MAULANA ALI AHMAD

Manfaat Prebiotik Oligosakarida dalam ASI

In Tak Berkategori on Desember 6, 2007 at 10:55 pm

ASI kaya bakteri baik, dan ini tak dimiliki oleh susu biasa. Mona Ratuliu sempat bingung saat mengawali kehidupannya sebagai seorang ibu. Kebingungan itu berpangkal dari tekadnya memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif untuk si buah hati, tapi air susunya tidak lancar. Akibatnya, hampir tiap jam bayinya menangis.

Namun, pesinetron dan presenter ini tidak patah semangat. Ia pun mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan bertanya kepada orang-orang yang berpengalaman. Beruntung, sang suami mendukung penuh upayanya. ‘Aku berjuang terus untuk memberikan ASI eksklusif (diberikan hingga bayi berusia enam bulan), malah akhirnya sampai satu tahun,’ katanya. Mona tak sendirian. Hal serupa juga dialami Dewi Lestari. Tekadnya yang kuat untuk memberi ASI eksklusif kepada anaknya meringankan langkah penyanyi sekaligus penulis ini untuk mencari informasi sebanyak mungkin. Buat dia, sangat penting bagi orangtua, utamanya ibu, untuk memiliki pengetahuan mengenai ASI. Kurangnya pengetahuan kerap membuat seorang ibu gagal memberikan ASI eksklusif kepada anaknya. Dibandingkan Mona, Dewi memberikan ASI dalam waktu yang lebih lama. Kini, buah hatinya telah berusia dua tahun tujuh bulan dan masih diberi ASI. Karena masih diberi ASI, maka si kecil selalu dibawa serta setiap kali Dewi melakukan aktivitas ke luar kota. Merepotkan? Dewi tak menyangkal, terkadang ia merasa kerepotan. Namun, hal itu tak ia rasakan sebagai masalah. ‘Karena ini investasi. Barangkali juga cuma tiga tahun,’ ungkap dia dalam acara Media Conference Nutricia, The Immunity Breakthrough, The Journey Stars, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Selain sedikit kerepotan itu, Dewi juga mengaku beberapa kali mendapat peringatan dari sejumlah orang agar tidak terlalu lama memberi ASI. Mereka bilang, terlalu lama menyusui akan merusak penampilan payudara. Kerap juga ia mendengar keluhan dari para wanita yang menjadi gemuk akibat banyak makan untuk memenuhi kebutuhan ASI bagi anaknya. ‘Jadi pertimbangannya lebih pada faktor estetika. Menurut saya, yang betul adalah kepercayaan diri,’ kata mantan personel kelompok vokal RSD (Rida, Sita, Dewi) ini. Dewi, seperti juga Mona, kini merasakan manfaatnya memberikan ASI. ‘Saya merasakan kedekatan dengan anak karena ada sentuhan langsung,’ tutur Mona yang hadir di acara yang sama. Hal serupa juga dirasakan Dewi. Saluran cerna yang sehat Berbagai penelitian menunjukkan, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Sebab, ASI mengandung zat-zat dan komponen yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah prebiotik oligosakarida. Ini merupakan komponen penting bagi terbentuknya saluran cerna yang sehat dan sistem pertahanan tubuh bayi yang optimal. Saluran cerna, menurut konsultan gastroenterologi anak, dr Badriul Hegar SpA(K), merupakan organ tubuh penting dalam sistem pertahanan tubuh. Sekitar 20-40 persen jaringan pada saluran cerna adalah jaringan limfoid (jaringan yang berperan pada sistem immunisasi tubuh). Jaringan tersebut, kata dia, merupakan jaringan limfoid terbesar pada tubuh manusia. ‘Wajar bila saluran cerna memiliki peranan penting, tak hanya pada sistem saluran cerna tapi juga pada sistem pertahanan tubuh secara keseluruhan,’ tutur dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta ini. Sistem pertahanan tubuh dan saluran cerna yang optimal terlihat pada bayi yang mendapat ASI. Itu karena ASI mengandung prebiotik oligosakarida yang bisa membuat komposisi mikroflora (bakteri) di dalam saluran cerna didominasi oleh bakteri baik, misalnya bifidobacteria. Di dalam saluran cerna, oligosakarida akan difermentasi oleh mikroflora. Selain menghasilkan energi dan meningkatkan penyerapan air di usus besar, fermentasi tersebut juga menghasilkan berbagai asam lemak rantai pendek yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen (bakteri jahat). Anak yang mendapat oligosakarida memperlihatkan kadar igA sekresi saluran cerna yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan. Kadar igA sekresi saluran cerna yang tinggi akan membuat tubuh lebih terlindungi dari infeksi saluran cerna dan lebih toleran terhadap berbagai bahan makanan yang bisa mencetuskan alergi. ASI, menurut Badriul, juga sangat unik. Ia mengatakan, 80 persen sel dalam usus mengandung antibodi. Jadi, kalau ada sesuatu di usus, sel akan rusak sehingga kekebalan tubuh menurun. ‘Uniknya, ASI penuh dengan bakteri yang baik. Ternyata di ASI ada oligosakarida. Dan itu tidak terdapat pada susu biasa,’ ujarnya. Oligosakarida, jelas Badriul, menghasilkan asam yang tidak cocok dengan bakteri jahat. ‘Karena itu, ASI merupakan pilihan paling baik.’ Mona dan Dewi juga setuju dengan hal itu. Mereka juga merupakan contoh yang baik betapa kesibukan berkarier tidak menghalangi seorang ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Bagaimana dengan Anda? (bur )

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: