk melakukan masturbasi kepada Anda. Sensai sentuhan bisa membangkitkan mood hingga masing-masing merasakan kenikmatan.

Seperti halnya Anda yang bergairah mendengar suara-suara desahan dari pasangan, begitu juga sebaliknya. Jadi jangan malu untuk berekspresi dengan jalan mendesah di depan pasangan, karena itu dapat membakar gairah seksnya. Lakukanlah juga perangsangan dengan melakukan oral kepada pasangan. Seperti menelusuri daerah-daerah sensitifnya dengan lidah Anda.

Kaum pria seharusnya bisa memberi keyakinan terhadap pasangannya akan rasa aman dan kenyamanan yang diperlukan. Di sinilah kejelian seorang pria diuji. Pria harus bisa bersikap layaknya seorang Pria sejati. Komunikasi yang lembut adalah salah satu kunci jawabanya. Berikan perhatian lebih dan perlakukan istri bak seorang puteri adalah hal yang tak sulit dilakukan. Ketika istri telah mendapatkan kenyamanan yang dinginkannya itu, dari situlah libido sang istri akan terbentuk, dan berujung ke sebuah ritual bercinta yang apik.
Sumber: Male Emporium

Manfaat Yoga Untuk Seks
7- 2007

Tubuh yang santai bisa membuat Anda menikmati aktivitas seks lebih optimal. Olahraga juga salah satu faktor yang bisa membantu Anda menikmati seks. Tapi jika Anda merasa tidak memiliki waktu banyak untuk olahraga, cobalah yoga.

Manfaat yoga selain membuat Anda relaks dan tenang, dapat pula membantu Anda saat melakukan aktivitas seksual. Menurut Ellen Barrett, penulis buku Sexy Yoga, yoga membentuk tubuh yang kuat dan lentur sehingga membuat Anda mudah melakukan lebih banyak variasi gerakan atau posisi dalam bercinta. Masih belum percaya? Berikut adalah lima alasan lain mengapa Anda ‘wajib’ mengenal yoga.
Melancarkan Aliran Darah

Sama halnya jika Anda melakukan olahraga pada umumnya, yoga juga dapat melancarkan aliran darah. Pada posisi yoga tertentu, seperti posisi elang, gerakan tersebut langsung melatih otot panggul Anda dan melancarkan aliran darah pada bagian panggul. “Semakin sering Anda melatih otot ini, ruang gerak Anda akan semakin luas,” ujar Becky Jeffers, Direktur Berman Centre for female sexual health and menopause manajement di Chicago. Menurut Becky, melatih otot panggul akan membantu Anda melakukan kontraksi dan relaksasi lebih kuat yang akhirnya membawa Anda pada pengalaman orgasme yang lebih lama.

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Ketika Anda melakukan gerakan-gerakan yoga, Anda melatih konsentrasi pikiran dan fokus Anda. Hal ini membuat Anda semakin fokus pada apa yang Anda lakukan. “Ketika Anda menerima diri sendiri, Anda akan tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa menikmati aktivitas seksual bersama pasangan,” ujar Becky lagi. Anda bisa mengkomunikasikan perasaan ini kepada pasangan saat Anda berdua melakukan aktivitas tersebut.

Mengurangi Rasa Sakit

Bagi beberapa perempuan yang aktif, terutama yang suka olahraga lari, otot pinggul dan paha yang tegang terkadang bisa menghambat aktivitas seks. Yoga membantu untuk merilekskan otot tersebut. “Otot panggul yang tegang dapat mempengaruhi bagaimana panggul itu berkontraksi saat Anda melakukan aktivitas seks,” ujar Becky. Satu bagian otot yang tegang dapat mempengaruhi gerak otot lainnya sehingga orgasme pun tidak bisa maksimal dan permainan cinta Anda tidak bisa dinikmati secara maksimal.

Jadi, santai saja, dan biarkan semuanya mengalir, dan orgasme akan datang.

Memberikan Sensasi “Lebih Hidup”

Gerakan segitiga dalam posisi duduk bersila dalam yoga menstimulasi cakra Anda. Menurut filosofi Timur, kehidupan seks diatur oleh beberapa cakra. Cakra adalah pusat energi yang mengitari tubuh Anda. “Ketika cakra Anda sehat dan bekerja baik, kehidupan seks Anda juga akan sehat dan memuaskan,” tutur Becky. Tiga cakra paling berpengaruh pada aktivitas seks Anda adalah the root chakra (pada daerah perineum, area antara tulang vagina dan anus), the sacral chakra (bagian tengah perut bagian bawah), dan the heart chakra (bagian tengah dada). Gerakan-gerakan yoga membuat darah mengalir lancar menuju area-area sensitif tersebut dan membuka prana (semangat hidup) Anda. Hal tersebut akan membuat Anda lebih terbuka dan lebih bereksplorasi pada aktivitas seksual dan Anda menjadi pribadi yang lebih bahagia.
Sumber: conectique.com

Bagian Tubuh Wanita Paling Menarik Menurut Sejarah
6- 2007

Anda mungkin tak pernah terpikir bahwa selera pria terhadap tubuh wanita berubah dari masa ke masa. Hal ini harus dibuktikan melalui penelitian pada naskah teks kuno. Ternyata sejarah mencatat bahwa pinggang merupakan bagian tubuh wanita yang paling menarik sejak ratusan tahun yang lalu. Anda setuju?

Dr Devendra Singh peneliti dari universitas Texas, AS, yang menyingkap keindahan fisik pada diri manusia mulai dari perkembangan jaman moderen yakni sejak permulaan suku Indian.

Ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menguak penampilan wanita dalam sejarah, bahkan ia juga mengukur ukuran pinggang patung kuno dari berbagai wilayah di dunia. Menurutnya, pinggang yang ramping merupakan bagian tubuh yang paling dipuja pria sejak jaman nenek moyang.

Hasil riset yang dimuat dalam jurnal Royal Society ini semakin menguatkan bukti untuk mengetahui peranan pinggang dan pinggul wanita untuk menarik pasangan.

Beberapa ahli menduga ada masa tertentu dalam sejarah di mana pria mungkin lebih menyukai ukuran pinggang yang lebar. Dalam riset terbarunya, ia mencari tahu seberapa menarik seorang wanita berdasarkan analisa terhadap 345 ribu teks kuno dari abad 16-18.

Kebanyakan dari teks yang ia teliti berasal dari penulis Inggris dan Amerika, namun ada pula yang berasal dari suku Indian dan puisi-puisi romantis sekaligus erotis dari China, mulai dari abad ke-1 sampai abad ke-6 sejak era agama Kristen.

Meski yang paling banyak disebut dalam teks tersebut adalah payudara, namun pinggang disebut sebanyak 66 kali, dan pinggang ramping dinilai sebagai sebuah hal yang menarik dari tubuh wanita. “Berdasarkan teks-teks kuno tersebut, para penulis melukiskan pinggang yang ramping sebagai sesuatu yang indah, selain itu pinggang ramping dianggap mencerminkan kesehatan dan kesuburan, dan itu merupakan inti dari sisi feminin seorang wanita yang berlaku di banyak budaya,” kata Singh.

Pinggang perlambang kesuburan
Sebuah studi lain juga menghubungkan antara ukuran pinggang wanita dan tingkat kesuburannya, sehingga wajar jika ukuran pinggang, selain payudara, merupakan hal yang penting bagi pria dalam memilih pasangannya.

Dr. Piers Cornelissen dari York University, Inggris melakukan sebuah percobaan untuk membuktikan teori tersebut. Menurutnya, ketertarikan seorang pria terhadap ukuran pinggang mungkin lebih dikaitkan dengan pandangan bahwa wanita tersebut memiliki status sosial tinggi dibandingkan dengan faktor kesuburan.

Dijelaskan oleh Cornelissen, bentuk lengkung antara pinggang dan pinggul wanita disebabkan karena jumlah lemak dan faktor lain seperti struktur tulang dan pengaruh hormon seks.

Terlepas dari hal itu, apakah Anda setuju pinggang merupakan bagian paling menarik dari tubuh wanita?

Sumber: CBN

Do We Need Romantic Sex
5- 2007

Romantic sex, perlukah dilakukan setiap waktu? Bercinta tanpa melibatkan emosi bak sayur tanpa garam. Namun, jika hasrat sudah tak tertahankan, mau bilang apa? Begitulah umumnya kaum pria yang seringkali “hantam kromo” saja. Padahal wanita benar-benar memerlukan romantic sex. Apa romantic sex harus diakhiri dengan kontak seksual?

Bercinta adalah kebutuhan setiap umat manusia. Umumnya, bagi sebagian besar kaum pria menganggap bahwa ada di kamar tidur bersama pasangannya, berarti saatnya bercinta. Padahal, aktivitas di kamar bukan hanya sekedar bercinta saja. Ritual bercinta yang lengkap melibatkan banyak unsur guna diraihnya kepuasan bersama. Banyak anggapan bahwa seks kerap didominasi dengan aktivitas seksual dan posisi-posisi bercinta revolusioner.

Alhasil, aktivitas selalu dianggap via kacamata kontak seksual saja. Padahal, ada yang luput dari sekedar kontak seksual. Unsur romantis memegang peranan penting dalam sebuah hubungan seksual yang sehat dan harmonis. Setidaknya, dengan romantic sex kaum pria telah memberikan kepuasan secara psikis terhadap wanita. Maklum, kacamata wanita tak selalu menganggap kontak seksual harus berupa intercourse.

Fenomena ini disadari betul oleh Alex (43) yang kini menjabat sebagai Area Manager di sebuah perusahaan kontraktor pengadaan barang & jasa. Selama hampir 12 tahun lebih ia membina rumah tangga dengan sang istri, Winda. Dalam kurun waktu sepanjang itu Alex sedikit demi sedikit mengumpulkan arti pentingnya unsur romantis dalam melakukan ritual bercinta.

“Awalnya, hubungan kami memang sangat hot. Saya kira hubungan itu wajar-wajar saja, dan tidak ada masalah. Namun, lama-kelamaan istri saya cenderung frigid,” kata Alex. la pun kebingungan, akhirnya dengan komunikasi yang terbuka di antara mereka, Alex menyadari apa yang menjadi masalahnya. Gaya bercinta Alex yang mengadaptasi sistem “tembak langsung” ternyata menjadi ganjalan tersendiri bagi sang istri. Alex pun mengklaim bahwa ia mampu ejakulasi sesuai waktu atau di atas rata-rata pria pada umumnya. Namun, hal itu bukan jaminan bahwa sang istri juga meraih kenikmatan. Beruntung Alex peka dengan ganjalan di hati sang istri. Seiring waktu berjalan, Alex mulai memperlihatkan sikap romantisnya. “Bersikap romantis bukan hanya dilakukan jika sedang bercinta, ingin bercinta, atau setelah bercinta saja. Menurut saya, to be romantic bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Bahkan, setelah sekian lama, hubungan kami semakin romantis. Tua-tua keladi, makin tua makin jadi…ha..ha..ha..,” katanya sembari tertawa lepas.

Apa yang diungkapkan Alex memang cukup beralasan. Menurut Ferryal Loetan, Sex Consultant & Rehabilitation Specialist, menjelaskan, Romantic Sex adalah suasana melakukan hubungan seksual dalam keadaan romantis. Unsur romantis adalah tonggak dari sebuah aktivitas seksual. Artinya, tanpa sesuatu yang romantis, manusia belum tentu bisa melakukan sebuah ritual bercinta dengan lengkap. “Cuma dalam perkembangannya, orang cenderung melupakan unsur romantis dalam beraktivitas seksual. Orang sekarang justru hanya ingat unsur seksualnya saja. Hal ini menyebabkan timbulnya masalah-masalah dalam hubungan seksualitas karena unsur romantis yang ditinggalkan tadi,” kata dokter Ferryal.

Orang Muda Anggap Enteng

Ditambahkannya, unsur romantisme dan seksual adalah sesuatu yang berjalan secara bersamaan. Keadaan romantis sebenarnya bukan hanya kepentingan mayoritas orang muda. Jangan salah! Justru orang muda itu adalah kaum yang paling banyak meninggalkan unsur romantic sex. Mereka cenderung hanya berpikiran ke arah seksual-nya saja. Di benaknya hanya making love dan mencari kepuasan. “Justru romantic sex itu cenderung banyak dilakukan oleh kaum tua, maksudnya orang yang kita anggap sudah lebih dewasa lah.

Karena mereka lebih memikirkan teknik, foreplay, interplay, dan lain-lain. Intinya, mereka lebih cenderung memikirkan hal-hal mana yang lebih menyenangkan secara psikis, bukan cuma menyenangkan secara seksual, seperti saling berbagi cinta kasih, saling memuji, menyanjung, dan lainnya. Sebenarnya, ini condong ke arah kebutuhan si wanita,” katanya.

Lanjutnya, teknik-teknik romantis itu mereka harapkan bisa membangkitkan birahinya dan birahi pasangannya secara maksimal. Itulah keuntungan yang mereka dapat di usia tersebut. Sedangkan kaum muda, khususnya yang berumur di bawah 45 tahun, Kadar romantismenya cenderung kurang. “Mereka lebih banyak ke arah seksual. Misalnya, mereka melakukan perangsangan, tapi itu tetap saja yang bersifat seksual, bukan perangsangan yang sifatnya romantis. Dan memang kalau kita bicara romantis, tentunya hal itu lebih bersifat ke arah psikis atau kejiwaan,” jelas Dr. Ferryal.

Benarkah tanpa romantisme, urusan menjadi seks tidak berhasil? “Manusia itu makhluk sosial dan romantis. Jadi, kalau seseorang melakukan kegiatan seksual, seharusnya kegiatan romantisme ini jangan ditinggalkan, tetapi sebaiknya dilakukan secara bersama-sama,” katanya. Hanya dalam perkembangannya, umumnya kalangan muda memiliki hasrat seksual yang menggebu-gebu alias berlibido tinggi, akibatnya unsur romantis pun luput dari pikirannya.

Bisa dibilang unsur romantis memegang peranan sangat penting dalam menjaga keharmonisan ranjang. “Tanpa romantisme, sebenarnya sama saja kita membeli seks, atau jajan. Dimana pelanggan hanya cari kepuasaan pribadi, dan tidak memikirkan apakah si PSK puas atau tidak,” katanya.

Umumnya wanita cenderung lebih membutuhkan romantic sex. Pasalnya, wanita adalah manusia yang lebih emosional ketimbang pria yang cenderung rasional. Jadi, pria lebih banyak pakai otak, wanita lebih banyak pakai hati. Umumnya, di usia perkawinan yang lebih matang unsur romantis justru sangat kentara. Kisaran angkanya bisa di atas lima tahun. Kalau tiap pasangan bisa menjaga kadar romantisme dalam hubungannya, maka semakin lama kualitas romantisme di antara mereka pun akan semakin baik. “Kalau mereka dari awal tidak memikirkan romantisme, tetapi hanya memikirkan seksual, tentunya hal itu tidak akan berjalan. Biasanya, nanti di saat mereka tua pun tak ada lagi unsur romantis di antara mereka,” jelas Dr. Ferryal.

Orang Asia Kurang Romantis

Unsur romantisme dalam jiwa seseorang ternyata tak lepas dari kultur negara bersangkutan. Setidaknya hal ini diamini oleh dokter Ferryal. Menurutnya, orang Asia, termasuk Indonesia, cenderung lebih dominan ke unsur seksual-nya. “Coba lihat para orangtua kita, tidak banyak yang romantis di masa tua mereka. Justru mereka yang di saat tua tetap romantis adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan dari Eropa. Misalnya, sekolah-sekolah Belanda, dan lainnya,” jelasnya.

Tambahnya,”Romantisme yang mereka tunjukkan dengan sering duduk berduaan, saling berpelukan, jalan-jalan bersama di sebuah taman sembari melihat cucunya. Mereka menunjukkan rasa kasih sayang, perhatian, dan menunjukan rasa kebahagiaan terhadap pasangan. Tapi, aktivitas seperti berpelukan dan saling mengelus itu bukan bersifat seksual.”

Kendati demikian, kultur orang Asia yang kurang romantis itu sah-sah saja. Namun dengan catatan hal itu tidak menimbulkan protes di antara pasangan. Menurut hasil penelitian Dr. Ferryal beberapa waktu lalu menunjukan bahwa 56% wanita yang belum pernah merasakan orgasme. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan si wanita bahwa menikah sebenarnya menjanjikan kenikmatan. Yang mereka tahu bahwa kenikmatan, kebahagiaan, dan kepuasan hanya bisa diraih kaum pria. Padahal, semua itu bukan dominasi
kaum pria. “Tapi, sekarang kan sudah beda, pola pikir wanita sudah berubah. Kini, mereka sudah lebih berani mengungkapkan keinginannya,” tambahnya.

Berjalannya waktu dan perubahan zaman, wanita di masa sekarang umumnya mulai terbuka. Artinya, mereka sudah lebih tahu bahwa seksual itu bukan hanya kepentingan kaum pria, tapi kepentingan mereka juga. Mereka sadar bahwa kepuasan adalah milik berdua. “Kalau wanita sudah menyadari itu, mereka tentu tidak mau diperlakukan sewenang-wenang oleh kaum pria,” katanya.

Tak Harus Kontak seksual

Karena unsur romantis dalam bercinta bisa mempercepat meraih kepuasan, maka bak dua mata pisau yang berbeda, dilupakannya romantic sex akn bisa mengakibatkan hancurnya hubungan secara tidak langsung dengan pasangan. Namun begitu, romantic sex tidak harus selalu diakhiri dengan hubungan seksual, demikian menurut Dr. Ferryal. Katanya lagi, “Makanya, hal ini bisa dilakukan oleh para orang-orang tua, dan dilakukan di mana saja. Mereka bisa romantis tanpa ada niat merangsang nafsu seksual atau
berlandaskan birahi. Jadi, sebenarnya mereka hanya melampiaskan kasih sayang di antara mereka.”

Tapi, aktivitas tersebut tetap digolongkan sebagai aktivitas seksual. “Hanya saja akan lebih baik jika unsur romantisme ini digabung atau diakhiri dengan making love. Tentunya hal ini akan lebih mantap lagi,” tambahnya.

Memang ada tipikal pria yang kurang romantis, namun ia memiliki ketahanan durasi bercinta yang cukup fantastis. Kendati demikian, menurut Dr. Ferry, hal itu bukan tolok ukur kejantanan seorang pria.

“Hal itu belum tentu menunjukan sebuah kehebatan dan sebagai jaminan bahwa si wanita juga akan puas. Biar pun kontak seksual bisa berlangsung lama, justru si wanita bukannya mendapatkan kepuasan, tapi malah menderita karena kesakitan. Bahkan, umumnya si wanita ingin hubungan badan itu segera berakhir, karena faktor psikis mereka tidak terpenuhi. Bagi mereka, hubungan macam itu tidak menawarkan kenikmatan,” tandasnya.

Unsur romantisme pada wanita memang memiliki peran yang sangat penting. Bahkan, jika teknik romantisme dilakukan dengan mantap, seringkali bisa menyebabkan si wanita orgasme tanpa adanya kegiatan seksual. Bahkan, pria yang memahami wanita, seharusnya bisa memberi keyakinan terhadap pasangannya akan rasa aman dan nyaman. Kamar adalah salah satu lokasi yang menyenangkan bagi sebagian besar wanita. Kamar diyakini sebagai tempat melepas penat fisik dan otak. Di sinilah kejelian seorang
pria diuji. Dapat bersikap layaknya seorang pria sejati. Komunikasi yang lembut adalah salah satu jawabannya. Berikan perhatian lebih dan perlakukan istri bak seorang puteri adalah hal yang tak sulit dilakukan. Ketika istri telah mendapatkan kenyamanan yang dinginkannya itu, dari situlah libido sang istri akan terbentuk, dan berujung ke sebuah ritual bercinta yang apik.

Sumber: Male Emporium

Penis Palsu, Siapa Mau ?
5- 2007

Mata palsu, kaki palsu, atau tangan palsu, itu mah biasa. Namun, penis palsu bisa bikin luaaar biasa?Menyusul penggunaan beragam alat, obat, dan terapi lain untuk mengatasi disfungsi ereksi, kini muncul prostesis penis atau penis palsu. Bagaimana prosedur pemasangannya dan seberapa perkasakah dia?

Ada seorang lelaki, usia kira-kira 45 tahun. “Dia sangat mapan, punya rumah mewah, perusahaan dengan ribuan karyawan, istri cantik, dan tiga putra yang membanggakan,” ujar seorang dokter spesialis bedah urologi, memulai ceritanya kepada GHS. Namun, pengusaha ini bermasalah dengan alat vitalnya. Penisnya membengkak, sehingga pembuluh darahnya “hancur”.

Kecelakaan lalu lintas telah merenggut “senjata” ampuhnya itu. Sang pengusaha lalu minta dokter untuk memperbaiki alat vitalnya.

“Prostesis penis harus dipasang,” kata dokter. Orang kaya itu pun setuju. Selanjutnya operasi berjalan lancar dan sang pengusaha bisa memuaskan istrinya lagi. Sekarang sudah lima tahun “senjata” baru itu menjadi bagian dari tubuhnya dan tetap berfungsi baik.

Arti Negatif

Persoalan yang melatarbelakangi penggunaan prostesis penis masih kerap dianggap tabu. Ya, memang penis palsu terkait sekali dengan Disfungsi Ereksi (DE). Di masa lalu DE kerap disebut impotensi.

National Institute of Health (NIH) kemudian mengemukakan istilah disfungsi ereksi untuk menggantikannya karena terminologi ini memberi definisi lebih spesifik dibanding kata “impotensi” yang bisa mencakup problem lain yang terkait dengan libido, ejakulasi, atau orgasme.

Selain itu, impotensi memiliki arti negatif yang bisa dianggap cukup mempermalukan pria. Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And, menyebutkan bahwa DE merupakan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual.

Menurut studi yang diterbitkan oleh British Journal of Urology, DE merupakan kondisi umum yang diperkirakan diderita 152 juta pria di dunia. Ini termasuk perkiraan total 90 juta pria di Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, Jepang, dan Brasil.

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami DE, mulai dari bertambahnya usia, penggunaan obat (psikotropik, antidepresan, antihipertensi, dll), operasi, trauma saraf, hingga kebiasaan buruk (merokok, konsumsi alkohol, narkoba), dan banyak lagi.

Tentu saja pengobatan DE harus sesuai dengan penyebabnya. “Tanpa pengobatan terhadap penyebab, pengobatan DE tidaklah rasional dan tidak mengatasi masalah yang sebenarnya,” ujar Prof. Wimpie.

Sebab itu, dibutuhkan pemeriksaan lengkap dan teliti. Usai pengobatan tahap pertama, selanjutnya adalah pengobatan untuk membantu terjadinya ereksi. Dalam hal ini, setidaknya ada tiga lini pengobatan.

Lini pertama termasuk tahap yang tidak invasif (tanpa pembedahan atau operasi), dengan terapi seks, obat minum, dan pompa vakum. Lini kedua, termasuk injeksi bahan untuk mengaktifkan pembuluh darah. Bahan disuntikkan langsung ke penis atau dimasukkan melalui saluran kencing. Pengobatan yang termasuk lini ketiga adalah operasi pemasangan prostesis.

Berdiri Terus

Lini ketiga, menurut Dr. Johan R. Wibowo, Sp.BU, merupakan lini terakhir. Artinya, lini ini bisa ditempuh bila lini pertama dan kedua sudah tidak bisa lagi menyelesaikan masalah. Jadi tidak bisa serta merta langsung menerapkan tahap ketiga ini.

Tindakan operasi, menurut Johan, bisa datang atas permintaan pasien. “Bisa terjadi karena operasi penis ini tidak terkait dengan hidup mati seseorang. Pasien tahu bahwa hasilnya pasti memuaskan,” katanya.

Namun, kerap juga penderita harus mengikuti petunjuk dokter karena lini pertama dan kedua sudah tidak bisa diandalkan. Biasanya, karena ada kerusakan pembuluh darah penis, entah itu kecelakaan atau akibat priapismus (penis tegak terus-menerus). Bisa juga diterapkan bila penis mengalami fibrosis (terbentuknya jaringan semacam parut dan tebal yang menghambat aliran darah).

“Sesuai hukum alam, semakin invasif, keberhasilannya makin tinggi. Lini ketiga ini seratus persen bisa menyelesaikan masalah,” ungkap spesialis bedah urologi dari RS Omni Medical Center ini.

Johan melanjutkan, saat ini setidaknya ada dua jenis prostesis yang kerap digunakan, inflatable dan non-inflatable. “Yang pertama bisa dikembang-kempiskan. Biasanya isinya silikon atau udara dengan reservoir yang ditanam di perut. Dengan electronic device yang bisa ditekan, alat ini bisa langsung dibuat tegak, sedangkan yang kedua tidak bisa,” paparnya.

Jenis non-inflatable ada yang semi rigid atau bisa ditekuk, ada juga yang tak bisa ditekuk atau rigid. “Ini yang paling tidak disukai pemakainya karena pasti malu akan kelihatan berdiri terus,” ujarnya.

Jenis inflatable, menurut Johan, paling mahal karena lebih rumit dan canggih teknologinya serta dibuat di AS. “Sekitar 10.000 dolar AS, kira-kira 91 juta rupiah dengan nilai kurs 9.100 rupiah,” imbuhnya.

Jenis non-inflatable lebih murah. Untuk produk buatan AS bisa mencapai 3.000 dolar AS (lebih 27 juta rupiah). Yang buatan India sekitar 900 sampai 1.000 dolar AS (8,5 juta – 9,5 juta).

Anda pilih yang mana?

Sumber: Senior

Mengenal Sifilis
4- 2007

Infeksi Menular Seksual (IMS) menyebar cukup mengkhawatirkan di Indonesia. Baik jenis gonorchea maupun sifilis. Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual; tetapi, ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus).

Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan; sebelum perkembangan tes serologikal, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut “Peniru Besar” karena sering dikira penyakit lainnya. Data yang dilansir Departemen Kesehatan menunjukkan penderita sifilis mencapai 5.000 – 10.000 kasus per tahun. Sementara di Cina, laporan menunjukkan jumlah kasus yang dilaporkan naik dari 0,2 per 100.000 jiwa pada tahun 1993 menjadi 5,7 kasus per 100.000 jiwa pada tahun 2005. Di Amerika Serikat, dilaporkan sekitar 36.000 kasus sifilis tiap tahunnya, dan angka sebenarnya diperkiran lebih tinggi. Sekitar tiga per lima kasus terjadi kepada lelaki.

Bila tidak terawat, sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistem saraf, jantung, atau otak. Sifilis yang tak terawat dapat berakibat fatal. Orang yang memiliki kemungkinan terkena sifilis atau menemukan pasangan seks-nya mungkin terkena sifilis dianjurkan untuk segera menemui dokter secepat mungkin.

Ciri-ciri
Kuman penyebabnya disebut Treponema pallidum. Masa tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini.

Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Ciri Pada Wanita dan Pria
Namun demikian bagaimana penyakit sifilis ini sesungguhnya? Mungkin sedikit uraian berikut ini bisa membantu Anda.

Sifilis atau yang disebut dengan ‘raja singa’ disebabkan oleh sejenis bakteri yang bernama treponema pallidum. Bakteri yang berasal dari famili spirochaetaceae ini, memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat hidup hampir di seluruh bagian tubuh. Spirochaeta penyebab sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada bayinya selama masa kehamilan. Anda tidak dapat tertular oleh sifilis dari handuk, pegangan pintu atau tempat duduk WC.

Gambaran tentang penyakit sifilis seperti yang dikemukakan tersebut mungkin masih membuat Anda penasaran, karena wanita yang tidak tahu kalau suaminya sering ‘jajan’ mungkin tidak menyadari kalau dirinya sudah mengidap penyakit sifilis.

Jadi uraian selanjutnya adalah mengenali gejala yang mungkin terjadi pada wanita, yang terurai dalam empat stadium berbeda.

Stadium satu. Stadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina, poros usus atau mulut. Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama stadium ini. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.

Stadium dua. Kalau sifilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Mereka juga dapat menemukan adanya luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur. Gejala-gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin juga dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Stadium tiga. Kalau sifilis stadium dua masih juga belum diobati, para penderitanya akan mengalami apa yang disebut dengan sifilis laten. Hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang, namun penyakit tersebut sesungguhnya masih bersarang dalam tubuh, dan bakteri penyebabnya pun masih bergerak di seluruh tubuh. Sifilis laten ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

Stadium empat. Penyakit ini akhirnya dikenal sebagai sifilis tersier. Pada stadium ini, spirochaeta telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung, batang otak dan tulang.

Sedangkan pada lelaki yang telah tertular oleh sifilis memiliki gejala-gejala yang mirip dengan apa yang dialami oleh seorang penderita wanita. Perbedaan utamanya ialah bahwa pada tahap pertama, chancre tersebut akan muncul di daerah penis. Dan pada tahap kedua, akan muncul luka-luka di daerah penis, mulut, tenggorokan dan dubur.

Orang yang telah tertular oleh spirochaeta penyebab sifilis dapat menemukan adanya chancre setelah tiga hari – tiga bulan bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh. Kalau sifilis stadium satu ini tidak diobati, tahap kedua penyakit ini dapat muncul kapan saja, mulai dari tiga sampai enam minggu setelah timbulnya chancre.

Sifilis dapat mempertinggi risiko terinfeksi HIV. Hal ini dikarenakan oleh lebih mudahnya virus HIV masuk ke dalam tubuh seseorang bila terdapat luka. Sifilis yang diderita juga akan sangat membahayakan kesehatan seseorang bila tidak diobati. Baik pada penderita lelaki maupun wanita, spirochaeta dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan rusaknya organ-organ vital yang sebagian besar tidak dapat dipulihkan. Sifilis pada ibu hamil yang tidak diobati, juga dapat menyebabkan terjadinya cacat lahir primer pada bayi yang ia kandung.

Pengobatan
Sifilis dapat dirawat dengan penisilin atau antibiotik lainnya. Menurut statistik, perawatan dengan pil kurang efektif dibanding perawatan lainnya, karena pasien biasanya tidak menyelesaikan pengobatannya. Cara terlama dan masih efektif adalah dengan penyuntikan procaine penisilin di setiap pantat (procaine diikutkan untuk mengurangi rasa sakit); dosis harus diberikan setengah di setiap pantat karena bila dijadikan satu dosis akan menyebabkan rasa sakit. Cara lain adalah memberikan kapsul azithromycin lewat mulut (memiliki durasi yang lama) dan harus diamati. Cara ini mungkin gagal karena ada beberapa jenis sifilis kebal terhadap azithromycin dan sekitar 10% kasus terjadi pada tahun 2004. Perawatan lain kurang efektif karena pasien diharuskan memakan pil beberapa kali per hari.

Perawat kesehatan profesional mengusulkan seks aman dilakukan dengan menggunakan kondom bila melakukan aktivitas seks, tapi tidak dapat menjamin sebagai penjaga yang pasti. Usul terbaik adalah pencegahan aktivitas seksual dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menular dan dengan orang berstatus penyakit negatif.

Seks Oral dan Sifilis
Banyak orang salah meyakini. Mereka pikir seks oral aman. Padahal, hubungan seks dengan cara ini sudah terbukti bisa menularkan penyakit sifilis. Begitu laporan yang disiarkan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDCP) dalam Morbidity and Mortality Weekly Report. Ditambahkan, luka di mulut akibat sifilis, pada gilirannya semakin meningkatkan risiko terkena infeksi HIV.

“Mereka yang dalam jangka panjang tidak terikat hubungan monogami dan melakukan hubungan seks oral, sebaiknya tetap menggunakan pelindung, semisal kondom, untuk mengurangi risiko terkena penyakit seksual menular,” kata tim peneliti dari Chicago Department of Public Health yang dipimpin oleh Dr. C. Ciesielski.

Dalam pemantauan yang mereka lakukan, tim itu mendapati bahwa sifilis terus menyebar lewat seks oral. Pola penularan yang mereka pantau sangat berubah dalam periode tahun 1998 hingga 2002. Bila di tahun 1990-an sifilis hanya terjadi pada kaum heteroseksual, sejak 2001 jumlah pria yang melakukan hubungan seks dengan sesama pria tercatat hampir 60 persen.

Antara tahun 2000 hingga 2002 tim yang dipimpin Ciesielski juga mewawancarai mereka yang terkena sifilis. Hasilnya, lebih dari 14 persen kasus penularan sifilis terjadi melalui seks oral. Jumlah ini dlaporkan oleh 20 persen gay dan 7 persen pria dan wanita heteroseksual.

Angka itu belum termasuk penularan melalui seks oral yang mungkin terjadi pada saat yang bersangkutan juga melakukan hubungan badan. Bahayanya, orang dengan sifilis di mulut mungkin tidak memperlihatkan gejala. Luka di mulut lazim disalahmengerti sebagai sariawan atau herpes. Padahal, di dalam luka itu tersembunyi kuman penyebab sifilis.

Semua data ini menggarisbawahi perlunya edukasi pada mereka yang aktif secara seksual untuk menghindari sifilis.

Sumber: CBN

Protes Kaum Pria India Terhadap Kondom
4- 2007

Jika di Indonesia, polemik kondom masih seputar ketabuan, maka di Indina beda lagi. Sebuah survei yang dilakukan terhadap sekitar 1000 pria di India menyatakan bahwa kondom yang banyak dijual terlalu kebesaran untuk ukuran penis pria India.

Menurut hasil survei itu pula ternyata setengah dari pria India memiliki ukuran penis yang lebih kecil dari standar kondom internasional. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan kondom didesak untuk membuat kondom dengan ukuran yang sesuai untuk pasaran pria India.

Survei yang dibuat oleh Indian Council of Medical Research tersebut dilakukan selama periode dua tahun terhadap 1200 responden pria. Untuk memperoleh data yang akurat, tim survei mengukur ukuran penis para responden secara rinci sampai ukuran milimeter.

Para responden yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari pria India dari berbagai golongan kelas, agama serta lokasi tempat tinggal, mulai dari desa sampai perkotaan.

Hasilnya diperoleh kesimpulan bahwa 60 persen pria India memiliki ukuran penis 3-4 cm lebih pendek dari ukuran standar internasional yang dipakai oleh perusahaan pembuat kondom.

Hasil survei ini menjadi penting karena satu dari lima kondom yang dijual di India sering rusak, entah itu robek atau sering lepas karena kebesaran. Kampanye penggunaan kondom memang gencar dilakukan di negara tersebut karena tingginya penderita HIV/AIDS di sana.

Agar para pria India tidak malu jika harus menyebutkan ukuran penis saat membeli kondom, tim peneliti merekomendasikan penyediaan mesin ’ATM’ kondom dengan berbagai variasi ukuran. Ternyata di India dijual juga kondom dengan ukuran kecil, tetapi banyak masyarakat yang belum tahu bahwa kondom juga memiliki size. Atau mungkin mereka malu untuk menyebutkan ukuran yang diingininya ya..?

Sumber: CBN

Bercinta Saat Hamil
3- 2007

Kehamilan adalah masa dengan banyak perubahan bagi sepasang suami-istri tak terkecuali dengan hubungan seksual. Pada masa ini Anda dan pasangan mungkin mengalami emosi dan perasaan berbeda pada masa-masa itu, bahkan tak jarang menjadi labil sehingga komunikasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sejak masa itu dimulai.

Berhubungan seks di masa kehamilan memicu banyak pertanyaan, sebaliknya, meskipun secara medis berhubungan seks selama hamil bukan hal yang keliru, namun tak ada salahnya mencer- mati beberapa informasi bersenggama di masa kehamilan. Bersenggama, penetrasi serta orgasme merupakan hal yang benar-benar aman sepanjang ibu hamil dalam kondisi kesehatan baik, mengingat janin dilengkapi dengan pelindung yang berupa cairan amni- otik (air ketuban).

Seorang wanita sehat dengan kehamilan normal bisa terus berhubungan seks sampai usia kan- dungannya mencapai sembilan bulan tanpa perlu takut melukai diri sendiri ataupun janinnya.

Selama trimester pertama, banyak wanita mengalami gejala fisik seperti mual, muntah, dan kepenatan yang mungkin memengaruhi hasrat mereka untuk berhubungan seks. Namun kelembutan payudara mulai terasa pada trimester pertama dan berlanjut sepanjang kehamilan.

Frekuensi buang air kecil sudah menjadi sebuah rutinitas dan be- berapa wanita yakin berhubungan seks akan memperburuk kondisi tersebut. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, melakukan hubungan seks dengan suami menjadi sebuah ‘momok’ bagi Anda, bahkan menjadi hal yang tak menggairahkan dibanding pra-kehamilan…

Pada beberapa kasus kehamilan, beberapa wanita merasa tak nyaman dengan perangsangan payu- daranya, sedang yang lainnya merasakan hal tersebut sangat nikmat. Kehamilan bisa menjadi saat di mana Anda dan pasangan bisa mencoba posisi dan bentuk keintiman yang berbeda untuk mencapai kepuasan tanpa harus terhalang dengan perubahan bentuk badan.

Jenis aktivitas intim (mencium, memeluk dan membelai, masturbasi, oral seks) akan sangat menyenangkan saat masa kehamilan. Banyak ketidaknyamanan di awal kehamilan akan berakhir selama trimester kedua.

Kebanyakan kaum wanita mengalami peningkatan energi dan kenaikan nafsu seksual saat rasa tak nyaman tersebut mulai berkurang. Selama trimester kedua ibu yang penuh harap mulai merasa lebih bisa menjadi diri sendiri, vagina jadi terasa lebih penuh dan kuantitas pelumas vagina bertambah sewaktu posisi bayi mulai turun merendah di panggul. Banyak wanita mengatakan mereka lebih mudah terangsang dan lebih responsif secara seksual selama periode ini.

Perut yang membesar saat kehamilan membuat hubungan seksual menjadi tak nyaman. Banyak pasangan menemukan posisi berbaring bersampingan, saling berhadapan atau masuk dari posisi belakang mengatakan lebih merasa nyaman. Jika Anda merasa tertekan selama bersenggama, ada baiknya menghindari penetrasi terlalu mendalam. Bantuan bantal atau pelumas tambahan mungkin dapat mengurangi rasa tak nyaman.

Bersenggama dengan posisi wanita di atas biasanya menghasilkan penetrasi yang lebih mendalam, walaupun lebih memungkinkan pihak wanita yang mengontrol kedalaman penetrasi. Perangsangan pada payudara mungkin akan membuat colostrums (cairan kekuning-kuningan yang bening) keluar, namun tak perlu khawatir karena cairan tersebut adalah hal wajar dan tak berbahaya, meskipun untuk beberapa pasangan terasa tidak menyenangkan.

Beberapa wanita lebih suka menghindari orgasme karena kontraksi yang menyertai membuat terasa tak nyaman, padahal orgasme bukanlah hal yang berbahaya. Pengertian, kehangatan, dan dukungan sangat dibutuhkan kedua belah pihak selama minggu-minggu terakhir kehamilan saat tekanan bertambah dan hubungan seksual jugs mungkin terasa mulai melelahkan atau tak nyaman.

Jika dokter Anda menyarankan untuk menghindari penetrasi, seks oral atau onani mungkin menjadi pilihan yang dapat diterima. Namun pasangan Anda sebaiknya tidak terlalu jauh berpenetrasi ke dalam vagina selama seks oral karena bisa mengancam kehidupan emboli udara. Anda dan pasangan akan mengalami banyak perasaan unik selama mass kehamilan. Komunikasi terbuka dan ekspresi seksual selama masa ini bisa membuat Anda dan pasangan semakin dekat dan semakin sating mengenal. Jangan segan membicarakan keluhan atau pertanyaan bersenggama pads masa kehamilan kepada dokter Anda.

Yang Perlu Diperhatikan
Mungkin dokter atau bidan Anda akan memberikan panduan dasar agar bersenggama semakin nyaman tanpa terhalang kehamilan, selain memberikan batasan-batasan serta larangan selama periode tertentu, terutama jika si ibu hamil:
Pernah mengalami keguguran
Pernah mengalami kelahiran dini
Infeksi dari masing-masing pasangan
Kehadiran janin lipat ganda
Pendarahan selama hubungan tubuh
Terasa sakit selama hubungan badan

Pecahnya air ketuban atau kebocoran cairan dari vagina
Sumber: Tabloid Ibu Anak

Belum Tentu Gangguan Ereksi
3- 2007

Gangguan ereksi adalah tidak sanggup tegak dan mengerasnya penis saat diperlukan. Sekali dalam hidup mengalami gangguan ini adalah wajar bagi pria. Karena itu, jangan buru-buru merasa mengalami gangguan ereksi sebelum Anda menjawab pertanyaan ini:

Apakah Anda mengalami ereksi saat terbangun dari tidur, entah di pagi atau malam hari? Bila jawabnya adalah tidak sama sekali, seharusnya Anda tidak perlu menunda waktu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Bila jawabannya pernah atau sering ereksi di kala tidur tetapi loyo saat akan digunakan, persoalannya mungkin bersifat psikologis atau karena faktor lingkungan.

Berikut ini sejumlah hal yang bisa mengganggu terjadinya ereksi:

* Udara yang terlalu dingin atau panas
* Alkohol di dalam tubuh
* Obat dokter
* Beberapa hari atau jam sebelumnya sudah berulangkali orgasme
* Cemas/khawatir tak mampu
* Stres/kelelahan fisik
* Salah teknik/posisi
* Obat terlarang, semisal heroin, kokain, cannabis, alkohol, nikotin, methadone, ekstasi, dan sebagainya.

Jadi, misalnya hari ini Anda baru saja dua atau tiga kali mengalami orgasme, minum beberapa gelas alkohol sambil merokok di ruang yang terlalu panas atau dingin bisa dipastikan kemampuan ereksi Anda akan terganggu. Pangkas sebanyak mungkin faktor risiko tersebut.
Sumber: Senior

Fenomena Masturbasi
3- 2007

Masturbasi adalah sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan yang terdapat di mana-mana.. Pelakunya pun tidak terbatas pada jenis kelamin, usia maupun latar belakang sosial. Sebenarnya gejala masturbasi pada usia pubertas dan remaja, banyak sekali terjadi. Hal ini disebabkan oleh kematangan seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar; lalu ditambah dengan rangsangan-rangsangan ekstern berupa buku-buku dan gambar porno, film biru, meniru kawan dan lain-lain.

Oleh sebagian orang, masturbasi dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Tetapi pada kelompok lain justru dianggap merupakan aktivitas penodaan diri yang dapat menimbulkan kelainan psikosomatik dan aneka dampak buruk lainnya. Masturbasi dilakukan oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95% pria dan 89% wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi. Masturbasi memunculkan banyak mitos tentang akibatnya yang merusak dan memalukan. Citra negatif ini bisa dilacak jauh ke belakang ke kata asalnya dari bahasa Latin, mastubare, yang merupakan gabungan dua kata Latin manus (tangan) dan stuprare (penyalahgunaan), sehingga berarti “penyalahgunaan dengan tangan”. Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi “penyalahgunaan” pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan moderen – meskipun para aparatur kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental.

Tujuan utama masturbasi adalah mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tanpa bersenggama. Akan tetapi masturbasi tidak dapat memberikan kepuasan yang sebenarnya. Berbeda dengan bersenggama yang dilakukan oleh dua orang yang berlawanan jenis. Mereka mengalami kesenangan, kebahagiaan, dan keasyikan bersama. Pada senggama, rangsangan tidak begitu perlu dibangkitkan secara tiruan, karena hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan merupakan suatu hal yang alami. Dalam masturbasi satu-satunya sumber rangsangan adalah khayalan diri sendiri. Itulah yang menciptakan suatu gambaran erotis dalam pikiran. Masturbasi merupakan rangsangan yang sifatnya lokal pada anggota kelamin. Hubungan seks yang normal dapat menimbulkan rasa bahagia dan gembira, sedangkan masturbasi malah menciptakan depresi emosional dan psikologis.

Istilah masturbasi berasal dari kata latin “manasturbo” yang berarti rabaan atau gesekan dengan tangan (manu). Masturbasi secara umum didefenisikan sebagai rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Namun pada kenyataannya, banyak cara untuk mendapatkan kepuasaan diri (self-gratification) tanpa mempergunakan tangan (frictionless masturbation), sehingga istilah masturbasi menjadi kurang mengena. Oleh karena itu, istilah “autoerotism” adalah istilah yang lebih mengena untuk menggambarkan fenomena ini.

Ada beberapa istilah masturbasi yang dikenal di masyarakat, antara lain onani atau rancap, yang berarti melakukan suatu rangsangan organ seks sendiri dengan cara menggesek-gesekkan tangan atau benda lain ke organ genital kita hingga mengeluarkan sperma dan mencapai orgasme. Dalam ajaran Islam, masturbasi dikenal dengan nama ; al-istimna’, al-istima’bilkaff, nikah al-yad, al-I’timar, atau ‘adtus sirriyah. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.

Di masyarakat istilah onani lebih dikenal. Sebutan ini, menurut berbagai ulasan yang ditulis Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp, And, Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, berasal dari nama seorang laki-laki, Onan, seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama Tersebutlah di dalam Kitab Kejadian pasal 38, Onan disuruh ayahnya, Yehuda, mengawini isteri almarhum kakaknya agar kakaknya mempunyai keturunan. Onan keberatan, karena anak yang akan lahir dianggap keturunan kakaknya. Maka Onan menumpahkan spermanya di luar tubuh janda itu setiap berhubungan seksual (coitus interruptus). Dengan cara yang kini disebut sanggama terputus itu, janda kakaknya tidak hamil. Namun akibatnya mengerikan. Tuhan murka dan Onan mati.

Onani atau masturbasi dalam pengertian sekarang bukanlah seperti yang dilakukan Onan. Masturbasi berarti mencari kepuasan seksual dengan rangsangan oleh diri sendiri (autoerotism), dan dapat pula berarti menerima dan memberikan rangsangan seksual pada kelamin untuk saling mencapai kepuasan seksual (mutual masturbation). Yang pasti pada masturbasi tidak terjadi hubungan seksual, tapi dapat dicapai orgasme. Freud (1957) mengatakan ada 3 fase dari masturbasi, yaitu (1) pada bayi; (2) pada fase perkembangan yang paling tinggi dari perkembangan seksual infantile yaitu pada kisaran umur 4 tahun, dan (3) pada fase pubertas. Menurut Freud, naluri seksual sudah terdapat pada permulaan kehidupan dan berkembang secara progressif sampai umur 4 tahun. Setelah ini berhenti maka tidak ada lagi perkembangan berikutnya (masa laten) sampai tiba saatnya masa pubertas pada kisaran umur 11 tahun.

Berdasarkan cara melakukannya, masturbasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Masturbasi sendiri (auto masturbation); stimulasi genital dengan menggunakan tangan, jari atau menggesek-gesekkannya pada suatu objek
2. Masturbasi bersama (mutual masturbation); stimulasi genital yang dilakukan secara berkelompok yang biasanya didasari oleh rasa bersatu, sering bertemu dan kadang-kadang meluaskan kegiatan mereka pada pencurian (stealing) dan pengrusakan (vandalism)
3. Masturbasi psikis; pencapaian orgasme melalu fantasi dan rangsangan audio-visual.

Sedangkan ahli psikologi lainnya, Caprio (1973), menggolongkan kegiatan masturbasi ke dalam 2 kelompok besar, yaitu :
1. Masturbasi yang normal, meliputi pembebasan psikologik ketegangan seksual pada masa anak-anak muda yang normal; dilakukan tidak berlebihan; masturbasi yang dilakukan oleh seseorang yang belum kawin; masturbasi yang dilakukan antar pasangan-pasangan suami-istri sebgai selingan dari intercourse yang konvensional
2. Masturbasi yang neurotic, meliputi masturbasi yang dilakukan terlalu banyak dan bersifat konvulsif; masturbasi antara pasangan-pasangan yang lebih menyukai cara ini daripada intercourse, masturbasi dengan gejala-gejala kecemasan, rasa salah/dosa yang amat sangat, masturbasi pemuasan yang berhubungan dengan penyimpangan seksual dan yang dapat diancam dipersalahkan oleh hukum.

Banyak Mitos
Agaknya masih banyak orang belum cukup mengerti tentang masturbasi. Padahal, banyak orang melakukannya. Yang pasti pula, banyak informasi salah yang beredar di masyarakat mengenai masturbasi. Memang banyak informasi yang salah tentang masturbasi, misalnya dapat menimbulkan berbagai akibat buruk. Agaknya informasi salah ini merupakan sebagian mitos tentang seks yang terus beredar di masyarakat sampai saat ini.

Pada abad XVIII terbit sebuah buku yang ditulis oleh Tissot dari Prancis, berjudul Onana. Di situ diuraikan beberapa macam penyakit yang timbul sebagai akibat masturbasi. Ternyata dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terbukti bahwa pendapat Tissot salah sama sekali.

Tidak benar masturbasi dapat menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan, termasuk sperma. Jadi, tidak ada gangguan kuantitas dan kualitas sperma yang disebabkan melakukan masturbasi. Memang, masturbasi yang dilakukan secara tergesa-gesa agar cepat mencapai ejakulasi dikhawatirkan dapat melatarbelakangi terjadinya ejakulasi dini pada pria. Sementara itu, kalau Anda terlalu sering melakukannya, tentu saja Anda akan merasa payah karena masturbasi. Sama seperti hubungan seksual, onani juga memerlukan energi.

Masturbasi adalah ungkapan seksualitas yang alami dan tidak berbahaya bagi pria dan wanita, dan cara yang sangat baik untuk mengalami kenikmatan seksual. Bahkan, beberapa pakar berpendapat bahwa masturbasi bisa meningkatkan kesehatan seksual karena meningkatkan pemahaman seseorang akan bagian-bagian tubuhnya dan dengan cara bagaimana memuaskannya, membangun rasa percaya diri dan sikap dapat memahami diri sendiri.

Dampak Terhadap Mentalitas
Impuls-impuls autoerotic (masturbasi) terdapat pada semua manusia. Perbedaannya hanya terletak pada bagaimana cara kita menyelesaikan dorongan-dorongan tersebut. Beberapa dari kita merepresikan dorongan tersebut untuk memuaskan dirinya, sementara yang lain mengekspresikan keinginannya untuk mendapatkan pemuasan seksual.

Salah satu dorongan manusia yang sering menyebabkan manusia mendapat kesulitan pribadi dan sosial adalah dorongan seksual, yang pada kenyataannya sering menghadapkan manusia kepada suatu keadaan yang mendesak dan sangat membujuk untuk memperoleh pemuasan seksual dengan segera. Adanya persoalan seksual pada individu dapat menyebabkan individu yang bersangkutan sering dihadapkan pada keadaan yang seolah-olah ada kecenderungan untuk jatuh ke tingkat yang immature atau infantil dan setiap usaha untuk bertingkah laku seksual yang matur terhambat karenanya.

Yang terjadi adalah, sumber kepuasan seksual yang penting ini oleh beberapa kalangan masih ditanggapi dengan rasa bersalah dan kecemasan karena ketidaktahuan mereka bahwa masturbasi adalah kegiatan yang aman, juga karena pengajaran agama berabad-abad yang menganggapnya sebagai kegiatan yang berdosa. Terlebih lagi, banyak di antara kita telah menerima pesan-pesan negatif dari para orang tua kita, atau pernah dihukum ketika tertangkap basah melakukan masturbasi saat kanak-kanak.

Pengaruh kumulatif dari kejadian-kejadian ini seringkali berwujud kebingungan dan rasa berdosa, yang juga seringkali sukar dipilah. Saat di mana masturbasi menjadi begitu berbahaya adalah ketika ia sudah merasuk jiwa (kompulsif). Masturbasi kompulsif – sebagaimana perilaku kejiwaan yang lain – adalah pertanda adanya masalah kejiwaan dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter jiwa.

Fase akhir jika masturbasi konfulsif tidak diselesaikan dengan tepat adalah munculnya fenomena sexual addicted, sebuah ketagihan akan kegiatan-kegiatan seksual. Secara fisik, masturbasi dapat menyebabkan kelecetan atau rusaknya mukosa dan jaringan lain dari organ genitalia yang bersangkutan, baik akibat penggunaan alat bantu masturbasi atau hanya dengan menggunakan tangan dan jemari.

Penelitian Kinsey di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa hampir semua pria dan tiga-perempat dari semua wanita melakukan masturbasi pada suatu waktu dalam hidup mereka. Penyelidikan Orebio mendapatkan bahwa 83% dari anak laki-laki dan 38% dari anak wanita melakukan masturbasi. Penyelidikan lainnya menunjukkan angka yang berbeda-beda pada setiap level umur responden, misalnya pada masa anak-anak (infantile sex play), adolescent, umur pertengahan dan kategori lainnya.

Sebagian besar pria yang melakukan masturbasi cenderung melakukannya lebih sering dibandingkan wanita, dan mereka cenderung menyatakan ’selalu’ atau ‘biasanya’ mengalami orgasme ketika bermasturbasi (80 : 60). Ini adalah perilaku seksual yang paling umum nomor dua (setelah senggama), bahkan bagi mereka yang telah memiliki pasangan seksual tetap.

Menurut penelitian, mereka yang biasanya melakukan masturbasi berumur antara tiga belas hingga dua puluh tahun. Pada umumnya yang melakukan masturbasi adalah mereka yang belum kawin, menjanda, menduda atau orang-orang yang kesepian atau dalam pengasingan. Anak laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi daripada anak perempuan. Penyebabnya antara lain, pertama, nafsu seksual anak perempuan tidak datang melonjak dan eksplosit. Kedua, perhatian anak perempuan tidak tertuju kepada masalah senggama karena mimpi seksual dan mengeluarkan sperma (ihtilam) lebih banyak dialami laki-laki. Mimpi erotis yang menyebabkan orgasme pada perempuan terjadi jika perasaan itu telah dialaminya dalam keadaan terjaga.

Usaha-usaha pencegahan
1. Sikap dan pengertian orang tua
Pencegahan abnormalitas masturbasi sesungguhnya bias secara optimal diperankan oleh orang tua. Sikap dan reaksi yang tepat dari orang tua terhadap anaknya yang melakukan masturbasi sangat penting. Di samping itu, orang tua perlu memperhatikan kesehatan umum dari anak-anaknya juga kebersihan di sekitar daerah genitalia mereka. Orangb tua perlu mengawasi secara bijaksana hal-hal yang bersifat pornografis dan pornoaksi yang terpapar pada anak.

Menekankan kebiasaan masturbasi sebagai sebuah dosa dan pemberian hukuman hanya akan menyebabkan anak putus asa dan menghentikan usaha untuk mencontohnya. Sedangkan pengawasan yang bersifat terang-terangan akan menyebabkan sang anak lebih memusatkan perhatiannya pada kebiasaan ini; dan kebiasaan ini bias jadi akan menetap.

Orang tua perlu memberikan penjelasan seksual secara jujur, sederhana dan terus terang kepada anaknya pada saat-saat yang tepat berhubungan dengan perubahan-perubahan fisiologik seperti adanya ereksi, mulai adanya haid dan fenomena sexual sekunder lainnya.

Secara khusus, biasanya anak remaja melakukan masturbasi jika punya kesempatan melakukannya. Kesempatan itulah sebenarnya yang jadi persoalan utama. Agar tidak bermasturbasi, hendaklah dia (anak) jangan diberi kesempatan untuk melakukannya. Kalau bisa, hilangkan kesempatan itu. Masturbasi biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sunyi, sepi dan menyendiri. Maka, jangan biarkan anak untuk mendapatkan kesempatan menyepi sendiri. Usahakan agar dia tidak seorang diri dan tidak kesepian. Beri dia kesibukan dan pekerjaan menarik yang menyita seluruh perhatiannya, sehingga ia tidak teringat untuk pergi ke tempat sunyi dan melakukan masturbasi.

Selain itu, menciptakan suasana rumah tangga yang dapat mengangkat harga diri anak, hingga ia dapat merasakan harga dirinya. Hindarkan anak dari melihat, mendengar dan membaca buku-buku dan gambar-gambar porno. Suruhlah anak-anak berolah raga, khususnya olah raga bela diri, yang akan menyalurkan kelebihan energi tubuhnya. Atau membiasakan mereka aktif dalam organisasi kepemudaan dan keolahragaan.

2. Pendidikan seks
Sex education (pendidikan seks) sangat berguna dalam mencegah remaja pada kebiasaan masturbasi. Pendidikan seks dimaksudkan sebagai suatu proses yang seharusnya terus-menerus dilakukan sejak anak masih kecil. Pada permulaan sekolah diberikan sex information dengan cara terintegrasi dengan pelajaran-pelajaran lainnya, dimana diberikan penjelasan-penjelasan seksual yang sederhana dan informatif.

Pada tahap selanjutnya dapat dilanjutkan dengan diskusi-diskusi yag lebih bebas dan dipimpin oleh orang-orang yang bertanggung jawab dan menguasai bidangnya. Hal penting yang ingin dicapai dengan pendidikan seks adalah supaya anak ketika sampai pada usia adolescent telah mempunyai sikap yang tepat dan wajar terhadap seks.

Pengobatan
Biasanya anak-anak dengan kebiasaan masturbasi jarang dibawa ke dokter, kecuali kebiasaan ini sangat berlebihan. Masturbasi memerlukan pengobatan hanya apabila sudah ada gejala-gejala abnormal, bias berupa sikap yang tidak tepat dari orang tua yang telah banyak menimbulkan kecemasan, kegelisahan, ketakutan, perasaan bersalah/dosa, menarik diri atau adanya gangguan jiwa yang mendasari, seperti gangguan kepriadian neurosa, perversi maupun psikosa.
A. Farmakoterapi:
1. Pengobatan dengan estrogen (eastration)
Estrogen dapat mengontrol dorongan-dorongan seksual yang tadinya tidak
terkontrol menjadi lebih terkontrol. Arah keinginan seksual tidak diubah.
Diberikan peroral. Efek samping tersering adalah ginecomasti.
2. Pengobatan dengan neuroleptik
a. Phenothizine
Memperkecil dorongan sexual dan mengurangi kecemasan. Diberikan peroral.
b. Fluphenazine enanthate
Preparat modifikasi Phenothiazine. Dapat mengurangi dorongan sexual lebih
dari dua-pertiga kasus dan efeknya sangat cepat. Diberikan IM dosis 1cc 25
mg. Efektif untuk jangka waktu 2 pekan.
3. Pengobatan dengan transquilizer
Diazepam dan Lorazepam berguna untuk mengurangi gejala-gejalan kecemasan dan rasa takut. Perlu diberikan secara hati-hati karena dalam dosis besar dapat menghambat fungsi sexual secara menyeluruh. Pada umumnya obat-obat neuroleptik dan transquilizer berguna sebagai terapi adjuvant untuk pendekatan psikologik. 1, 10

B. Psikoterapi
Psikoterapi pada kebiasaan masturbasi mesti dilakukan dengan pendekatan yang cukup bijaksana, dapat menerima dengan tenang dan dengan sikap yang penuh pengertian terhadap keluhan penderita. Menciptakan suasana dimana penderita dapat menumpahkan semua masalahnya tanpa ditutup-tutupi merupakan tujuan awal psikoterapi.
Pada penderita yang datang hanya dengan keluhan masturbasi dan adanya sedikit kecemasan, tindakan yang diperlukan hanyalah meyakinkan penederita pada kenyataan yag sebenarnya dari masturbasi.

Pada kasus-kasus adolescent, kadang-kadang psikoterapi lebih kompleks dan memungkinkan dilakukan semacam interview sex education. Psikotherapi dapat pula dilakukan dengan pendekatan keagamaan dan keyakinan penderita.

C. Hypnoterapi
Self-hypnosis (auto-hypnosis) dapat diterapkan pada penderita dengan masturbasi kompulsif, yaitu dengan mengekspose pikiran bawah sadar penderita dengan anjuran-anjuran mencegah masturbasi.

D. Genital Mutilation (Sunnat)
Ini merupakan pendekatan yang tidak lazim dan jarang dianjurkan secara medis.Pada beberapa daerah dengan kebudayaan tertentu, dengan tujuan mengurangi/membatasi/meniadakan hasrat seksual seseorang, dilakukan mutilasi genital dengan model yang beraneka macam.

E. Menikah
Bagi remaja/adolescent yang sudah memiliki kesiapan untuk menikah dianjurkan untuk menyegerakan menikah untuk menghindari/mencegah terjadinya kebiasaan masturbasi.

Makin Muda, Makin Sering, Makin Baik
Beginilah kesimpulan peneliti Australia soal masturbasi: the more and the earlier, the better. Makin muda dan makin sering Anda melakukan masturbasi, makin besar peluang Anda mencegah kanker prostat di usia tua.

Tidak usah mahal-mahal membeli obat untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat. Anda tidak perlu mengeluarkan uang sesen-pun. Makin sering Anda melakukan masturbasi (lebih dikenal dengan sebutan onani) ?terutama di usia muda? akan memperkecil risiko Anda terkena kanker prostat. Demikian hasil temuan ahli Australia bernama Graham Giles dari Cancer Council Victoria di Melbourne.

Kesimpulan di atas dimuat di majalah New Scientist. Para peneliti tersebut melakukan riset terhadap 2.338 laki-laki Australia soal kebiasaan seks mereka dibandingkan risikonya terkena kanker prostat. Diantara jumlah tersebut, sebanyak 1.079 laki-laki sudah didiagnosis terkena kanker prostat.

Dalam laporan itu dituliskan: Makin sering Anda mendapatkan ejakulasi pada usia 20-50 tahun, makin kecil kemungkinan Anda terkena kanker prostat. Laki-laki yang melakukan masturbasi –dan mendapatkan ejakulasi– lebih dari 5 kali seminggu pada usia 20-an, peluangnya terkena kanker prostat berkurang sampai duapertiga, ketimbang laki-laki yang jarang-jarang melakukan onani.

Dalam penelitian itu, tidak dijelaskan secara gamblang mengapa masturbasi bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat. Hanya digambarkan makin sering Anda ejakulasi, memungkinkan saluran pengeluaran tidak tersumbat. Sekaligus membersihkan kelenjar kelamin dari penumpukan zat-zat yang dapat memicu kanker prostat.

Kanker prostat adalah kanker paling umum di kalangan laki-laki selewat usia 50 tahun dan menjadi pembunuh terbesar kedua di antara kanker-kanker yang menyerang laki-laki. Penyakit ini, telah menewaskan sekitar 500.000 laki-laki setiap tahun. Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, kecuali bila ada di antara keluarga Anda yang demikian. Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi dalam tahap dini.

Sumber: CBN

Agar SEKS Luar Biasa..
2- 2007

Hubungan seksual memang sesuatu yang sangat alamiah. Namun, kehidupan seksual yang berkualitas dan luar biasa memuaskan, butuh ramuan dari beberapa hal, seperti persepsi positif, kreativitas, serta stamina prima.

Kehidupan pasangan Ardi dan Emma boleh dikatakan bahagia. Melewati usia lima tahun pernikahan, mereka tetap rukun, serba kecukupan, dan telah pula dikarunia dua orang anak yang sehat. Hanya saja, hampir dua bulan belakangan mereka merasa adanya kemunduran dalam kehidupan seksual. Mereka sering merasa cepat lelah dan stamina merosot, sehingga gairah pun hilang.

Untuk mendapatkan kehidupan seksual yang luar biasa, tak cukup hanya dengan menjaga kebugaran atau kesehatan tubuh secara umum. Pasangan juga harus mampu berkreasi dalam banyak hal, mulai dari komunikasi, kesamaan persepsi dalam hal mencapai kepuasan seksual, serta perlu kecerdasan dalam memaknai hubungan tersebut.

“Seperti halnya pengetahuan lainnya, masalah seks juga harus dipelajari, baik itu dari kasus dan pengalaman orang lain, melalui buku atau pendapat dokter ahli. Itu membuat orang akan paham, termasuk dalam mencari solusi atas berbagai hambatan dalam hubungan seksual,” ungkap Dr. Nugroho Setiawan, Sp.And., androlog dari Klinik Grasia, Jakarta.

Harus Dipelajari

Sebuah penelitian tentang perilaku seksual menunjukkan, hubungan seksual yang benar dan berlangsung harmonis tidak dapat dicapai secara alamiah.
Hal itu harus dipelajari dan dibina bersama oleh pasangan. Tanpa usaha itu, seks hanya sekadar aktivitas di atas ranjang.

Selanjutnya hubungan itu pun rentan menjadi sebab terjadinya perselingkuhan dan perceraian. Karena itu, kreasi dan kecerdasan dalam hal seksual diperlukan untuk menekan risiko hubungan pasangan yang meluncur ke arah ketidakharmonisan.

Kecerdasan tak bisa dipisahkan dengan persepsi positif. Dalam hal ini pasangan dituntut untuk memiliki persepsi yang baik atas kehidupan seksual. Anggapan bahwa seks merupakan hal tabu harus dibuang jauh-jauh. Dengan pemikiran ini, baik perempuan maupun laki-laki dapat secara terbuka mengungkapkan hambatan atau ketidakpuasan dalam kegiatan intim mereka.

Kecerdasan dan kebugaran mental akan membawa mereka pada sikap tenang atau rileks saat mengomunikasikan gangguan tersebut. Sering kita dengar tentang letupan emosi atau kemarahan yang meledak, gara-gara kegagalan berhubungan seks. Cara seperti ini jelas tidak menawarkan solusi apa pun. Sebaliknya, cenderung mudah menimbulkan rasa bersalah pada salah satu pihak dan menyisakan konflik yang menganga.

Juga harus disadari bahwa perempuan boleh bersikap aktif dalam berhubungan seks. Tak cuma suami yang harus selalu memegang kendali atas kegiatan tersebut, sementara sang istri menjadi “patung”.

“Interaksi ini akan lebih baik jika dibangun atas keaktifan kedua belah pihak. Sikap aktif dan kenikmatan seksual atau orgasme bagi perempuan sama sekali bukan dosa. Jadi nikmatilah sesering Anda mampu,” ujar Dr. Nugroho.

Bila kenikmatan seksual hanya dirasakan oleh salah satu pihak, akan cepat menimbulkan kejenuhan. Tak hanya bagi pasangan yang telah lama menikah, tapi juga berisiko bagi pasangan baru.

“Pada pasangan lama, kejenuhan seksual terutama disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual,” tutur Prof. DR. Wimpie Pangkahila, Sp.And., FAACS., Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali ini. Supaya kontak seksual dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, perlu adanya kreativitas dari masing-masing pasangan ini.

Penyebab Mayoritas

Keluhan menyangkut kehidupan seksual pasangan suami-istri (pasutri) merupakan persoalan klasik.
Di tengah kehidupan modern saat ini, solusi untuk masalah itu tentu lebih beragam. Dalam memutuskan pemecahan masalah sebaiknya harus mempertimbangkan kebahagiaan kedua belah pihak.

Menurut Prof. Wimpie, seksualitas dalam perkawinan mempunyai empat dimensi, yaitu prokreasi, rekreasi, relasi, dan institusi. Prokreasi artinya menghasilkan keturunan atau generasi sebagai penerus. Rekreasi mengandung pengertian kesenangan, yang berhubungan dengan kenikmatan dan kepuasan seksual. Dan itu harus diusahakan bersama-sama.

Dimensi relasi berarti kehidupan seksual berfungsi sebagai pengikat yang akan lebih mempererat hubungan batin suami dan istri di dalam suatu institusi, yaitu lembaga perkawinan. Keempat dimensi ini dapat dicapai, jika tidak ada gangguan seksual dan reproduksi, baik di pihak laki-laki maupun perempuan.

Di dalam perkawinan, kehidupan seksual seseorang mengalami penyesuaian karena hadirnya orang lain, yaitu suami atau istri. “Suami atau istri tidak lagi hanya berkepentingan dengan seksualitas dirinya, tapi juga dengan pasangannya. Maka dia harus melakukan penyesuaian dengan seksualitas pasangannya. Tanpa itu, akan timbul masalah seksual,” sebut Prof. Wimpie.

Beberapa masalah yang dapat dialami pasutri antara lain, faktor fisik yang secara umum menjadi penyebab mayoritas penurunan kualitas hubungan seksual. Stamina dan kebugaran fisik memberikan efek langsung terhadap kesehatan tubuh secara utuh.

Masalah kebugaran fisik ini sering dipengaruhi oleh pertambahan usia, yang menyebabkan respon faali organ seks menurun. Sensitivitas susunan saraf melorot, dan kecepatan terangsang terhadap stimulasi (rangsangan) seksual pun menjadi lambat. Kondisi ini pada setiap orang tentu berbeda tingkatannya.

Konsumsi Gizi

Di usia muda, orang yang sehat tidak butuh waktu lama untuk terangsang dan siap berhubungan seks. Setelah usia menua, waktu yang diperlukan untuk terangsang menjadi lebih lama.
Berkurangnya kadar hormon testosteron pada pria dan estrogen pada perempuan, sering dinyatakan sebagai penyebab menurunnya gairah. Padahal, soal itu tidak berpengaruh negatif terhadap dorongan seks.

Pada perempuan, penurunan seks cenderung disebabkan oleh sindrom pasca menopause. Gejalanya, sering mengalami rasa gerah (hot flush), kulit dan vagina mengering, sulit tidur, kelelahan yang amat sangat, berkeringat di malam hari, dan cepat emosi.

Masalah lainnya yang mempengaruhi kehidupan seksual adalah perubahan mental, seperti menurunnya kepercayaan diri, depresi, gairah kerja merosot, vitalitas hidup menurun, putus asa, dan stres.

Kondisi ini dapat berasal dari lingkungan keluarga, masyarakat, atau lingkungan kerja. Ditambah lagi kondisi fisik yang semakin menurun, sehingga daya tahan terhadap kemampuan menanggulangi stres dan gangguan jiwa juga menurun.

Agar hal ini tidak terjadi, perlu dilakukan usaha secara terus-menerus. Di antaranya berolahraga teratur, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Olahraga secara teratur akan memperlancar peredaran darah dan membantu mengembalikan fungsi organ-organ seksual. Lebih dari itu, olahraga juga dapat mencegah berbagai penyakit yang mungkin akan mengganggu fungsi seksual.

Jika tubuh mulai merasa letih karena aktivitas atau pekerjaan, berikan waktu yang cukup untuk beristirahat. Sekaligus memberikan kesempatan tubuh untuk rileks dan membantu proses pengembalian stamina. Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang akan memastikan kecukupan pasokan protein, vitamin, mineral, dan sebagainya.

Keindahan kehidupan seksual memang sangat tergantung pada kesehatan fisik dan mental yang prima. Langkah yang perlu diambil adalah melatih mental, sosial, fisik, dan spiritual secara menyeluruh.

Seberapa Kuat Lelaki Orgasme! Why?
2- 2007

Anda termasuk lelaki multiorgasme? Itu lho lelaki yang dapat mencapai lima sampai enam kali ejakulasi dalam satu jam. Kok bisa sih? Begini kasus seperti ini bisa terjadi dalam tiga situasi berikut:

Pertama, setelah lama tidak berhubungan seksual, misalnya dua atau tiga bulan. Selang waktu istirahat refleks seksual menjadi pendek. Setelah ejakulasi, ereksi dapat terjadi lagi dalam waktu lima menit. Meskipun demikian ini adalah situasi yang jarang terjadi.

Kedua, dalam kondisi rangsangan seksual yang kuat, bisa saja terjadi ereksi lagi dan ejakulasi terjadi beberapa kali dalam satu jam. Ketika berhubungan seks pertama kalinya atau dengan perempuan yang sangat menggairahkan, biasanya kemampuan ejakulasi lelaki berkembang secara signifikan. Ini juga akan menghilang seiring dengan waktu ketika tingkat kenikmatan seksual dan situasi mulai menjadi seperti biasa.
Ketiga, kerja orgasme lelaki yang sensasional adalah sesuatu yang paling sering digunakan, yakni harapan lelaki yang lebih tinggi pada organ genitalnya ketimbang fungsinya. Struktur rentan ini dikontrol oleh mekanisme kompleks yang berorientasi pada kualitas, bukan kuantitas.

Senggama bukanlah perlombaan. Bagi lelaki yang senang bersaing di dalam semua bidang kehidupan, sulit menerima seks apa adanya. Misalnya, Anda bersenggama dua kali seminggu dan masing-masing mencapai ejakulasi satu kali. Dengan membandingkannya, Anda merasa kurang. Anda tidak menyadari bahwa kehidupan seksual Anda sebenarnya normal dan wajar. Jadi, persoalannya adalah kepercayaan.
Melebihi semua usaha manusia, seksualitas lelaki adalah permainan kepercayaan. Aturannya adalah, “Kalau menurut Anda mampu, Anda pasti bisa”. Ereksi mudah hilang karena keributan yang tiba-tiba, kata-kata sindiran, bahkan tatapan penolakan dapat menghancurkan semuanya.

Ini salah satu aspek paling memalukan dan tidak menyenangkan. Sembilan puluh lima persen alat kelamin lelaki bereksi secara baik justru pada saat tidak dibutuhkan. Kalau dipikir lebih jauh, organ seakan-akan takut berhadapan dengan genital perempuan. Ketakutan dan kemampuan sama-sama persoalan penting bagi ereksi organ lelaki.

Sumber:rileks.com

Apa Itu Kondom Wanita?
2- 2007

Baru-baru ini, diluncurkan perkenalan kondom wanita (female condom) untuk mendukung kebijakan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong penggunaan kondom yang lebih luas dalam hubungan seks berisiko, metode pencegahan yang di kontrol oleh perempuan.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional H. Aburizal Bakrie meluncurkan kondom perempuan (Female Condom) sebagai bagian dari strategi penanggulangan HIV/AIDS dan mendorong penggunaan kondom yang lebih luas di setiap hubungan seks yang berisiko, pada hari ini bersamaan dengan pembukaan Pertemuan Nasional HIV dan AIDS ke-3 hari ini. Sementara, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH menjelaskan bahwa peluncuran kondom perempuan ini didasarkan atas kenyataan bahwa angka penggunaan kondom yang masih relatif rendah dalam hubungan seks yang berisiko dan diperburuk dengan fakta bahwa banyak pria yang sering melakukan hubungan seks berganti pasangan enggan untuk menggunakan kondom sehingga meningkatkan risiko pasangannya tertular HIV.

Kondom wanita ini akan tersedia di pasar dalam waktu satu bulan ke depan. Peluncuran kondom perempuan ini didasarkan atas kenyataan bahwa angka penggunaan kondom yang masih relatif rendah dalam hubungan seks yang berisiko adanya fakta bahwa banyak pria yang sering melakukan hubungan seks berganti pasangan enggan untuk menggunakan kondom sehingga meningkatkan risiko pasangannya tertular HIV.

Dengan metode pencegahan yang bisa di kontrol oleh perempuan (female control method) ini, kita bisa mencegah lebih banyak lagi kasus HIV baru yang disebabkan oleh hubungan seks yang tidak aman. Dengan metode ini, perempuan bisa mengambil alih kontrol dan memastikan hubungan seks berlangsung lebih aman, karena dalam penggunaan kondom pria, laki-laki yang biasanya menjadi penentu apakah hubungan seks ini bisa berlangsung aman atau tidak.

Menurut konsultan kondom perempuan Caroline Maposhere dari Zimbabwe, selain efektif mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS). “Selain itu, kondom perempuan ini bisa digunakan beberapa jam sebelum berhubungan seks, dan tidak seperti kondom pria yang hanya bisa digunakan sekali, kondom perempuan bisa digunakan beberapa kali,” Jelas Caroline.

Produk Kondom Perempuan yang diluncurkan adalah produk yang dipasarkan oleh DKT Indonesia dan akan segera beredar dalam waktu 1 bulan diberbagai apotik-apotik terdekat. Kondom tersebut berbahan dasar Latex ini diimpor langsung dari India dan mempunyai busa/spons yang tertutup untuk menyerap sperma. Panjang Kondom ini 17cm dengan diameter 6,6 – 7 cm dan untuk mencegah bersarangnya penyakit, kondom ini juga mempunyai daerah segitiga yang elastis dan fleksibel. Sebelumnya kondom perempuan ini telah di uji coba di Papua dan Jakarta dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di Jakarta uji coba dilakukan terhadap Pekerja Seks Komersil di kawasan Rawa Bebek dan Ibu Rumah Tangga.

Sudah saatnya kaum pria tahu, bahwa kemauan untuk mencegah penyakit menular seksual itu sangat tinggi di pihak kaum wanita. Mereka tidak mau petualangan Anda menyebabkan hilangnya nyawa mereka karena HIV.

Sumber: CBN

Pria DE Perlu Didukung Pasangannya
2- 2007

Disfungsi ereksi atau DE memiliki efek yang sangat berarti bagi hidup seorang pria, termasuk dalam relasi dengan pasangannya. Bahkan, hal ini juga memengaruhi kehidupan seksual pasangannya. Namun, situasi ini sering tidak terkomunikasikan.

Kegagalan komunikasi ini tentu saja bakal memengaruhi hubungan selanjutnya. Di lain sisi, penanganan DE juga menuntut adanya komunikasi dengari dokter yang ahli di bidangnya. Jadi, dalam hal ini penanganan DE mengandaikan adanya trias komunikasi, dengan pasangan, partner, dan sang dokter.

Pengalaman si wanita bisa jadi memengaruhi penanganan maupun pengobatan DE si laki-laki. Para dokter sebaiknya sadar bahwa perhatian si wanita terhadap pasangannya yang menderita DE merupakan potensi yang berarti.

Sebuah penelitian menunjukkan, DE memiliki efek negatif pada pengalaman seksual wanita. Penggunaan terapi PDE5 inhibitor (obat yang digunakan untuk mengembalikan fungsi ereksi) pada pria DE dapat mengurangi efek tersebut. Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan partner atas penanganan DE dapat dipengaruhi dengan perubahan fungsi seksual sesuai pengalaman si wanita.

Demikian diungkapkan Prof. Aksam A. Yassin, MD, Ph.D, EdD FEBU, guru besar urologi dan seksualitas manusia dari Segeberger Kliniken, Jerman, dalam simposium internasional di bidang kedokteran seksual yang baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Asosiasi Seksologi Indonesia dan Universitas Hang Tuah, Surabaya.

Seminar yang berlangsung di Hotel Hyatt Regency Surabaya bertajuk Better Sexual Life For Best Quality of Life selama lima hari itu menghadirkan pembicara dari berbagai negara, antara lain Jerman, Singapura, Australia, Taiwan, Austria, Korea, dan tentu saja Indonesia. Ratusan dokter, yakni dokter umum, spesialis andrologi, kandungan atau ginekologi, urologi, ahli hormonal, endokrinologi, kesehatan jiwa dan jantung maupun psikolog, hadir dalam kesempatan ini.

Selanjutnya Prof. Yassin yang berdarah Siria ini menambahkan, penelitian atas kepuasan partner dan kualitas hidup merupakan penelitian prospektif yang cukup unik karena mengeksplorasi perkembangan fungsi ereksi dan berkembangnya kualitas hidup seksual pada pasien pria dan pasangannya. Penelitian juga menunjukkan bahwa Levitra secara berarti memperbaiki DE dan fungsi seksual pada pria DE.

Secara klinis, perubahan penting teramati dalam kualitas hidup seksual pria DE dengan pasangannya dan kepuasan atas penanganan yang dijalani bersama. Dalam penelitian juga terungkap bahwa kualitas hidup seksual pria DE dengan pasangannya membaik cukup berarti dibanding saat DE mulai dirasakan.

Selain pemaparan dari Prof. Yassin, ada puluhan tema lain yang disajikan dalam kongres ini. Yang paling menarik adalah paparan mengenai pentingnya testosteron pada pria di atas usia 50 tahun untuk berbagai keluhan, semisal hilangnya hasrat seksual, mengecilnya otot, meningkatnya lemak tubuh, depresi, anemia, dan pengeroposan tulang.

Testosteron yang pada usia ini tidak lagi diproduksi dalam jumlah memadai dapat diberikan dengan cara injeksi yang dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan. Hasilnya, kualitas hidup akan kembali seperti semula, meski tidak sebaik saat masih muda.
Sumber: Senior

Kesehatan Jiwa

In MAULANA ALI AHMAD on Februari 10, 2008 at 4:31 am

Sulit Tidur Tanda Awal Depresi
2- 2008

Derap kesibukan di kota besar, serba cepat, cenderung tidak mengenal waktu dan sangat kompleks serta padat membuat orang-orang di kota besar cenderung lebih rawan mengalami gangguan depresi, apalagi jika dibandingkan dengan kehidupan orang di desa.

Parahnya lagi adalah gangguan kejiwaan yang satu ini berkaitan dengan ketahanan seseorang terhadap stres. Sementara, orang dari daerah yang pindah ke kota -untuk sekolah atau bekerja- harus pintar-pintar menyesuaikan diri. Masa adaptasinya tiga bulan. Jika dalam jangka waktu tersebut sukses hidup di perkotaan tanpa kehilangan jati dirinya, ke depan dia akan mudah menjalani hidup di kota besar.

Sementara, ada beragam gejala depresi. Tahap ringan umumnya ditunjukkan dengan susah tidur dan malas makan. Selain itu, orang yang biasanya mudah bergaul menjadi pendiam. Sehingga, dia suka mengurung diri atau mengisolasi diri. Bisa juga menjadi anhedonia (kehilangan minat). Sedangkan tahap sedang terjadi saat pengidap depresi mulai ada keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. Tahap berat terjadi jika seseorang mulai memikirkan cara dan sarana untuk melakukan bunuh diri. Berhati-hatilah, perhatikan diri Anda!

Jika seseorang mulai menceritakan rencana untuk bunuh diri, maka sebaiknya orang sekitar harus tanggap. Kalau sudah begitu, kerabat atau sahabat berusaha mengarahkan orang itu untuk berpikiran positif. Kalau tidak mampu, harus diajak untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Ada beberapa solusi mencegah depresi memberat. Jika jenuh dengan lingkungan kerja, tak ada salahnya beristirahat atau cuti. Mungkin, perlu wisata ke tempat favorit bersama keluarga atau teman. Jika depresi karena kedodoran dengan ritme kerja, solusinya membuat jadwal secara sistematis. Kalau terjadwal dengan baik, hidup lebih teratur dan enak. Yang tak kalah penting adalah selalu berpikiran positif. Itu dilihat dari sisi mental. Kalau dari sisi fisik, cukupi nutrisi.

Apalagi, hampir semua makanan antidepresi rasanya enak. Antara lain, cokelat, es krim, susu hangat, teh chamomile, pisang, avokad, kismis, dan sayuran hijau yang segar.

Ada banyak sekali zat yang terkandung dalam cokelat. Salah satunya, merangsang keluarnya endorpin. Endorpin meningkatkan rasa gembira dan mengurangi stres. Kalsium dan magnesium yang terkandung dalam es krim, kismis, avokad, pisang, dan susu juga menguntungkan. Efeknya, menenangkan, mengurangi ketegangan otot, menurunkan tekanan darah, memperbaiki tidur, dan relaksasi.

Sayuran hijau kaya vitamin B. Vitamin ini adalah elemen yang membantu pembuatan hormon penenang seperti serotonin dan dopamin. Kekurangan vitamin B6 membuat orang mudah nervous, lekas marah, bahkan depresi.
____________________________________________________________________

Seputar Insomnia

4- 2006

Apakah Anda sering mengalami kesulitan tidur? Apakah Anda bangun pada tengah malam dan tidak dapat tidur kembali? Setelah bangun tidur, Anda masih mengantuk sepanjang hari, bukan? Jika demikian, Ana salah satu penderita insomnia.

Apa penyebab insomnia?
Insomnia adalah buruknya kualitas tidur karena satu atau lebih berikut: kesulitan tidur, bangun lebih sering sepanjang malam dan sulit kembali tidur, bangun lebih pagi dan terjada di malam hari namun tidak dapat kembali tidur. Ada dua jenis insomnia, yaitu insomnia kronis dan insomnia sesaat (transient dan intermittent) Biasanya insomnia diakibatkan stres, perubahan hormon, adanya gangguan atau nyeri tubuh dan pengobatan tertentu. Insomnia yang terjadi dalam tiga malam atau lbih dalam seminggu dalam jangka waktu sebulan dianggap sebagai insomnia kronis. Salah satu penyebab insomnia kronis adalah depresi.

Penyebab lain
Artritis, penyakit ginjal, gangguan hati, asma, penyakit parkinson, hipertiroid serta gangguan tidur lain (narkolepsi, sleep apnea). Insomnia kronis juga dipengaruhi faktor perilaku, seperti penggunaan yang salah terhadap kafein, alkohol, melakukan aktivitas malam dan menerita stres yang kronis.

Sedangkan insomnia sesaat disebabkan stres, gangguan lingkungan, suhu yang ekstrim, perubahan lingkungan sekitar, masalah skedul tidur ataupun efek samping pengobatan. Insomnia sesaat (transient dan intermittent) tidak membutuhkan perawatan khusus karena beberapa hari keudian tidur Anda akan kembali normal.

Biasanya penderita insomnia adalah para senior. Mereka mengalami kesulitan tidur atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali. Sekitar 12-25 persen orang lanjut usia dilaporkan menderita insomnia kronis, namun hanya kurang dari 15% yang melakukan terapi.

Beberapa perilaku yang dapat menyebabkan Anda menderita insomnia abadi, yaitu:
* Mengkonsumsi kafein berlebihan
* Minum alkohol sebelum tidur
* Merokok sebelum tidur
* Tidur siang berlebihan di siang atau sore jari
* Gangguan tidur secara berulang atau tidak teratur

Tip tidur nyenyak
* Membuat jadwal tidur
* Melakukan olahraga selama 20-30 menit setiap hari
* Olahraga 5-6 menit sebelum tidur
* Hindari kafein, nikotin dan alkohol
* Relaks sebelum tidur seperti mandi air hangat, membaca atau melakukan kegiatan relaks untuk memudahkan tidur.
_________________________________________________________________

Bipolar, Merasa Diri Nabi

2- 2006

Jika orang yang Anda kenal merasa diri hebat, mengaku Jenderal, bahkan malaikat, nabi atau wakil Tuhan, waspadalah. Siapa tahu ia mengalamai gangguan bipolar (manik depresi).

Salah satu tanda bipolar yang menonjol, menurut Dr. Yul Iskandar, Sp.KJ, Ph.D, psikiater dari RS Khusus Dharma Graha, memang dlusi kebesaran (grandiosity). Celakanya, orang bipolar juga biasanya memiliki insting kuat dan apa yang terjadi pada dirinya sepertinya masuk akal, sehingga orang lain mudah tersugesti.

“Karenanya tak sedikit orang yang mengaku hebat itu lalu banyak pengikutnya, meskipun klaim bahwa dia mendapat suara atau bisikan slit dibuktikan,” tutur Dr. Yul.

Kondisi itu tak ubahnya hidup keseharian kita yang diberondong tayangan magis-mistik, dan lama-kelamaan membuat kita percaya juga.

Merusak hubungan
Gangguan bipolar sendiri merupakan penyakit mental kronis dan parah yang juga dikenal sebagai manik depresi. Gangguan ini menyebabkan terjadinya perubahan suasana hati, energi, dan perilaku lain yang tidak normal. Akibatnya berpengaruh buruk pada prestasi sekolah maupun kerja, merusak hubungan antarmanusia, bahkan bisa berakhir dengan tindakan bunuh diri.

Gangguan itu belum diketahui secara pasti penyebabnya, tetapi diduga berkaitan dengan virus yang menyerang otak. Serangan virus berlangsung semasa janin dalam kandungan atau di tahun pertama sesudah lahir. Namun, baru 15-20 tahun kemudian mewujud menjadi bipolar.

“Itu karena pada usia 15 tahun kelenjar timus dan pinelis yang mengeluarkan hormon yang dapat mencegah gangguan psikiatrik hebat sudah berkurang menjadi 50 persen,” papar Dr. Yul, dalam acara dialog media di Jakarta, belum lama ini.

Di samping delusi kebesaran, tanda lain dari bipolar adalah hiperaktivitas, mudah marah, murung, ide meloncat-loncat, dan bunuh diri. Sekitar 16 persen dari pasien bipolar berkencederungan untuk membunuh dirinya.

“Kebut-kebutan atau ngetrek itu juga termasuk gejala bunuh diri, tetapi sebetulnya kasus bunuh diri di Jakarta masih kecil,” katanya.

Saat ini di Amerika Serikat, sekitar 1 persen dari populasi orang usia 18 tahun ke atas mengalami gangguan bipolar. Jika angka itu juga berlaku di Indonesia, berarti bisa lebih 2 juta penderitanya.

“Yang berkonsultasi ke psikiater baru kira-kira 30 sampai 50 persen karena mereka merasa tidak tergangu,” tambahnya. Dr. Yul. sendiri baru menangani sekitar 30-50 orang pasien bipolar.

Akibat anggapan salah itu, tak sedikit pasien yang bari berkonsultasi ke psikiater 6 tahun setelah gejala depresi muncul. Tentu saja kondisi penyakitnya sudah berat. Selama kurun waktu itu banyak juga pasien yang lebih dulu dibawa melanglang berobat ke tempat lain, bisa medis maupun alternatif. dan tidak langsung menuju dokter ahli jiwa.

Tidak seperti skizofrenia, pada bipolar ada kalanya terjadi fase baik. Mungkin itu sebabnya proses terapi akhirnya berlangsung tidak maksimal.

Terapi jangka panjang
Perkembangan gangguan bipolar umumnya terjadi di akhir masa remaja atau awal masa dewasa. Namun, pada beberapa penderita sudah mulai terjadi di masa kanak-kanak, sementara yang lain baru muncul menjelang akhir kehidupannya. Bipolar memang seringkali tidak bisa dikenali sebagai penyakit, meski pasien mungkin sudah menderita selama bertahun-tahun sebelum benar-benar terdiagnosa.

Seperti penyakit kronis lain, bipolar butuh perawatan jangka panjang, bahkan bisa sepanjang hidup pasien. Namun, yang penting, penyakit ini punya masa depan cukup cerah karena sudah ada obatnya. dokter biasanya akan memberikan terapi obat ini selama 5 tahun.

“Setelah itu kita coba hentikan. Kalau selama dua tahun tak pernah muncul gejala, dinyatakan sembuh,” ungkap Dr. Yul. Kemungkinan kambuh pada pasien yang menjalani terapi dengan obat ini sekitar 30 persen.

Obat-obatan yang dipakai saat ini dan sudah mendapat izin FDA (Food and Drug Administration) adalah mood stabilizer (menghentikan perubahan mood) seperti valproate, lithium, oxcarbazepentin. Obat-obatan tersebut akan membantu menyeimbangkan kondisi manik dan depresi pasien. Dengan pengobatan yang tepat ganggu bipolar dapat dikontrol secara baik.

Sayangnya, penggunaan obat bukannya tanpa efek samping. Lithium misalnya bisa memengaruhi kognisi, menyebabkan tremor, gangguan pencernaan, endokrin, menambah berat badan, gangguan kulit. Lithium juga sangat toksik. Bila diminum tidak tepat aturan, misalnya 3 kali dosis yang seharusnya, bisa berakibat kematian.

Intervensi terapi komplementer seperti rileksasi, meditasi, latihan pernapasan, terapi tertawa, dan terapi perilaku juga bisa dilakukan. Semua itu dapat membuat pasien lebih tenang.

Yang terpenting, saran Dr. Yul, keluarga memberikan dukungan penuh bila ada anggotanya yang mengalami bipolar. Caranya, dengan mengenali gejala dan segera membawanya ke dokter ahli jiwa.

Semakin dini gangguan ini diketahui dan makin cepat diobati, tentu akan optimal hasil yang dicapai.

Sumber: Senior
__________________________________________________________________
Aura Sehat, Hidup Lebih Bahagia

2- 2006

Apa sih aura itu? Aura adalah sinar elektromagnetik yang berada 4 oktaf di bawah kemampuan penglihatan mata kasat dengan panjang gelombang 12-6 mikron dan frekuensi 60-120 Hz.

Aura yang sehat, kata Liany Hendranata, seorang ahli aura melingkari tubuh fisik seseorang dengan bentuk elips jelas dengan tepian padat mulus serta warna cemerlang. Pancaran aura yang sehat dan sangat kuat secara spiritual dapat dilihat pada lukisan Bunda Maria, Isa Almasih, Dewi Kuan Im, Sidartha Gautama.

Aura yang sehat dan kuat berfungsi:
Memberi pesona dan karisma yang memunculkan inner beauty.
Memberi perlindungan dari energi negatif dari luar.
Memberi energi menyehatkan untuk tubuh fisik dan psikis.
Memberi perisai bagi kita, sehingga tak mudah didominasi orang.

Yang memperlemah aura:
Stres berkepanjangan sebab stres adalah pikiran negatif.
Makan tak teratur dan banyak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan beraura kotor, contoh ikan lele, kodok dan babi.
Kurang memperhatikan kesehatan fisik, termasuk kurang olahraga.
Banyak menyerap energi negatif, baik dari makhluk hidup maupun benda-benda yang memiliki medan energi kuat.

Agar aura kuat dan sehat:
Berpikir positif dan berusaha memiliki perusahaan bahagia di setiap situasi.
Membiasakan diri selalu hifup rileks.
Bersenam atau jalan kaki di alam terbuka.
Banyak mengonsumsi makanan sehat dan alami
Giat terlibat dalam kegiatan keagamaan dan rajin beramal.
Mandi di laut
Banyak beristirahat di bawah pohon rindang.
Melakukan terapi aroma yang terbukti menenangkan dan mempertebal medan aura.
Latihan rileksasi, meditasi, prana, reiki, auto hipnosis.

Sumber: Senior
________________________________________________________________
Cukup Sabarkah Anda Menghadapi Stres?

2- 2005

Apa yang Anda lakukan saat hidup terasa begitu benar? Bagaimana Anda mengatasi kondisi-kondisi yang sulit? Ikutilah kuis yang dikutip dari situs psikologi dan juga menyediakan layanan konseling yang berpusat di Amerika Serikat ini untuk mengetahui bagaimana tipe dan gaya Anda menghadapi stres. Beri nilai 1 untuk jawaban a, 2 untuk b, dan 3 untuk c.

1. Sejujurnya, bagaimana Anda menilai kesabaran Anda?
a. sangat sabar, mungkin
b. bagus
c. cukup sabar

2. Seberapa sering Anda bicara dengan teman atau keluarga lewat telepon?
a. Saya hanya menggunakan telepon jika benar-benar perlu
b. telepon membantu saya menjaga hubungan baik dengan mereka.
c. saya sering ngobrol sepuasnya dengan mereka.

3. Kalimat apa yang paling tepat menggambarkan diri Anda saat menghadapi masalah?
a. yakin mampu mengatasi apapun.
b. berdamai dengan apa pun atau siapapun
c. cuek, santai saja

4. Bagaimana situasi-situasi yang tidak terduga memengaruhi perasaan Anda?
a. baik-baik saja
b. tergantung seberapa parah masalahnya
c. mendebarkan

5. Bagi Anda stres dalam hidup ini ibarat:
a. rasa sakit wanita saat melahirkan (diperlukan, meski hanya sesaat)
b. garis-garis di tubuh macanloreng (menyebar dan konstan)
c. lubang-lubang di jalan (acak, tak terduga, dan menjengkelkan)

6. Sejujurnya, seberapa lembut hati Anda?
a. bisa jadi sangat lembut
b. cukup lembuat
c. sebaiknya sangat keras

7. Pada skala 1 hingga 10 (1 terbaik dan 10 terburuk), kebanyakan masalah Anda terletak pada angka:
a. 1 hingga 4
b. 4 hingga 6
c. 6 hingga 8

8. Apa yang Anda rasakan ketika berpikir tentang uang?
a. saya bisa mengatasinya
b. cukup membuat saya pusing
c. pasti memusingkan saya

9. Apa yang Anda rasakan ketika hidup menjadi terlalu berat buat Anda?
a. Ada masanya hidup memang berat
b. mencoba mengalir mengikuti arus
c. tentu saja tertekan

Nilai 9-15
Anda layaknya Sang Budha. Dengan mata setengah tertutup dan sesungging senyum tipis di bibir, Anda bisa menerima situasi stres seberat apa pun dengan tenang. Tampaknya tidak ada sesuatu yang bisa mengejutkan Anda, sebab Anda selalu berusaha mengantisipasi masalah-masalah yang timbul. Sering stres, justru memicu Anda untuk membuat perubahan. Sayangnya, langkah-langkah Anda yang terlalu tenang justru sering menyebabkan masalah tertunda dan mengendap lebih lama. Cobalah untuk bergerak lebih cepat dan sigap ketika menghadapi masalah!

Nilai 16-20
Tenang Bung, santai adalah prinsip Anda. Anda juga ahli meringankan stres orang lain, memberikan kata-kata sejuk semisal, “Semuanya pasti akan baik-baik saja.” Anda selalu berhasol menegaskan, kita semua cuma manusia yang tak luput dari stres. Saat stres datang, bisa jadi Anda akan dengan refleks melawannya, misalnya membanting telepon atau malah merangkak sembunyi di balik selimut. Namun, ekspresi jujur terhadap apa yang Anda rasakan tetap jauh berharga dan bermanfaat. Besok adalah hari yang lain, jadi santai saja!

Nilai 21-27
Anda mirip Elvis yang memainkan tongkat mike di atas panggung. Penuh percaya diri. Meski untuk itu sah-sah saja Anda melarikan diri ke hal-hal yang justru bisa mergikan, misalnya makanan, kopi, rokok, alkohol, atau bahkan yang lebih parahlagi. “Yang penting stres hilang dulu!” kata Anda. Cobalah untuk percaya diri tanpa harus mencari sandaran ke hal-hal negatif. Mengikuti latihan yoga atau kelas-kelas kebugaran pasti bisa menjadi alternatif positif.

Sumber: Senior
______________________________________________________________
Penghargaan Diri

1- 2005

Definisi penghargaan diri dapat dinyatakan sebagai suatu reputasi yang kita miliki sendiri. Hal ini bukan suatu perasaan atau suatu perlengkapan baru atau suatu pujian. Pakian baru, pujian dan semua yang bersifat sementara membuat kita merasa baik untuk sesaat, tetapi mereka memiliki suatu kualitas yang cepat terhadap sesuatu yang diperlukan untuk dipertahankan sesering perubahan badai dalam kehidupan kita. Semua yang bersifat sementara ini tidak akan bertahan lama atau permanen. Penghargaan diri dicari oleh kita dan untuk kita, dan tidak diberikan secara alami oleh alam kepada beberapa orang tidak juga pada orang lain. Kita dilahirkan tidak serta merta dengan suatu penghargaan diri yang tinggi tetapi memerlukan suatu cara atau orang lain jika kita berjalan mengarungi kehidupan dengan kedamaian dan kerukunan. Beberpa diantara kita memperoleh penghargaan diusia awal dan sebagian lagi harus bekerja sangat panjang dan keras untuk mendapatkan reputasi yang baik agar kita mampu mewakili siapa sebenarnya kita.

Ketika kita menemukan penilaian diri kita, tidak berarti kita tidak akan pernah tahu kepedihan, kesengsaraan, kegelisahan dan depresi, tetapi kita akan mengalami keadaan ini dan kita tidak dapat mengatasinya sesegara mungkin jika kita tidak selalu memacu diri kita.

Menghormati nilai dan peranan kita melibatkan penerimaan terhadap diri kita, menyusun harapan yang realistis, memaafkan diri kita dan orang lain, mengambil resiko, percaya dan mengepresikan diri. Hal ini tercermin pada penghormatan kreativitas kita, pikiran, tubuh, dan kepercayaan diri.

Nathaniel Branded, penulis “The Six Pillars of Self-Esteem” dan “The Psychology of Romantic Love,” mengatakan bahwa ada tiga tantangan dalam hidup yaitu memiliki kemampuan untuk merawat diri sendiri secara independen, mengembangkan kompetensi pada semua hubungan dan daya tahan. Kita semua pernah merasakan kepedihan dan kekalahan, tetapi elemen yang lebih penting di sini adalah kita pasti kembali ke arena. Ini merupakan tanda penghargaan diri yang yakin. Kehidupan akan memukul jatuh kita tetapi penilian diri kita mengatakan bahwa pengalaman terjadi pada kita tetapi bukan terjadi pada siapa diri kita.

Ada enam prinsip penghargaan diri menurut Branden, yaitu Jalani hidup dengan penuh kesadaran, penerimaan diri, tanggung jawab terhadap diri sendiri, ketegasan diri, hidup dengan tujuan yang jelas dan integritas diri.
Sumber:vision.net.id
________________________________________________________________
Depresi Berat Masih Dapat Disembuhkan

9- 2005

Penderita depresi berat jika tidak segera ditangani secara serius dapat menyebabkan kematian. Penderita gangguan mental ini sebagian besar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Pada umumnya penderita depresi berat mengalami sukar merasa bahagia dan konsentrasi cepat buyar. Gejala psikis ini sering disertai dengan gejala fisik, seperti misalnya penurunan berat badan atau berat badan malahan bertambah drastis.

Gangguan pola tidur juga merupakan tanda seseorang mengalami proses depresi. Motivasi dan produktivitas kerja pada gilirannya mengalami pengurangan. Biasanya penderita depresi berat akan menjauh dari linkungan keluarga. Mereka menarik diri dari lingkungan sosial dan pada akhirnya tidak dapat melakukan tugas dan pekerjaan.

Selain gejala di atas juga disebutkan tanda-tanda lain seseorang menderita depresi berat, antara lain:

Rasa gelisah yang berlebihan,

Perlambatan gerakan motorik,

Perasaan tidak berguna dan gampang putus asa,

Gangguan seksual, serta

Munculnya pikiran dan keinginan tentang kematian dan bunuh diri.

Dua Penyebab Depresi

Ada dua penyebab depresi. Pertama adalah faktor biologis, termasuk faktor genetik. Kedua,
adalah faktor psikososial.

Faktor biologis misalnya karena sakit, pengaruh hormonal, atau depresi pascamelahirkan. Sedang faktor psikososial misalnya konflik pribadi atau interpersonal, masalah eksistensi atau masalah keluarga. Depresi, gangguan suasana perasaan atau mood sering dianggap sebagai masalah pribadi dan bukan sebagai penyakit.

Para pakar menilai depresi sebagai gangguan pada otak yang harus mendapat perawatan serius. Salah satu hipotesa menyebutkan, depresi disebabkan gangguan regulasi neurotransmitter dalam otak. Neurotransmitter atau sel kimia dalam otak antara lain bertanggung jawab mengendalikan gangguan alam perasaan pada manusia.

Bila gangguan neurotransmitter, norepinephrin dan serotonin di jaringan otak dikoreksi dengan pemberian zat anti depresan kepada penderita, pasien depresi dapat disembuhkan. Terapi dengan obat antidepresan ini disebut farmakoterapi. Biasanya, terapi ini makan waktu dan hasilnya tidak langsung tampak.

Namun, obat antidepresan kadang membawa efek samping seperti mulut kering, sakit kepala, rasa mual, dan rasa mengantuk atau sedasi pada pasien.

Meditasi dan relaksasi sebenarnya dapat mengurangi ketegangan dan depresi, karena merangsang otak untuk beristirahat. Selain itu, olah raga dan yoga juga efektif dalam menanggulangi fase depresi. Meditasi dan relaksasi, olahraga, dan yoga ini terbukti ampuh dan hemat biaya untuk proses penyembuhan depresi, bahkan yang berat sekalipun.
Sumber:detikhealth.com
______________________________________________________________
Krisis Usia Pertengahan

5- 2005

Gangguan mudah lelah, sulit konsentrasi, gampang mengantuk, merupakan sebagian dari gejala andropause.

Namun, gejala itu biasanya terjadi pada pria yang telah berusia 60-an tahun. Jika gejala itu terjadi pada usia 45-an, apa penyebabnya?

Bukan Andropause
Beberapa keluhan Anda, yaitu mudah lelah, sulit berkosentrasi, dan cepat mengantuk memang merupakan sebagian gejala andropause. Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalami gejala seperti itu pasti mengalami andropause. Apalagi mengingat usia Anda baru 45 tahun, yang berarti jauh dari usia andropause pada umumnya.

Andropause yang sebenarnya hanya dialami oleh sedikit pria pada usia 60-an tahun. Tidak semua pria mengalami masa andropause, walaupun pada pria usia lanjut terjadi penurunan kadar hormon testosteron di dalam darah.

Pada usia pertengahan, seperti usia Anda saat ini, masalah yang terjadi ialah “krisis usia pertengahan”. Pada usia ini, tidak sedikit pria dan wanita yang mengalami krisis dalam kehidupan seksualnya. Pada usia ini orang merasa secara fisik tidak seperti dulu lagi karena mengalami perubahan kemunduran.

Pria yang merasakan itu sangat khawatir kehilangan kemampuan seksualnya. Karena itu, banyak pria yang kemudian ingin menguji kemampuan seksualnya dengan mencari wanita lain, yang jauh lebih muda.
Kalau ternyata kontak seksual dengan wanita lain itu memberi kepuasan yang diharap, ia akan menganggap ada sesuatu yang kurang pada istrinya.

Dan mudah dimengerti kalau pria itu kemudian terus melakukan kontak seksual dengan wanita itu. Meski begitu, bila kontak seksual yang semula hanya untuk uji coba itu berlanjut lebih jauh sampai melibatkan emosi yang dalam, terjadilah kemudian perkawinan yang kedua.

Jengkel Seks
Sekitar 20 persen pria dan wanita mengalami “fenomena seks yang padam” pada usia pertengahan. Fenomena ini muncul karena kejenuhan dan kejengkelan terhadap aktivitas seksual yang monoton.

Kejenuhan seksual merupakan salah satu penyebab awalnya. Bagi pasangan yang sudah lama menikah, kejemuan seksual memang sering muncul, yang disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual.

Bisa jadi masalah yang Anda alami adalah gejala “krisis usia pertengahan” yang disebabkan penurunan kemampuan fisik dan kejenuhan terhadap suasana monoton yang telah berlangsung sekian lama. Pada keadaan ini Anda tidak memerlukan pengobatan hormon (TSH) karena kadar hormon testoteron pada umumnya masih normal.

Namun, tentu diperlukan pemeriksaan untuk memastikan ada tidaknya gangguan fisik atau psikis yang mengakibatkan munculnya keluhan seperti yang Anda alami. Untuk mengetahui normal tidaknya kadar hormon testosteron, diperlukan pemeriksaan laboratorium.

Pengobatan hormon testosteron dapat Anda peroleh di dokter spesialis andrologi setelah mendapat pemeriksaan sebelumnya. Soal apakah Anda memang memerlukan pengobatan hormon atau tidak, ditentukan oleh hasil pemeriksaan yang benar.

Dipengaruhi Lima Faktor
Dorongan seksual dipengaruhi oleh lima faktor. Pertama, hormon testosteron. Kedua, keadaan kesehatan tubuh. Ketiga, faktor psikis. Keempat, rangsangan seksual dari luar, baik rangsangan fisik ataupun psikis. Kelima, pengalaman seksual sebelumnya.

Kalau faktor di atas mendukung, dorongan seksual menjadi kuat. Misalnya, bila rangsangan seksual diterima cukup baik dari pasangan, dorongan seksual kuat. Sebaliknya, bila faktor di atas menghambat, dorongan seksual lemah atau bahkan hilang. Sebagai contoh, bila keadaan kesehatan terganggu karena suatu penyakit, dorongan seksual menurun.

Kalau Anda merasakan dorongan seksual yang kuat, itu berarti faktor yang mempengaruhinya baik. Mengingat usia Anda masih muda, hampir pasti keadaan kesehatan Anda baik, yang mendukung dorongan seksual.

Sayangnya Anda tidak jelaskan sejak kapan Anda menikah. Kalau Anda menikah belum lama, tentu secara psikis belum muncul kejenuhan terhadap situasi dalam relasi dengan istri. Berbeda kalau usia pernikahan sudah lebih lama, apalagi kalau tidak ada variasi situasi dalam relasi dengan istri.

Dengan dorongan seksual yang kuat, wajar bila Anda ingin sering melakukan hubungan seksual. Sayangnya istri merasa tidak sanggup, walaupun Anda tidak menjelaskan mengapa istri seperti itu. Jadi, masalah yang Anda hadapi sebenarnya adalah kesenjangan seksual dengan istri.

Alasan Tersembunyi
Saya pikir perlu diketahui mengapa istri “tidak sanggup”. Atau, adakah masalah tertentu di balik pengakuan “tidak sanggup” itu? Apakah istri Anda dapat merasakan kepuasan seksual selama ini?

Kalau tidak dapat mencapai kepuasan seksual, akan muncul kecenderungan enggan, bahkan menolak hubungan seksual. Namun, kalau dapat mencapai kepuasan seksual, muncul kecenderungan ingin melakukan hubungan seksual lebih sering. Karena itu, banyak istri yang dapat mencapai orgasme berkali-kali (multiple orgasm). Kemungkinan lain, kebugaran fisik istri kurang baik sehingga mudah lelah, lalu merasa tidak sanggup lagi.

Kalau ingin menekan dorongan seksual Anda, cobalah lakukan kegiatan fisik dan mental juga. Dengan keseimbangan kegiatan fisik dan mental, dorongan seksual pada umumnya dapat ditekan.

Upaya yang Anda lakukan mungkin hanya atau lebih banyak kegiatan fisik saja. Cobalah lakukan juga kegiatan yang menggunakan pikiran dan rasa. Dengan keseimbangan itu diharapkan dorongan seksual Anda dapat ditekan.

Tentu saja tidak dapat dikesampingkan kemungkinan Anda seorang hiperseksual. Untuk menentukan ini diperlukan konsultasi lebih jauh, apakah benar dorongan seksual dan perilaku seksual Anda memenuhi ketentuan pada hiperseksualitas.

Hal penting yang perlu Anda perhatikan ialah jangan memaksa istri bila dia menyatakan sudah tidak sanggup lagi. Kalau dipaksa dapat terjadi akibat buruk bagi kehidupan seksualnya kelak.
________________________________________________________________
Gangguan Stress Pasca Trauma

3- 2005

Gangguan stress pasca trauma adalah suatu gangguan kecemasan yang timbul setelah mengalami atau menyaksikan suatu ancaman kehidupan atau peristiwa-peristiwa trauma, seperti perang militer, serangan dengan kekerasan atau suatu kecelakaan yang serius. Peristiwa trauma ini menyebabkan Anda memberikan reaksi dalam keadaan ketakutan, tak berdaya dan mengerikan. Mengalami penderitaan akibat perlakuan kejam yang berulang, ikut perang, atau menyaksikan serangan teroris di Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 adalah contoh insiden yang menakutkan yang mungkin mengarah pada gangguan stres pasca trauma pada mereka yang mengalaminya atau terlibat langsung di dalamnya.

Gejala-gejala umum meliputi :
Kenangan yang muncul kembali dalam ingatan dan berulang-ulang, sangat mendalam dan mengganggu akibat peristiwa tersebut.
Berusaha menghindari keadaan-keadaan yang mengingatkan Anda pada peristiwa tersebut.
Menjadi mati rasa secara emosional dan suka menyendiri.
Sulit tidur dan konsentrasi, ketakutan atas keselamatan pribadi.
Bila gejala-gejala gangguan stres pasca trauma menjadi parah, gangguan tersebut menimbulkan ketidakmampuan. Apa sebabnya beberapa orang dari mereka akan berkembang menjadi gangguan stres pasca trauma setelah mengalami peristiwa yang sama adalah tidak jelas. Resiko akan mengalami gangguan stres pasca trauma meningkat oleh karena banyak faktor, termasuk intensitas beratnya peristiwa yang dialami, sejauh mana Anda terlibat di dalamnya, dan seberapa hebatnya Anda bereaksi. Sementara itu penyebab sebenarnya dari gangguan stres pasca trauma tidak diketahui. Anda beresiko tinggi menderita gangguan stres pasca trauma jika Anda mempunyai riwayat keluarga yang mengalami depresi. Kemungkinan lain adalah dilepaskannya hormon-hormon tertentu oleh otak ( misalnya kortisol ) dan zat-zat kimia lainnya sebagai respons terhadap rasa takut. Hormon-hormon dan zat-zat kimia ini juga akan membangkitkan kenangan-kenangan tersebut. Orang-orang dengan ketidakseimbangan zat kimia tertentu dalam otaknya mungkin resiko terjadinya gangguan stres pasca trauma akan meningkatkan.

Gangguan stress pasca trauma berkembang dalam waktu 3 bulan setelah mengalami trauma, walaupun mungkin mula-mula terjadi pada bulan-bulan atau tahun-tahun berikutnya. Gejala-gejala berakhir kira-kira 3 bulan dan ini terjadi pada sebagian dari mereka dengan gangguan stres pasca trauma. Penderita lainnya mengalami gejala yang hilang timbul beberapa kali selama beberapa tahun.

Gangguan stres pasca trauma dapat diobati dengan baik. Terapi yang dilakukan berupa konseling dan kadang-kadang menggunakan obat-obatan ( seperti antidepresan ). Pengobatan awal adalah penting dan mungkin membantu mengurangi gejala-gejala jangka panjang. Sayangnya, kebanyakkan orang tidak mencari pengobatan dan tidak mengetahui gejala-gejala gangguan stres pasca trauma bahkan oleh seorang perawat sekalipun. Keadaan-keadaan lain sering terjadi bersamaan dengan gangguan stres pasca trauma ini, seperti depresi dan penyalahgunaan zat.
________________________________________________________________
Depresi

0- 2004

Merupakan keadaan sakit jiwa ringan, bukan hanya rasa sedih biasa yang setiap orang mungkin sering merasakan. Depresi tidak bisa sembuh sendiri, perlu diobati dan jika tidak akan bertambah berat.

GEJALA
Merasa selalu sedih
kehilangan perhatian terhadap aktifitas sehari-hari
Tidak bisa konsentrasi/membuat keputusan
Berpikir untuk bunuh diri/mati
Gangguan kebiasaan tidur
Rasa cemas
Tidak ingin bicara/bergaul dengan orang lain
Nafsu makan dan berat badan menurun, merasa lemah
Merasa kesepian, tidak berharga, rasa bersalah
PENYEBAB
Tidak ada sebab nyata
Stres berat
Perubahan hormon pada wanita selama menstruasi, sehabis melahirkan, dan periode menopause
Penyakit tertentu seperti pendarahan otak, penyakit ruam syaraf, psoriasis
KOMPLIKASI
Peningkatan keadaan depresi, sehingga penderita tidak dapat memenuhi tugas-tugasnya
Usaha untuk bunuh diri
YANG DAPAT ANDA LAKUKAN
Konsultasi ke dokter
Minum obat atas resep dokter secara teratur
TINDAKAN DOKTER
Memberikan nasehat
Memberikan obat anti-depresi
Merujuk ke ahli psikoterapi
Merujuk ke ahli jiwa (psikhiater)

Sexually Frustated

In MAULANA ALI AHMAD on Februari 10, 2008 at 4:29 am

Sexually Frustated
2- 2008

Malam itu terasa agak panas namun dapat disejukkan dengan dinginnya AC yang terdapat di ruang tamu. Niken, seorang wanita berusia 28 tahun mengeluh kepada Asti, sahabatnya tentang permasalahan rumah tangganya di ruang tamu tersebut. Niken menceritakan dirinya akhir-akhir ini tidak pernah mengalami orgasme saat berhubungan dengan Erwin, sang suami yang seorang pekerja kantoran berusia 30 tahun.

“Bagaimana mau orgasme, baru sebentar saja sudah selesai,” ujar Niken kesal. “Kalau pulang dari kantor tiap hari kerjanya marah-marah terus, gampang banget tersinggungnya,” tambah Niken kepada Asti. Apalagi ditambah dengan gelagat Erwin yang kadang terlihat malas untuk melakukan hubungan seks. Niken merasa seakan-akan ‘bermain’ sendirian dan tidak mencapai kepuasan yang diinginkan.

Memang, mungkin usia pernikahan mereka masih tergolong cukup muda dan masih ingin mendambakan suasana romantis dan kepuasan secara seksual. Namun, apa boleh dikata, Erwin yang mengalami kelelahan fisik dan pikiran ini berimbas pada suasana kehidupan seksual mereka yang berubah menjadi kurang harmonis. Pekerjaan kantor akhir-akhir ini begitu menumpuk sehingga membuat pikiran Erwin cukup stres.

Masalah di atas adalah beberapa contoh gangguan hubungan seksual yang sering terjadi di kehidupan berumah tangga. Tidak sedikit pasangan suami-istri yang mempunyai masalah dalam hubungan seksual tetapi enggan untuk bercerita langsung kepada pasangannya. Sebenarnya banyak gangguan hubungan seksual yang dapat diatasi bersama dengan pasangan, karena tidak semua gangguan fungsi seksual disebabkan oleh faktor fisik, tetapi dapat pula disebabkan oleh faktor psikis.

Peran istri menjadi sangat berarti untuk mengatasi gangguan fungsi seksual yang dialami oleh suami. Penjelasan di bawah ini akan membahas tentang gangguan fungsi seksual, khususnya gangguan fungsi seksual yang sering dialami oleh kaum pria.

Dr. Nugroho, seorang seksolog yang berpraktek di RS Fatmawati ini juga mengatakan hal yang sama. “Salah satunya adalah stres yang dialami oleh para kaum pria mungkin karena pekerjaan di kantor, kemacetan lalu lintas atau yang menyebabkan ketegangan lainnya”, ujar Dr. Nugroho. Bila istri ikut stres, akan menambah beban pikiran suaminya. Setelah itu timbul lah rasa rendah diri yang berlebihan. Misalnya istri gajinya lebih besar, atau selalu memandang rendah suaminya.

Ini akan mengakibatkan sakit hati atau tersinggung sehingga terbawa terus dalam pikiran. Tersinggung juga bisa disebabkan oleh kata-kata atau perlakuan istri. Misalnya istri mengatakan kok ‘burung’ suaminya kecil, kok ini, kok itu dan sebagainya, sehingga suaminya ‘tersinggung’ dan tidak bisa ereksi lagi.

Istri yang cerewet juga bisa membuat suami kesal. Jika ini terus-menerus berlangsung maka akan timbul cemas dan rasa takut. Hal ini sering juga terjadi pada pasangan yang setelah pernikahannya berjalan satu tahun belum mempunyai keturunan lalu memeriksakan dirinya ke dokter. Dokternya kemudian mengatakan bahwa dia mandul, sehingga mempengaruhi pikirannya. Kemudian muncul rasa takut dan akhirnya bisa juga menyebabkan impoten karena stres.

Selain itu, stres juga mengakibatkan rasa lelah. Hal ini bisa juga menyebabkan penis kurang bergairah dan loyo. Dalam hal ini peranan istri sangat besar artinya di samping perlunya berkonsultasi ke psikolog maupun ke psikiater atau dokter ahli jiwa. Satu hal penting yang harus diingat dalam menyelesaikan masalah ini adalah keterbukaan antara kedua belah pihak. “Jangan ada yang ditutupi, sehingga psikolog atau psikiater yang membantu menanganinya tidak mengalami kesulitan”, tambah dokter yang berkacamata ini.

Orang yang hidup di kota besar identik dengan stres, baik itu karena pekerjaan, kemacetan ataupun permasalahan lainnya. “Stres yang dibiarkan berlarut-larut tidak hanya mengganggu kesehatan jiwa, tetapi juga sudah terbukti pada penurunan gairah dan fungsi seksual,” tegasnya. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita berbenturan pada berbagai macam bentuk tekanan atau stres. Tekanan terjadi apabila unsur-unsur yang mendesak dalam kehidupan seakan-akan melebihi kapasitas diri untuk menanganinya.

Tekanan yang sederhana boleh menjadi suatu bentuk dorongan yang kuat. Ia dapat menolong tubuh untuk bekerja dengan baik dan membantu pada kesehatan mental. Tekanan luar biasa yang berpanjangan merupakan sesuatu yang merisaukan. Hal ini mempunyai kesan-kesan psikologi yang negatif. Ini akan membawa kepada beberapa penyakit seperti ulser perut, tekanan darah tinggi dan migrain. Jika tidak dirawat, tekanan yang dihadapi akan membuat orang merasa tidak berdaya dan berguna.

Cara menangani tekanan yang dihadapi amat penting dalam menentukan kesehatan mental dan fisik. Justru itu, amat penting untuk mengenali gejala-gejala yang berkaitan dengan tekanan dan memikirkan kaedah atau sistem terbaik yang bersesuaian dengan diri untuk mengurangi tekanan. Pola makan juga harus seimbang. Tidak perlu makan makanan yang spesial karena bisa menjadi tidak sehat karena tidak seimbang.

Selain itu pasangan harus tahu bagaimana melakukan hubungan seksual yang baik karena terkadang ketidakseimbangan kepuasan seksual salah satu pasangan juga membuat disfungsi seksual terhadap pasangan. “Yang paling penting adalah keterbukaan pada pasangannya karena ini menyangkut masalah seksualitas jika tidak maka pasangan tidak akan pernah tahu apa yang kita inginkan,” tambah Dr. Nugroho.

Hal yang perlu diketahui tentang Disfungsi Seksual

Gangguan fungsi seksual adalah gangguan pada salah satu atau lebih aspek fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual dapat terjadi pada dorongan seksual, reaksi organ kelamin terhadap rangsangan sampai pada orgasme sebagai puncak reaksi seksual.

Pada dasarnya gangguan fungsi seksual disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Penyebab fisik dapat berupa kelainan lokal pada organ kelamin maupun karena suatu penyakit sistemik. Sedangkan penyebab psikis adalah hal-hal kejiwaan yang mengurangi atau menghilangkan reaksi seksual pada seseorang.

Gangguan fungsi seksual dapat diatasi sesuai dengan penyebabnya, apakah fisik atau psikis. Bila penyebabnya psikis maka diatasi dengan konseling seksual, dan bila penyebabnya fisik diobati dengan obat-obatan, terapi nutrisi dan penggunaan alat Bantu.

Ada penderita yang dapat sembuh dengan satu jenis terapi namun ada pula yang memerlukan kombinasi beberapa terapi untuk mendapatkan kesembuhan yang optimal. Keberhasilan terapi sangat bergantung dari jenis disfungsi seksual, penyebabnya, lama terjadinya dan faktor penyulit lain.

Baik wanita maupun pria dapat mengalami penurunan atau kehilangan dorongan seksual/gairah seksual. Sering terkesan gangguan seksual lebih umum dialami oleh wanita padahal banyak pula pria yang mengalami masalah tersebut.

Ada dua jenis hilangnya dorongan seksual, yaitu primer dan sekunder. Yang dimaksud hilangnya dorongan seksual primer adalah bila tidak ada dorongan seksual sejak semula. Sedangkan sekunder bila pria mengalami kehilangan dorongan seksual, padahal sebelumnya normal.

Hilangnya dorongan seksual ini dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun psikis. Penyebab psikis antara lain perasaan bersalah karena telah berselingkuh, stres berkepanjangan, dan pengalaman seksual yang tidak menyenangkan seperti pernah diperkosa pada waktu kecil. Sedangkan penyebab fisik yang dapat menyebabkan hilangnya dorongan seksual antara lain gangguan hormon atau menurunnya kadar hormon testosteron dan hormon tiroid, kepayahan yang berlebihan seperti pada penyakit hati, penyakit jantung, penyakit ginjal dan penyakit paru, konsumsi obat penenang dan narkotik.

Sebagian orang menghabiskan sangat banyak waktu untuk bekerja. Bagi mereka seolah-olah hidup hanya untuk bekerja, sehingga bekerja bukan hanya sebagai kebutuhan untuk menunjang hidup. Bagi kelompok ini, gila kerja atau workaholic telah menjadi suatu gaya hidup sehingga merasa sangat terganggu bila tidak sibuk bekerja. Gaya hidup gila kerja mendatangkan lebih banyak stres daripada gaya hidup yang menyeimbangkan antara kesibukan kerja dengan kesantaian istirahat.

Dengan tenggelam dalam kesibukan kerja yang terus-menerus tanpa relaksasi, berbagai bentuk stres akan dialami, baik stres fisik maupun stres psikis. Berbagai macam masalah akan menjadi stressor bagi mereka yang workaholic. Gangguan fungsi seksual ini diperberat oleh tertekannya dorongan seksual yang terjadi karena kelelahan fisik dan psikis. Di pihak lain, sebagian wanita juga terperangkap dalam workaholic. Sama dengan pria, wanita yang gila kerja juga mengalami stres fisik dan psikis. Gangguan seksual juga dialami oleh wanita yang gila kerja, yaitu berupa hilangnya dorongan seksual dan hambatan orgasme.

Seringkali gila kerja juga sampai mengganggu irama hidup sehingga menjadi tidak teratur. Waktu tidur dan makan menjadi terganggu sehingga mengakibatkan fungsi berbagai organ tubuh terganggu. Pada akhirnya fungsi seksual menjadi semakin terganggu.

Untuk menghindari gangguan fungsi seksual, maka gaya hidup haruslah suatu gaya hidup yang sehat. Menjauhkan diri dari gaya hidup tidak sehat dan sia-sia merupakan suatu cara untuk menghindarkan diri dari berbagai macam gangguan fisik dan psikis yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi seksual.

motivasi

In MAULANA ALI AHMAD on Februari 10, 2008 at 4:25 am

MOTIVASI

A. Pengertian Motivasi

Motivasi merupakan istilah yang lazim digunakan untuk mengetahui maksud seseorang atas suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya uang, keselamatan, prestise, dan sebagainya. Namun demikian, tujuan khusus yang tampaknya diperjuangkan banyak orang dalam analisis kerapkali berubah menjadi alat untuk mencapai tujuan lain, yang dipandang lebih fundamental. Dengan demikian, kekayaan, rasa aman (keselamatan), status, dan segala macam tujuan lain yang dipan­dang sebagai “kausalitas” perilaku hanya merupakan hiasan semata-mata untuk mencapai tujuan akhir setiap orang, yakni menjadi dirinya sendiri.

Motivasi terakhir setiap individu adalah merealisasikan konsep dirinya: hidup dalam suatu cara yang sesuai dengan peran yang lebih disukai dengan cara yang mencerminkan penghargaan seseorang atas kemampuannya. Oleh karena itu, individu senantiasa mencari apa yang mereka pandang sebagai peran yang cocok bagi dirinya, sambil berusaha merealisasikan gagasan subjektifmengenai dirinya sebagai kebenaran objektif. Apabila pengalaman yang mereka alami tampaknya menunjang gagasan tersebut, individu mungkin akan merasakan baik, kehidupan ini benar dan dunia ini adil. Akan tetapi, apabila pengalaman individu menunjukkan hal yang sebaliknya, individu akan menduga bahwa sesuatu yang sangat buruk telah menimpa dunia ini.

Pengalaman individu hampir senantiasa membenarkan keyakinannya bahwa sikap dasar individu hams benar, karena sikap tersebut sesuai dengan realitas lingkungan hidupnya yang khas karena individu menghargai pengalaman dan mengelolanya sesuai dengan tingkungan tersebut ke dalam sistem keyakinan individu. Dengan cara yang hampir sama, orang lain pun mengalami dan menguatkan kebenaran sikap dasar mereka terhadap diri mereka. Maka secara keseluruhan mudah untuk mengkonklusikan bahwa sikap yang bertentangan dengan sikapnya sendiri tentu merupakan hasil ketidakjujuran. Memperdebatkan pandangan yang demikian kerapkali lebih ditafsirkan sebagai tantangan yang harus dibuktikan kebenarannya, sebagai hasil alamiah penafsiran atas seperangkat pengalaman yang memiliki tingkat perbedaan dengan suatu tata nilai yang berbeda.

Untuk memahami sikap seseorang tidak membutuhkan persetujuan dan izin dari orang yang bersangkutan. Memang terdapat dampak positif yang realistis dalam mempertahankan pemahaman, terutama apabila hal tersebut bersifat timbal balik, yang memungkinkan individu mengantisipasi reaksinya dan menghindarkan pertentangan yang tidak perlu. Yang lebih penting lagi, hal itu memungkinkan individu melihat mereka sebagaimana adanya melalui kacamata yang kerapkali menghasilkan citra yang bertentangan dengan diri yang sebenamya.

Namun untuk memahami sikap orang lain, berdasarkan pengalaman adalah lemah. Barangkali ini sebabnya mengapa seseorang yang berkonflik dengan tenaga kerja lain hampir pasti beranggapan bahwa sikapnya adil meskipun ia sendiri secara moral kurang berusaha memahami bagaimana ia sampai berpandangan itu. Adanya pandangan yang berlawanan mengharuskan seseorang perlu mengkaji kembali, danjika dibiarkan risikonya akan menggelisahkan mereka.

Perlunya mengetahui motivasi merupakan salah satu alasan penting meskipun penelitian tentang motivasi yang dilakukan manusia relatifterlambat. Ketidakingintahuan tentang motivasi menggejala sehingga penelitian tersebut tidak perlu dilaksanakan dan menunjukkan nilai kebenaran yang jelas. Bahkan, seringkali hasilnya terlihat mengagumkan, atau diabaikan apabila dianggap tidak praktis untuk diterapkan atau dipresentasikan. Untuk sementara bukan masalah, apakah hal-hal khusus yang dikatakan para ahli ilmu sosial mengenai motivasi kerja itu benar, lengkap, dapat diterapkan atau tidak. Yang menjadi soal adalah menyadari ambivalensi terhadap penelitian semacam ini. Kita membutuhkan penelitian tersebut, namun kita pun merasa khawatir karenanya. Dalam konflik ini tak ada satu pun yang secara khusus salah dan tidak perlu menghambat kita, asal kita tahu jelas motif yang bercampur baur tentang kajian motif kita dan motif orang lain secara objektif.

Meskipun proses motivasi manusia sudah dipelajari secara mendalam masih saja banyak terjadi salah pengertian dan penyederhanaan yang berlebihan tentang masalah ini di antara para manajemen operasional. Singkatnya, motivasi tidak dapat dibahas dengan cermat apabila masih dipahami sebagai suatu kepribadian yang dimiliki oleh sebagian orang saja. Motivasi seharusnya dimengerti bahwa ada kaitannya dengan pengaruh lingkungan sehingga orang tersebut bereaksi.

Berelson dan Steiner mendefinisikan motivasi sebagai “all those inner striving conditions variously described as wishes, desire, needs, drives, and the like” (Machrany, 1985). Dengan demikian, motivasi dapat diartikan sebagai keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan atau menggerakkan dan mengarah atau menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.

Kebutuhan tersebut timbul akibat adanya berbagai hubungan. Kebutuhan dapat berwujud fisik-biologis serta sosial ekonomis. Akan tetapi, yang lebih penting adalah adanya kebutuhan-kebutuhan (needs) yang bersifat sosial-psikis, misalnya penghargaan, pengakuan, keselamatan, perlindungan, keamanan, dan jaminan sosial. Secara singkat, motivasi dapat diartikan sebagai bagian integral dan hubungan perbumhan dalam rangka proses pembinaan, pengembangan, dan pengarahan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan. Karena tenaga kerja merupakan salah satu unsur terpenting dan sangat menentukan dalam hubungan perbumhan, hal-hal yang berhubungan dengan konsepsi motivasi sudah lumrah diperhatikan dengan sungguh-sungguh dari setiap pelaku yang berkepentingan untuk keberhasilan perusahaan sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya.

Di satu pihak dari segi pasif, motivasi tampak sebagai kebutuhan, dan sekaligus sebagai pendorong yang dapat menggerakkan semua potensi baik tenaga kerja maupun sumber daya lainnya. Di lain pihak dari segi aktif, motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan daya dan potensi tenaga kerja agar secara produktif berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Motivasi kerja dapat memberi energi yang menggerakkan segala potensi yang ada, menciptakan keinginan yang tinggi dan luhur, serta meningkatkan kebersamaan. Masing-masing pihak bekerja menurut aturan atau ukuran yang ditetapkan dengan saling menghonnati, saling membutuhkan, saling mengeni, dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing dalam keseluruhan proses kerja operasional. Berdasarkan kedua aspek itu, motivasi pasif yang telah dikemukakan di atas, motivasi kerja tampak sebagai kebutuhan pokok manusia, dan yang kedua, motivasi kerja sebagai insentifyang diharapkan memenuhi kebutuhan pokok yang diinginkan.

Berdasarkan pandangan tersebut, motivasi dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Setiap perasaan, kehendak, atau keinginan sangat mempengaruhi kemauan individu sehingga individu tersebut didorong untuk berperilaku dan bertindak;

2. Pengaruh kekuatan yang menimbulkan perilaku individu;

3. Setiap tindakan atau kejadian yang menyebabkan berubahnya perilaku seseorang;

4. Proses dalam yang menentukan gerakan atau perilaku individu kepada tujuan (goals).

Rumusan tersebut sifatnya netral. Artinya rumusannya tidak menentukan apakah perilaku tersebut diinginkan atau tidak diinginkan dari sudut pandangan mana pun. Pengertian di atas dapat diterapkan dengan kerja sama maupun perjuangan yang gigih. Di pihak lain rumusan tersebut bersifat objektif, karena kriterianya adatah tindakan yang terjadi atau tidak terjadi. Jadi, tidak perlu berspekulasi tentang pikiran orang-orang bersangkutan,

B. Unsur Penggerak Motivasi

Motivasi tenaga kerja akan ditentukan oleh perangsangnya. Sagir (1985) mengemukakan unsur-unsur penggerak motivasi, antara lain kinerja, penghargaan, tantangan, tanggung jawab, pengembangan, keterlibatan, dan kesempatan.

1. Kinerja (Achievement)

Seseorang yang memiliki keinginan berkinerja sebagai suatu “kebutuhan” atau needs dapat mendorongnya mencapai sasaran. McCleland menjelaskan bahwa tingkat needs of Achievement (n -Ach) yang telah menjadi naluri kedua (second nature), merupakan kunci keberhasilan seseorang. n -Ach biasanyajugadikaitkan dengan sikap positif, keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan (bukan gambling, calculated risk) untuk mencapai suatu sasaran yang telah ditentukan.

Melalui suatu Achievement Motivation Training (AMT) maka Enterpreneurship, sikap hidup untuk berani mengambil risiko untuk mencapai sasaran yang lebih tinggi dapat dikembangkan.

2. Penghargaan (Recognition)

Penghargaan, pengakuan, atau recognition atas suatu kinerja yang telah dicapai seseorang akan merupakan perangsang yang kuat. Pengakuan atas suatu kinerja, akan memberikan kepuasan batin yang lebih tinggi daripada penghargaan dalam bentuk materi atau hadiah. Penghargaan atau pengakuan dalam bentuk piagam penghargaan atau medali, dapat menjadikan perangsang yang lebih kuat dibandingkan dengan hadiah berupa barang atau bonus/uang.

3. Tantangan (Challenge)

Adanya tantangan yang dihadapi, merupakan perangsang kuat bagi manusia untuk mengatasinya. Suatu sasaran yang tidak menantang atau dengan mudah dapat dicapai biasanya tidak mampu menjadi perangsang, bahkan cenderung menjadi kegiatan rutin. Tantangan demi tantangan biasanya akan menumbuhkan kegairahan untuk mengatasinya.

4. Tanggung Jawab (Responsibility)

Adanya rasa ikut memiliki (sense a/belonging) atau rumongso handarbeni akan menimbulkan motivasi untuk turut merasa bertanggung jawab. Dalam hal ini Total Quality Control (TQC), atau dalam istilah Indonesianya Peningkatan Mutu Terpadu (PMT) yang bennula dari negara Jepang (Japanese Management Style), berhasil memberikan tekanan pada tenaga kerja, bahkan setiap tenaga kerja dalam tahapan proses produksi telah turut menyumbang, suatu proses produksi sebagai mata rantai dalam suatu “sistem” akan sangat ditentukan oleh “tanggung jawab” subsistem (mata rantai) dalam proses produksi. Apabila setiap tahap atau “mata rantai” dapat dikendalikan mutu produksinya.

Tanggung jawab kelompok dalam mata rantai proses produksi tersebut, merupakan QCC (Quality Control Cercke + PMT/Kelompok Mutu Terpadu) tanggung jawab bersama.

5. Pengembangan (Development)

Pengembangan kemampuan seseorang, baik dari pengalaman kerja atau kesempatan untuk maju, dapat merupakan perangsang kuat bagi tenaga kerja untuk bekerja lebih giat atau lebih bergairah. Apalagi jika pengembangan perusahaan selalu dikaitkan dengan kinerja atau produktivitas tenaga kerja.

6. Keterlibatan (Involvement)

Rasa ikut terlibat atau involved dalam suatu proses pengambilan keputusan atau bentuknya, dapat pula “kotak saran” dari tenaga kerja, yang dijadikan masukan untuk manajemen perusahaan, merupakan perangsang yang cukup kuat untuk tenaga kerja.

Melalui kotak saran, tenaga kerja merasa diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan atau langkah-langkah kebijakan yang akan diambil manajemen.

Rasa terlibat akan menumbuhkan rasa ikut bertanggung jawab, rasa dihargai yang merupakan “tantangan” yang hams dijawab, melalui peran serta berkinerja untuk pengembangan usaha dan pengembangan pribadi.

Adanya rasa keterlibatan (involvement) bukan saja menciptakan rasa memiliki (sense of be long ing) dan rasa tanggung jawab (sense of responsibility), tetapijuga menimbulkan mawas diri untuk bekerja lebih baik, menghasilkan produk yang lebih bermutu.

7. Kesempatan (Opportunity)

Kesempatan untuk maju dalam bentukjenjang karieryang terbuka, dari tingkat bawah sampai tingkat manajemen puncak merupakan perangsang yang cukup kuat bagi tenaga kerja. Bekerja tanpa harapan atau kesempatan untuk meraih kemajuan atau perbaikan nasib, tidak akan merupakan perangsang untuk berkinerja atau bekerja produktif.

Beberapa faktor yang dapat mempngaruhi motivasi kelompok (teamwork) dalam bekerja dapat dikategorikan sebagai berikut:

Tujuan

Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota..

Tantangan

Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.

Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.

Keakraban

Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota team.

Tanggungjawab

Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memiliki motivasi kerja yag tinggi.

Kesempatan untuk maju

Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota merasa bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.

Kepemimpinan

Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitment dari anggota team. Leader berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi team untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang leader yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan diatas.

pendidikan berwawasan demokrasi

In MAULANA ALI AHMAD on Desember 9, 2007 at 9:49 pm

Drs. Cholisin, M.Si.

I. PENDAHULUAN
Dalam era reformasi deawasa ini, diberlakukan kebijakan otonomi yang seluas-luasnya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Otonomi daerah merupakan distribusi kekuasaan secara vertikal. Distribusi kekuasan itu dari pemerintah pusat ke daerah, termasuk kekuasaan dalam bidang pendidikan. Dalam pelaksanaan otonomi daerah di bidang pendidikan tampak masih menghadapi berbagai masalah. Masalah itu diantaranya tampak pada kebijakan pendidikan yang tidak sejalan dengan prinsip otonomi daerah dan masalah kurang adanya koordinasi dan sinkronisasi. Kondisi yang demikian dapat menghadirkan beberapa hal, seperti : kesulitan pemerintah pusat untuk mengendalikan pendidikan di daerah; daerah tidak dapat mengembangkan pendidikan yang sesuai dengan potensinya. Apabila hal ini dibiarkan berbagai akibat yang tidak diinginkan bisa muncul. Misalnya, kembali pada kebijakan pendidikan yang sentralistis, tetapi sangat dimungkinkan juga daerah membuat kebijakan pendidikan yang dianggapnya paling tepat meskipun sebenarnya bersebrangan dengan kebijakan pusat. Kalau hal ini terjadi maka konflik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sulit dihindari. Dalam sejarah konflik kepentingan pusat dan daerah memicu terjadinya upaya – upaya pemisahan diri yang tentunya mengancam disintegrasi bangsa.
Dengan perkataan lain apabila kebijakan pendidikan dalam konteks otonomi daerah tidak dilakukan upaya sinkronisasi dan koordinasi dengan baik, tidak mustahil otonomi tersebut dapat mengarah pada disintegrasi bangsa. Dalam kondisi demikian diperlukan cara bagaimana agar kebijakan pendidikan di daerah dengan pusat ada sinkronisasi dan kordinasi. Juga perlu diusahakan secara sistematis untuk membina generasi muda untuk tetap memiliki komitmen yang kuat untuk tetap dibawah naungan NKRI. Masalah sinkronisasi dan koordinasi kebiajakan pendidikan dan upaya membina generasi muda yang berorientasi memperkuat integrasi bangsa menjadi fokus dalam makalah ini.

II. MENGEMBANGKAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN
YANG DEMOKRATIS
Peran negara dalam bidang pendidikan di negara demokrasi seharusnya bersifat akomodatif terhadap kepentingan warga negaranya di bidang pendidikan. Namun peran negara dalam bidang pendidikan bisa saja dilaksanakan dalam rangka melegitimasi dan mempertahankan status-quo. Upaya ini biasanya dilakukan merasuk dalam sistem pendidikan dalam hidden curriculum. Atau menurut Michael W. Aplle politik kebudayaan suatu negara disalurkan melalui lembaga – lembaga pendidikan ( Tilaar, 2003 : 145) . Tentang bagaimana perubahan peran negara dalam pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Di era reformasi dan globalisasi dewasa ini, ada kecenderungan kekuasaan negara melemah di desak oleh kekuasaan ekonomi. Indikasinya bisnis pendidikan mulai dirasakan. Maraknya pembukaan program ekstensi atau non-reguler di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ada kecenderungan untuk memperoleh dana ketimbang untuk demokratisasi pendidikan. Sehingga pendidikan semakin elitis. Membesarnya pemungutan biaya yang relatif tinggi tampaknya belum diikuti dengan peningkatan mutu pendidikan. Karena nuansa bisnisnya semakin menguat, maka orang juga mulai mempertanyakan eksistensi lembaga pendidikan sebagai lembaga pelayanan publik.
Fenomena lain berbagai gedung pendidikan beralih fungsi menjadi pusat bisnis. Meskipun pemerintah dikritik bahkan didemo oleh masyarakat yang keberatan, tetapi kebiajakn itu tetap berlangsung . Pemerintah dalam hal ini tampak tidak berdaya menghadapi para pemilik modal .
Masalah mahalnya pendidikan antara lain disebabkan kurang adanya komitmen dari pemerintah maupun partai politik untuk memprioritaskan bidang pendidikan. Ini terlihat dari anggaran pendidikan yang sangat minim. Negara sebagai penanggung jawab utama pendidikan nasional seharusnya menyediakan fasilitas pendidikan yang realistik dan memadai. Secara normatif dalam sejarah pernah ada kebijakan negara yang mengamanatkan anggaran pendidikan 25% dari APBN (Tap MPRS No. XXVII /MPRS/1966). Begitu pula di era reformasi UUD 1945 mengamanatkan anggaran pendidikan 20 % dari APBN. Dalam kenyataan empirik dana pendidikan dewasa ini diperkirakan hanya sekitar 4 % dari APBN. Ironisnya DPR dan partai politik tidak ada yang protes.
Pemerintah Indonesia sampai sekarang belum memiliki political will untuk memprioritaskan pendidikan untuk perbaikan ekonomi dan sumber daya manusia. Sesungguhnya telah banyak bukti seperti dinyakatan Lauritz-Holm Nielson (Lead Specialist for Higher Education, Science and Technology the World Bank) pada acara International Conference Higher Education Reform 2001 di Jakarta bahwa pendidikan tinggi merupakan kunci terpenting dalam pembangunan ekonomi secara global. Akumulasi penguasaan pengetahuan dapat menjadi keunggulan kompetitif suatu negara. Selanjutnya Nielson menyatakan di negara – negara maju, investasi di bidang penelitian dan pengembangan (litbang) bisa mencapai 85 % dari total anggaran litbang seluruh dunia. Di India, Brasil, Cina, dan negara-negara Asia Timur lainnya, anggaran litbangnya mencapai 11 % dari total anggaran litbang dunia. Hanya tersisa 4 % yang dibagi oleh negara – negara sedang berkembang. Dalam kondisi dana litbang yang sangat minim di negara sedang berkembang, Nielson melihat negara –negara sedang berkembang tidak memahami strategi pertumbuhan ekonomi melalui penguasaan pengetahuan. Padahal penguasaan pengetahuan melalui pendidikan pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas keuntungan kompetitif negaranya ( http: / / www. yahoo. com , 1 September 2004).
Begitu pula dewasa ini partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan mulai cenderung memiliki orientasi bisnis yang kuat. Tidak mudah bagi mereka yang berada pada level menengah ke bawah bisa menikmati pendidikan di sekolah swasta. Partisipasi masyarakat dalam menuntaskan wajib belajarpun masih memprihatinkan. Misalnya bisa dilihat indikatornya masih banyaknya usia wajib belajar belum memperoleh pendidikan. Pada tahun 2004 menurut Depdiknas dari 13 juta anak usia 13 – 15 tahun atau usia SMP yang belum tertampung masih sekitar 2, 5 juta anak. Pendidikan alternatif program paket belajar belum mampu mengatasi anak yang belum tertampung. Karena baru sekitar 245.000 yang terlayani melalui 12.871 TBK (Tempat Kegiatan Belajar) di bawah naungan 2 870 sekolah. Kondisi ini masih diperparah sekitar 97 % pelajar SMP terbuka tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dikarenakan factor ekonomi atau tidak adanya sekolah lanjutan di tempat tinggal mereka (Kompas, 19 Juli 2004).
Dalam era reformasi ada kesan pengembangan kebijakan pendidikan tampak demokratis. Misalnya, antara lain tampak dengan dikembangkannya Kurikulum 2004 (Kurikukulum Berbasis Kompetensi), MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), Komite Sekolah. Hal ini merupakan upaya penerapan secara konkrit otonomi pendidikan. Tetapi dalam pelaksanaannya masih jauh dari harapan. Kebijakan pelaksanaan UAN (Ujian Akhir Nasional) sebagai dasar untuk menentukan kelulusan dinilai tidak sinkron dengan otonomi daerah. Karena berakibat dapat mengurangi otonomi kewenangan akademik guru dan daerah (Cholisin : 2004b) . Coba bandingkan dengan negara tetangga Vietnam yang menganut sistem politik otoriter, tetapi dalam hal penentuan kelulusan siswa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Sekolah menyelenggarakan ujian berdasarkan standar nasional. Disamping itu dilihat dari segi cakupan kompetensi yang diuji dalam UAN dinilai tidak valid , karena hanya mengungkap aspek kognitif. Hal ini dinilai telah mereduksi tuntutan kompetensi dalam KBK yang mengharuskan ketiga aspek kompetensi yakni kognitif, afektif dan psikomotorik untuk dievaluasi.
Di berbagai daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota masih enggan untuk melaksanakan ketentuan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD. Oleh karena itu dewasa ini biaya pendidikan dirasakan oleh masyarakat semakin relatif mahal. Meskipun pengeluaran penduduk untuk pendidikan di Indonesia (tahun 2001 – 2002) masih rendah yakni 1,3 % dari total PDB sebesar 662,9 miliar dollar AS (lihat Tabel 2.). Pada sisi lain banyak fasilitas pendidikan yang jauh dari layak. Sementara itu rakyat tidak banyak bisa berbuat banyak untuk mempengaruhi perumusan kebijakan pendidikan.
Muchtar Bukhori salah seorang pakar pendidikan Indonesia menilai” Kebijakan pendidikan kita tak pernah jelas. Pendidikan kita hanya melanjutkan pendidikan yang elite dengan kurikulum yang elitis yang hanya bisa ditangkap oleh 30 % anak didik”, sedangkan 70% lainnya tidak bisa mengikuti. (Kompas, 4 September 2004). Padahal kondisi daerah di Indonesia dilihat dari sisi SDM-nya sangat kompleks. Maka tidak mengherankan apabila banyak terjadi kejanggalan, misalnya daerah yang SDA-nya tinggi tetapi SDM-nya rendah. Papua, Kalimantan Tengah dapat dicontohkan dalam kasus ini. Kondisi ini semakin mempersulit mewujudkan pendidikan yang egalitarian dan SDM yang semakin merata di berbagai daerah.
Kesenjangan di atas, apabila tidak segera dilakukan pembuatan kebijakan pendidikan yang jelas orientasinya dapat memicu disintegrasi. Orientasi kebijakan pendidikan yang diperkirakan dapat memperkuat integrasi nasional adalah meningkatkan mutu SDM dan pemerataannya di daerah. Pengembangan SDM menjadi kebutuhan mendesak, karena dibandingkan dengan negara tetangga masih rendah (lihat Tabel. 3 di bawah ini).

Tabel.4. Human Developmen Index (UNDP : 2004)
(177 countries)
001. Norway
002. Sweden
003. Australia
004.Canada
____________
009. Japan
025. Singapura
033. Brunai Darussalam
___________________
058. Malaysia
076. Thailand
083. Philippines
111. Indonesia

Sumber : Ki Supriyoko (2004). “ Meningkatkan Profesionalisme Membangun Citra Guru di Indonesia”, p. 1.

Dengan demikian kebijakan pemerintah pusat lebih pada pengendalian mutu, sedangkan daerah diberikan keluasan untuk secara kreatif mengembangkan berbagai kebijakan teknis yang dianggap tepat dengan berpedoman pada mutu standar nasional.

III. PENDIDIKAN DEMOKRASI
DALAM RANGKA INTEGRASI BANGSA
Adalah John Dewey ( dalam Tilaar, 2003) filosof pendidikan yang melihat hubungan yang begitu erat antara pendidikan dan demokrasi. Dewey mengatakan bahwa apabila kita berbicara mengenai demokrasi maka kita memasuki wilayah pendidikan. Pendidikan merupakan sarana bagi tumbuh dan berkembangnya sikap demokrasi. Oleh karena itu, pendidikan tidak dapat dilepaskan dari penyelenggaraan negara yang demokratis.
Pendidikan demokrasi sebagai upaya sadar untuk membentuk kemampuan warga negara berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting. Kemampuan partisipasi politik warga negara ini diperlukan agar demokrasi dalam arti pemerintahan dari mereka yang diperintah bisa berkembang secara maksimal. Karena kalau hanya mempercayakan kepada para pelaku dalam sistem politik dirasa kurang efektif. Lebih-lebih dewasa ini ada kecenderungan melemahnya moralitas publik di kalangan pejabat publik/ politisi. Melemahnya moralitas publik ditandai dengan merembaknya ‘demokratisasi korupsi’. Begitu pula dalam konteks otonomi daerah, ruhnya ada pada partisipasi masyarakat dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik di daerah masing-masing.Tanpa partisipasi masyarakat otonomi itu akan mati. Dengan kata lain demokrasi itu dapat diumpamakan sebagai jiwa dan otonomi daerah itu adalah pengejawantahannya.
Dengan tingginya partisipasi rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka dapat mendorong pada terwujudnya pemerintah yang transparans dan akuntabel. Pemerintah yang demikian merupakan pemerintah yang demokratis, dekat dengan rakyat sehingga menjadi perekat bangsa.
Sedangkan pentingnya pendidikan demokrasi antara lain dapat di lihat dari nilai – nilai yang terkandung di dalam demokrasi. Nilai-nilai demokrasi dipercaya akan membawa kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik dalam semangat egalitarian dibandingkan dengan ideologi non-demokrasi.

Menurut Dahl (2001) keuntungan dari demokrasi sebagai berikut :
1. Demokrasi menolong mencegah tumbuhnya pemerintahan oleh kaum otokrat yang kejam dan licik.
2. Demokrasi menjamin bagi warga negaranya dengan sejumlah HAM yangtidak diberikan dan tidak dapat diberikan oleh sistem-sitem yang tidak demokratis.
3. Demokrasi menjamin kebebasan pribadi yang lebih luas bagi warga negaranya daripada alternatif lain yang memungkinkan.
4. Demokrasi membantu rakyat untuk melindungi kepentingan dasarnya.
5. Hanya pemerintahan yang demokratis yang dapat memberikan kesempatan sebesar – besarnya bagi orang – orang untuk menggunakan kebebasab untuk menentukan nasibnya sendiri, yaitu untuk hidup di bawah hukum yang mereka pilih sendiri.
6. Hanya pemerintahan yang demokratis yang dapat memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk menjalankan tanggungjawab moral.
7. Demokrasi membantu perkembangan manusia lebih total daripada alternatif lain yang memungkinkan.
8. Hanya pemerintahan yang demokratis yang dapat membantu perkembangan kadar persamaan politik yang relatif tinggi.
9. Negara – negara demokrasi perwakilan modern tidak berperang satu sama lain.
10. Negara – negara dengan pemerintahan demokratis cenderung lebih makmur daripada negara – negara dengan pemerintahan yang tidak demokratis.
Dalam pendidikan demokrasi menekankan pada pengembangan ketrampilan intelektual (intellectual skill), ketrampilan pribadi dan sosial (personal and social skill) (Zamroni, 2003). Ketrampilan intelektual menekankan pada pengembangan berpikir kritis siswa. Selama ini tampak ditekankan pada kegiatan mengakumulasi/menabung pengetahuan sebanyak mungkin kepada siswa (knowledge deposite).
Ketrampilan pribadi ditekankan pada pengembangan kepercayaan diri dan harapan-harapan diri terhadap sistem politiknya. Harapan itu misalnya bahwa sistem politik akan mengakomodasi berbagai kepentingan dirinya sebagai warga negara. Dalam kenyataan ada kecenderungan siswa dipolakan pada ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pemerintah atau pihak lain. Sedangkan ketrampilan sosial ditekankan pada kemampuan emphatic dan respek pada orang lain, berkomunikasi dan toleransi.
Dalam pendidikan demokrasi tampak ada tuntutan kepada sekolah untuk mentransfer pengajaran yang bersifat akademis ke dalam realitas kehidupan yang luas di masyarakat. Dengan perkataan lain praktek pembelajaran dilakukan dengan materi yang substansial (konsep teori yang sangat selektif) tetapi kaya dalam implementasi. Di masa lalu pendidikan demokrasi tidak berkembang. Hal ini bisa dicontohkan pada kasus PPKn/PKn. (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/ Pendidikan Kewarganegaraan). PPKn (versi Civic Education Indonesia) dikembangkan secara indoktrinasi, mengakumulasi pengetahuan yang kurang bermakna, bersifat hegemonic dan sering dikritik anti realitas. Nilai – nilai pluralisme di abaikan. PKn yang seharusnya dikembangkan sebagai pendidikan untuk membentuk karakter bangsa diabaikan. Sebagai pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter bangsa seharusnya PKn menerapkan pendekatan pendidikan multikultural ( proses transformasi cara hidup menghormati, toleran terhadap keanekaragaman budaya yang hidup dalam masyarakatnya yang plural), tetapi juga diabaikan. Padahal PKn memang merupakan pendidikan untuk mengakomodasi subyek didik yang berasal dari berbagai kadang politik, etnis dan tradisi yang berbeda – beda. Lebih – lebih dewasa ini dengan dikembangkannya otonomi daerah di bidang pendidikan, maka peran PKn menjadi sangat strategis. Karena otonomi daerah di bidang pendidikan berarti “ pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab daerah tetapi juga merupakan refleksi dari identitas daerah atau budaya daerah dalam rangka pembinaan kesatuan dan persatuan nasional “(Tilaar, 2003 : 182-183).
Ketika Indonesia menjadi negara merdeka, proses menjadi bangsa Indonesia terus berlangsung ( masih dalam proses pembentukan). Penduduk Indonesia baru lebih merupakan sejumlah kumpulan kelompok etnis dan ras tertentu. Sehingga tidak mengherankan dalam perjalanan sebagai negara merdeka, NKRI sering dihadapkan pada terjadinya konflik sosial yang keras dan gerakan separatis yang sangat potensial menimbulkan disintegrasi bangsa. Pada negara bangsa yang demikian, “bangsa itu akan terbentuk ketika telah adanya kesepakatan bentuk partisipasi politik dan rezim politik (konstitusi) yang hendak dikembangkan” ( Ramlan Surbakti, 1992). Kesepakatan ini mulai menemukan bentuknya pada era reformasi ini.
Pengembangan PKn ke depan sebagai pendidikan demokrasi (seperti tampak pada Kurikulum 2004) , tidak hanya sebatas mengembangkan warga negara yang demokratis, tetapi juga hendak mengembangkan pemberdayaan warga negara (citizen empowerment), memfungsikan sebagai pendidikan multikultural, memperkokoh nasionalisme dengan menekankan pendekatan political nation untuk melengkapi pendekatan lama yakni cultural nation. Pendidikan demokrasi melalui PKn difokuskan pada peletakkan dasar yang kokoh bagi berkembangnya civil society sebagai basis negara demokrasi.
Untuk keberhasilan pendidikan demokrasi seperti di atas, diperlukan kondisi berkembangnya kultur demokrasi. Ruy ( dalam Zamroni, 2003) mengemukakan ada 4 ciri kultur demokrasi, 1) merupakan budaya campuran dari berbagai nilai-nilai dari ideologi politik yang berbeda – beda; 2) bersumber pada budaya umum dan bersifat horizontal; 3) didasarkan pada masyarakat sipil (civil society); 4) merupakan keterpaduan dari berbagai segmen masyarakat (kelompok kecil masyarakat tercermin dalam norma dan perilaku masyarakat secara keseluruhan).
Ideologi – ideologi politik di Indonesia memang beragam tetapi kini kian mencair. Hal itu bisa dilihat begitu mudahnya terjadi koalisi antara partai politik yang berbeda ideologi. Kini (menjelang pemilihan Presiden tahap kedua, 20 September 2004 ) muncul Koalisi Kebangsaan (KK) dan Koalisi Kerakyatan (KKr). KK yang terdiri dari PDI-P, Partai Golkar, PPP, PDS dan PBR. Sedangkan KKr terdiri atas Partai Demokrat, FKPI, PBB dan PKS. Polarisasi ini menurut Tamrin Amal Tomagola (2004) membelah bangsa ini menurut garis wilayah, kelas, tingkat modernitas dan ideologi. Polarisasi ini berkutub saling berseberangan dengan titik singgung yang terbatas, kekentalan luar-Jawa versus kekentalan Jawa, perkotaan vs pedesaan, kelas menengah vs kelas bawah, modernis vs tradisional, individualisme vs komunalisme dan dominasi sipil vs dominasi militer.
Gambaran polarisasi di atas, tampak memberikan kesan masih kentalnya dasar ideologi atau aliran, tetapi kesan yang lebih kuat koalisi itu dibangun atas dasar bagi – bagi kekuasaan (‘politik dagang sapi’). Dalam kenyataan, ada kecenderungan pragmatisme dan materialisme-lah yang menjadi ideologi partai politik. Berpolitik untuk memperjuangkan idealisme seperti yang tercermin dalam ideologi politik merupakan barang langka. Berpolitik untuk meperjuangkan kepentingan publik telah berganti sebagai mata pencahariaan. Berbagai kasus korupsi dikalangan pejabat publik di pusat maupun daerah mencerminkan melemahnya moralitas publik. Padahal moralitas publik merupakan perekat bangsa. Karena dalam moralitas publik kewenangan dalam membuat dan melaksanakan kebijakan, kewenangan mengalokasikan anggaran, proyek, jabatan, dan pelayanan publik, dan pengadaan dan penggunaan asset pemerintah harus diperuntukan bagi kepentingan publik, untuk semua warga negara tanpa diskriminasi.
Dalam kondisi perpolitikan tersebut di atas, maka pendidikan demokrasi telah kehilangan referensi bagaimana berpolitik yang berorientasi pada idealisme dan berpolitik yang bermoral. Oleh karena itu di kalangan masyarakat dewasa ini seperti tampak dalam pemilihan presiden ada fenomena melemahnya politik aliran dan menguatnya mesianisme (memilih karena figure, pemimpin yang mampu memberikan kesejahteraan dan keadilan atau ratu adil). Namun baik pemilih yang masih berkutat pada pertimbangan domain politik aliran dan mesianisme sama –sama masih dalam tataran pemilih emosional. Pemilih rasional tampak belum berkembang. Ini merupakan tantangan bagi pendidikan demokrasi yang berkehendak untuk mengembangkan berpolitik (memilih) secara rasional. Berpolitik rasional inilah diharapkan dapat mencegah berbagai perilaku politik yang mengarah pada konflik sosial. Dengan demikian berpolitik rasional yang dibarengi dengan komitmen moral yang tinggi merupakan unsur penting bagi pengembangan rasa kebangsaan yang kuat.
Pada sisi lain budaya umum yang bersifat horizontal yang penting bagi pendidikan demokrasi masih belum berkembang. Kultur feodalistik-lah yang berkembang. Hal ini terlihat hubungan patron-klien masih sangat kuat. Penguasa yang semestinya menjadi pelayan publik justru minta dilayani oleh masyarakat. Egalitarianisme tidak berkembang. Budaya politik demokrasi atau budaya politik kewarganegaraan (Almond & Verba, 1984) yang merupakan budaya campuran dari budaya politik partisipan, subyek dan parokhial tidak berkembang secara proporsional. Budaya politik subyek yang ditandai oleh kepatuhan tanpa sikap kritis terhadap penguasa berkembang melampaui dua budaya politik yang lain. Hal ini disebabkan antara lain kuatnya obsesi elite baik pada masa Orde Lama dan Orde Baru pada kekuasaan.
Dalam masa Orde Baru Ong Hok Ham (2002) mengambarkan bahwa obsesi elite Orde Baru (kekuasaan Soeharto yang terdiri dari berbagai aliansi militer , politik, bisnis, dll.) terhadap kekuasaan, jabatan, dan status segila obsesi orang Cina terhadap uang. Obsesi – obsesi tersebut turut menegakkan orde patrimonial dan praetorian di Indonesia. Adnan Buyung Nasution (Kompas, 15 Agustus 2004) dalam konteks ini menyatakan pada zaman Orde Lama siapa dekat kekuasaan selamat, dan akan maju. Akhirnya orang tersebut menjilat pada kekuasaan. Di zaman Soeharto kekuasaan itu ditambah dengan materi. Kalau di zaman Soekarno kekuasaan itu memiliki tujuan yang dianggap luhur karena waktu itu untuk revolusi. Dalam revolusi masih ada sesuatu yang ideal. Lepas benar atau tidak, revolusi untuk sesuatu yang dianggap luhur. Dalam zaman Soeharto kekuasaan lebih ditekankan pada tujuan ekonomi, orang mengejar materi kekayaan, kemewahan ataupun uang.
Sementara itu unsur kultur demokrasi yang berupa masyarakat sipil masih lemah. Hal ini ditandai antara lain :( 1) mudahnya berkembang tindakan kekerasan baik oleh pemerintah maupun masyarakat, seperti tampak dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM); (2) belum kuatnya penghargaan dan toleransi terhadap pluralisme tampak pada mudahnya berkembang konflik sosial; (3) asosiasi dalam masyarakat yang mestinya independen tetapi mampu mengendalikan masyarakat politik (political society) kenyataannya mudah dihegemoni oleh penguasa maupun menjadi kepanjangan kepentingan kekuatan politik. Bahkan ada kesan mengundang kekuatan politik untuk mengkooptasi. Hal ini diperparah karena ternyata sosialisasi politik yang berkembang seperti dinyatakan Afan Gafar ( dalam Cholisin, 2004a) belum memunculkan civil society. Indikatornya antara lain (1) dalam masyarakat kita, anak-anak tidak didik menjadi insan mandiri. Anak – nak bahkan mengalami alienasi politik dalam keluarga. Sejumlah keputusan penting dalam keluarga, termasuk keputusan nasib si anak, merupakan domain orang dewasa, anak – anak tidak dilibatkan sama sekali. (2) tingkat politisasi sebagain besar masyarakat kita sangat rendah. Ikut terlibat dalam wacana publik tentang hak – hak dan kewajiban warga negara, hak asasi manusia dan sejenisnya, bukanlah skala prioritas penting. Hal ini senada dengan pendapat yang dinyatakan Prof. Sutton dalam konferensi internasional tentang Civic Education and Multiculturalism di Universitas Negeri Padang, 13 Juli 2002 ( Tilaar, 2003: 182) ” It not enough to learn what of democracy is it also necessary to teach children and youth how to be apart of democracy”.

IV. PENUTUP
Kebijakan pendidikan seharusnya bersifat akomodatif terhadap aspirasi rakyatnya sebagai konsekuensi Indonesia menganut sistem politik demokrasi. Dengan diberlakukan otonomi daerah yang termasuk di dalamnya otonomi bidang pendidikan, maka kebijakan pendidikan yang demokratis telah mendapat wadah pengejawantahannya secara jelas. Namun dalam pelaksanaannya kebijakan pendidikan Indonesia secara umum dinilai belum memiliki orientasi yang jelas. Untuk itu dalam konteks kepentingan upaya mewujudkan integrasi bangsa perlu kebijakan pendidikan diorientasikan pada peningkatan mutu SDM dan pemerataannya di daerah.
Disamping itu pelaksanaan kebijakan yang ada masih tampak belum adanya koordinasi yang baik antara pusat dan daerah. Kondisi ini diperparah adanya kecenderungan lemahnya kemauan politik pemerintah untuk menerapkan amanat konstitusi terutama menyangkut alokasi dana pendidikan. Lemahnya kemauan politik pemerintah tersebut, tampak tidak dipersoalkan oleh DPR dan Parpol. Ke depan agar supaya kebijakan pendidikan bersifat efektif kontrol DPR dan Parpol harus kuat dan konsisten. Masyarakat juga harus melakukan tekanan (pressure) terus menerus. Hal ini penting karena ada kecenderungan kemauan dan kontrol serta tekanan tersebut lemah karena didominasi oleh pemilik modal (kuasa ekonomi).
Upaya untuk memperkuat integrasi bangsa disamping melalui kebijakan pendidikan yang demokratis juga dapat melalui pendidikan demokrasi. Pendidikan demokrasi akan dapat meningkatkan integrasi bangsa karena merupakan proses transformasi nilai-nilai daris sistem politik nasional yang telah disepakati yakni sistem politik demokrasi. Masalahnya dalam kenyataan budaya demokrasi belum berkembang dengan baik. Budaya politik di Indonesia masih didominasi oleh budaya politik non-demokrasi (feodal). Untuk itu perlu dikembangkan pendidikan demokrasi melalui PKn (Civic Education), partai politik dan asosiasi – asosiasi dalam masyarakat. Strateginya adalah menanamkan pengetahuan demokrasi yang dibarengi dengan memberikan pengalaman hidup berdemokrasi.