MAULANA ALI AHMAD

Kesehatan Jiwa

In MAULANA ALI AHMAD on Februari 10, 2008 at 4:31 am

Sulit Tidur Tanda Awal Depresi
2- 2008

Derap kesibukan di kota besar, serba cepat, cenderung tidak mengenal waktu dan sangat kompleks serta padat membuat orang-orang di kota besar cenderung lebih rawan mengalami gangguan depresi, apalagi jika dibandingkan dengan kehidupan orang di desa.

Parahnya lagi adalah gangguan kejiwaan yang satu ini berkaitan dengan ketahanan seseorang terhadap stres. Sementara, orang dari daerah yang pindah ke kota -untuk sekolah atau bekerja- harus pintar-pintar menyesuaikan diri. Masa adaptasinya tiga bulan. Jika dalam jangka waktu tersebut sukses hidup di perkotaan tanpa kehilangan jati dirinya, ke depan dia akan mudah menjalani hidup di kota besar.

Sementara, ada beragam gejala depresi. Tahap ringan umumnya ditunjukkan dengan susah tidur dan malas makan. Selain itu, orang yang biasanya mudah bergaul menjadi pendiam. Sehingga, dia suka mengurung diri atau mengisolasi diri. Bisa juga menjadi anhedonia (kehilangan minat). Sedangkan tahap sedang terjadi saat pengidap depresi mulai ada keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. Tahap berat terjadi jika seseorang mulai memikirkan cara dan sarana untuk melakukan bunuh diri. Berhati-hatilah, perhatikan diri Anda!

Jika seseorang mulai menceritakan rencana untuk bunuh diri, maka sebaiknya orang sekitar harus tanggap. Kalau sudah begitu, kerabat atau sahabat berusaha mengarahkan orang itu untuk berpikiran positif. Kalau tidak mampu, harus diajak untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Ada beberapa solusi mencegah depresi memberat. Jika jenuh dengan lingkungan kerja, tak ada salahnya beristirahat atau cuti. Mungkin, perlu wisata ke tempat favorit bersama keluarga atau teman. Jika depresi karena kedodoran dengan ritme kerja, solusinya membuat jadwal secara sistematis. Kalau terjadwal dengan baik, hidup lebih teratur dan enak. Yang tak kalah penting adalah selalu berpikiran positif. Itu dilihat dari sisi mental. Kalau dari sisi fisik, cukupi nutrisi.

Apalagi, hampir semua makanan antidepresi rasanya enak. Antara lain, cokelat, es krim, susu hangat, teh chamomile, pisang, avokad, kismis, dan sayuran hijau yang segar.

Ada banyak sekali zat yang terkandung dalam cokelat. Salah satunya, merangsang keluarnya endorpin. Endorpin meningkatkan rasa gembira dan mengurangi stres. Kalsium dan magnesium yang terkandung dalam es krim, kismis, avokad, pisang, dan susu juga menguntungkan. Efeknya, menenangkan, mengurangi ketegangan otot, menurunkan tekanan darah, memperbaiki tidur, dan relaksasi.

Sayuran hijau kaya vitamin B. Vitamin ini adalah elemen yang membantu pembuatan hormon penenang seperti serotonin dan dopamin. Kekurangan vitamin B6 membuat orang mudah nervous, lekas marah, bahkan depresi.
____________________________________________________________________

Seputar Insomnia

4- 2006

Apakah Anda sering mengalami kesulitan tidur? Apakah Anda bangun pada tengah malam dan tidak dapat tidur kembali? Setelah bangun tidur, Anda masih mengantuk sepanjang hari, bukan? Jika demikian, Ana salah satu penderita insomnia.

Apa penyebab insomnia?
Insomnia adalah buruknya kualitas tidur karena satu atau lebih berikut: kesulitan tidur, bangun lebih sering sepanjang malam dan sulit kembali tidur, bangun lebih pagi dan terjada di malam hari namun tidak dapat kembali tidur. Ada dua jenis insomnia, yaitu insomnia kronis dan insomnia sesaat (transient dan intermittent) Biasanya insomnia diakibatkan stres, perubahan hormon, adanya gangguan atau nyeri tubuh dan pengobatan tertentu. Insomnia yang terjadi dalam tiga malam atau lbih dalam seminggu dalam jangka waktu sebulan dianggap sebagai insomnia kronis. Salah satu penyebab insomnia kronis adalah depresi.

Penyebab lain
Artritis, penyakit ginjal, gangguan hati, asma, penyakit parkinson, hipertiroid serta gangguan tidur lain (narkolepsi, sleep apnea). Insomnia kronis juga dipengaruhi faktor perilaku, seperti penggunaan yang salah terhadap kafein, alkohol, melakukan aktivitas malam dan menerita stres yang kronis.

Sedangkan insomnia sesaat disebabkan stres, gangguan lingkungan, suhu yang ekstrim, perubahan lingkungan sekitar, masalah skedul tidur ataupun efek samping pengobatan. Insomnia sesaat (transient dan intermittent) tidak membutuhkan perawatan khusus karena beberapa hari keudian tidur Anda akan kembali normal.

Biasanya penderita insomnia adalah para senior. Mereka mengalami kesulitan tidur atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali. Sekitar 12-25 persen orang lanjut usia dilaporkan menderita insomnia kronis, namun hanya kurang dari 15% yang melakukan terapi.

Beberapa perilaku yang dapat menyebabkan Anda menderita insomnia abadi, yaitu:
* Mengkonsumsi kafein berlebihan
* Minum alkohol sebelum tidur
* Merokok sebelum tidur
* Tidur siang berlebihan di siang atau sore jari
* Gangguan tidur secara berulang atau tidak teratur

Tip tidur nyenyak
* Membuat jadwal tidur
* Melakukan olahraga selama 20-30 menit setiap hari
* Olahraga 5-6 menit sebelum tidur
* Hindari kafein, nikotin dan alkohol
* Relaks sebelum tidur seperti mandi air hangat, membaca atau melakukan kegiatan relaks untuk memudahkan tidur.
_________________________________________________________________

Bipolar, Merasa Diri Nabi

2- 2006

Jika orang yang Anda kenal merasa diri hebat, mengaku Jenderal, bahkan malaikat, nabi atau wakil Tuhan, waspadalah. Siapa tahu ia mengalamai gangguan bipolar (manik depresi).

Salah satu tanda bipolar yang menonjol, menurut Dr. Yul Iskandar, Sp.KJ, Ph.D, psikiater dari RS Khusus Dharma Graha, memang dlusi kebesaran (grandiosity). Celakanya, orang bipolar juga biasanya memiliki insting kuat dan apa yang terjadi pada dirinya sepertinya masuk akal, sehingga orang lain mudah tersugesti.

“Karenanya tak sedikit orang yang mengaku hebat itu lalu banyak pengikutnya, meskipun klaim bahwa dia mendapat suara atau bisikan slit dibuktikan,” tutur Dr. Yul.

Kondisi itu tak ubahnya hidup keseharian kita yang diberondong tayangan magis-mistik, dan lama-kelamaan membuat kita percaya juga.

Merusak hubungan
Gangguan bipolar sendiri merupakan penyakit mental kronis dan parah yang juga dikenal sebagai manik depresi. Gangguan ini menyebabkan terjadinya perubahan suasana hati, energi, dan perilaku lain yang tidak normal. Akibatnya berpengaruh buruk pada prestasi sekolah maupun kerja, merusak hubungan antarmanusia, bahkan bisa berakhir dengan tindakan bunuh diri.

Gangguan itu belum diketahui secara pasti penyebabnya, tetapi diduga berkaitan dengan virus yang menyerang otak. Serangan virus berlangsung semasa janin dalam kandungan atau di tahun pertama sesudah lahir. Namun, baru 15-20 tahun kemudian mewujud menjadi bipolar.

“Itu karena pada usia 15 tahun kelenjar timus dan pinelis yang mengeluarkan hormon yang dapat mencegah gangguan psikiatrik hebat sudah berkurang menjadi 50 persen,” papar Dr. Yul, dalam acara dialog media di Jakarta, belum lama ini.

Di samping delusi kebesaran, tanda lain dari bipolar adalah hiperaktivitas, mudah marah, murung, ide meloncat-loncat, dan bunuh diri. Sekitar 16 persen dari pasien bipolar berkencederungan untuk membunuh dirinya.

“Kebut-kebutan atau ngetrek itu juga termasuk gejala bunuh diri, tetapi sebetulnya kasus bunuh diri di Jakarta masih kecil,” katanya.

Saat ini di Amerika Serikat, sekitar 1 persen dari populasi orang usia 18 tahun ke atas mengalami gangguan bipolar. Jika angka itu juga berlaku di Indonesia, berarti bisa lebih 2 juta penderitanya.

“Yang berkonsultasi ke psikiater baru kira-kira 30 sampai 50 persen karena mereka merasa tidak tergangu,” tambahnya. Dr. Yul. sendiri baru menangani sekitar 30-50 orang pasien bipolar.

Akibat anggapan salah itu, tak sedikit pasien yang bari berkonsultasi ke psikiater 6 tahun setelah gejala depresi muncul. Tentu saja kondisi penyakitnya sudah berat. Selama kurun waktu itu banyak juga pasien yang lebih dulu dibawa melanglang berobat ke tempat lain, bisa medis maupun alternatif. dan tidak langsung menuju dokter ahli jiwa.

Tidak seperti skizofrenia, pada bipolar ada kalanya terjadi fase baik. Mungkin itu sebabnya proses terapi akhirnya berlangsung tidak maksimal.

Terapi jangka panjang
Perkembangan gangguan bipolar umumnya terjadi di akhir masa remaja atau awal masa dewasa. Namun, pada beberapa penderita sudah mulai terjadi di masa kanak-kanak, sementara yang lain baru muncul menjelang akhir kehidupannya. Bipolar memang seringkali tidak bisa dikenali sebagai penyakit, meski pasien mungkin sudah menderita selama bertahun-tahun sebelum benar-benar terdiagnosa.

Seperti penyakit kronis lain, bipolar butuh perawatan jangka panjang, bahkan bisa sepanjang hidup pasien. Namun, yang penting, penyakit ini punya masa depan cukup cerah karena sudah ada obatnya. dokter biasanya akan memberikan terapi obat ini selama 5 tahun.

“Setelah itu kita coba hentikan. Kalau selama dua tahun tak pernah muncul gejala, dinyatakan sembuh,” ungkap Dr. Yul. Kemungkinan kambuh pada pasien yang menjalani terapi dengan obat ini sekitar 30 persen.

Obat-obatan yang dipakai saat ini dan sudah mendapat izin FDA (Food and Drug Administration) adalah mood stabilizer (menghentikan perubahan mood) seperti valproate, lithium, oxcarbazepentin. Obat-obatan tersebut akan membantu menyeimbangkan kondisi manik dan depresi pasien. Dengan pengobatan yang tepat ganggu bipolar dapat dikontrol secara baik.

Sayangnya, penggunaan obat bukannya tanpa efek samping. Lithium misalnya bisa memengaruhi kognisi, menyebabkan tremor, gangguan pencernaan, endokrin, menambah berat badan, gangguan kulit. Lithium juga sangat toksik. Bila diminum tidak tepat aturan, misalnya 3 kali dosis yang seharusnya, bisa berakibat kematian.

Intervensi terapi komplementer seperti rileksasi, meditasi, latihan pernapasan, terapi tertawa, dan terapi perilaku juga bisa dilakukan. Semua itu dapat membuat pasien lebih tenang.

Yang terpenting, saran Dr. Yul, keluarga memberikan dukungan penuh bila ada anggotanya yang mengalami bipolar. Caranya, dengan mengenali gejala dan segera membawanya ke dokter ahli jiwa.

Semakin dini gangguan ini diketahui dan makin cepat diobati, tentu akan optimal hasil yang dicapai.

Sumber: Senior
__________________________________________________________________
Aura Sehat, Hidup Lebih Bahagia

2- 2006

Apa sih aura itu? Aura adalah sinar elektromagnetik yang berada 4 oktaf di bawah kemampuan penglihatan mata kasat dengan panjang gelombang 12-6 mikron dan frekuensi 60-120 Hz.

Aura yang sehat, kata Liany Hendranata, seorang ahli aura melingkari tubuh fisik seseorang dengan bentuk elips jelas dengan tepian padat mulus serta warna cemerlang. Pancaran aura yang sehat dan sangat kuat secara spiritual dapat dilihat pada lukisan Bunda Maria, Isa Almasih, Dewi Kuan Im, Sidartha Gautama.

Aura yang sehat dan kuat berfungsi:
Memberi pesona dan karisma yang memunculkan inner beauty.
Memberi perlindungan dari energi negatif dari luar.
Memberi energi menyehatkan untuk tubuh fisik dan psikis.
Memberi perisai bagi kita, sehingga tak mudah didominasi orang.

Yang memperlemah aura:
Stres berkepanjangan sebab stres adalah pikiran negatif.
Makan tak teratur dan banyak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan beraura kotor, contoh ikan lele, kodok dan babi.
Kurang memperhatikan kesehatan fisik, termasuk kurang olahraga.
Banyak menyerap energi negatif, baik dari makhluk hidup maupun benda-benda yang memiliki medan energi kuat.

Agar aura kuat dan sehat:
Berpikir positif dan berusaha memiliki perusahaan bahagia di setiap situasi.
Membiasakan diri selalu hifup rileks.
Bersenam atau jalan kaki di alam terbuka.
Banyak mengonsumsi makanan sehat dan alami
Giat terlibat dalam kegiatan keagamaan dan rajin beramal.
Mandi di laut
Banyak beristirahat di bawah pohon rindang.
Melakukan terapi aroma yang terbukti menenangkan dan mempertebal medan aura.
Latihan rileksasi, meditasi, prana, reiki, auto hipnosis.

Sumber: Senior
________________________________________________________________
Cukup Sabarkah Anda Menghadapi Stres?

2- 2005

Apa yang Anda lakukan saat hidup terasa begitu benar? Bagaimana Anda mengatasi kondisi-kondisi yang sulit? Ikutilah kuis yang dikutip dari situs psikologi dan juga menyediakan layanan konseling yang berpusat di Amerika Serikat ini untuk mengetahui bagaimana tipe dan gaya Anda menghadapi stres. Beri nilai 1 untuk jawaban a, 2 untuk b, dan 3 untuk c.

1. Sejujurnya, bagaimana Anda menilai kesabaran Anda?
a. sangat sabar, mungkin
b. bagus
c. cukup sabar

2. Seberapa sering Anda bicara dengan teman atau keluarga lewat telepon?
a. Saya hanya menggunakan telepon jika benar-benar perlu
b. telepon membantu saya menjaga hubungan baik dengan mereka.
c. saya sering ngobrol sepuasnya dengan mereka.

3. Kalimat apa yang paling tepat menggambarkan diri Anda saat menghadapi masalah?
a. yakin mampu mengatasi apapun.
b. berdamai dengan apa pun atau siapapun
c. cuek, santai saja

4. Bagaimana situasi-situasi yang tidak terduga memengaruhi perasaan Anda?
a. baik-baik saja
b. tergantung seberapa parah masalahnya
c. mendebarkan

5. Bagi Anda stres dalam hidup ini ibarat:
a. rasa sakit wanita saat melahirkan (diperlukan, meski hanya sesaat)
b. garis-garis di tubuh macanloreng (menyebar dan konstan)
c. lubang-lubang di jalan (acak, tak terduga, dan menjengkelkan)

6. Sejujurnya, seberapa lembut hati Anda?
a. bisa jadi sangat lembut
b. cukup lembuat
c. sebaiknya sangat keras

7. Pada skala 1 hingga 10 (1 terbaik dan 10 terburuk), kebanyakan masalah Anda terletak pada angka:
a. 1 hingga 4
b. 4 hingga 6
c. 6 hingga 8

8. Apa yang Anda rasakan ketika berpikir tentang uang?
a. saya bisa mengatasinya
b. cukup membuat saya pusing
c. pasti memusingkan saya

9. Apa yang Anda rasakan ketika hidup menjadi terlalu berat buat Anda?
a. Ada masanya hidup memang berat
b. mencoba mengalir mengikuti arus
c. tentu saja tertekan

Nilai 9-15
Anda layaknya Sang Budha. Dengan mata setengah tertutup dan sesungging senyum tipis di bibir, Anda bisa menerima situasi stres seberat apa pun dengan tenang. Tampaknya tidak ada sesuatu yang bisa mengejutkan Anda, sebab Anda selalu berusaha mengantisipasi masalah-masalah yang timbul. Sering stres, justru memicu Anda untuk membuat perubahan. Sayangnya, langkah-langkah Anda yang terlalu tenang justru sering menyebabkan masalah tertunda dan mengendap lebih lama. Cobalah untuk bergerak lebih cepat dan sigap ketika menghadapi masalah!

Nilai 16-20
Tenang Bung, santai adalah prinsip Anda. Anda juga ahli meringankan stres orang lain, memberikan kata-kata sejuk semisal, “Semuanya pasti akan baik-baik saja.” Anda selalu berhasol menegaskan, kita semua cuma manusia yang tak luput dari stres. Saat stres datang, bisa jadi Anda akan dengan refleks melawannya, misalnya membanting telepon atau malah merangkak sembunyi di balik selimut. Namun, ekspresi jujur terhadap apa yang Anda rasakan tetap jauh berharga dan bermanfaat. Besok adalah hari yang lain, jadi santai saja!

Nilai 21-27
Anda mirip Elvis yang memainkan tongkat mike di atas panggung. Penuh percaya diri. Meski untuk itu sah-sah saja Anda melarikan diri ke hal-hal yang justru bisa mergikan, misalnya makanan, kopi, rokok, alkohol, atau bahkan yang lebih parahlagi. “Yang penting stres hilang dulu!” kata Anda. Cobalah untuk percaya diri tanpa harus mencari sandaran ke hal-hal negatif. Mengikuti latihan yoga atau kelas-kelas kebugaran pasti bisa menjadi alternatif positif.

Sumber: Senior
______________________________________________________________
Penghargaan Diri

1- 2005

Definisi penghargaan diri dapat dinyatakan sebagai suatu reputasi yang kita miliki sendiri. Hal ini bukan suatu perasaan atau suatu perlengkapan baru atau suatu pujian. Pakian baru, pujian dan semua yang bersifat sementara membuat kita merasa baik untuk sesaat, tetapi mereka memiliki suatu kualitas yang cepat terhadap sesuatu yang diperlukan untuk dipertahankan sesering perubahan badai dalam kehidupan kita. Semua yang bersifat sementara ini tidak akan bertahan lama atau permanen. Penghargaan diri dicari oleh kita dan untuk kita, dan tidak diberikan secara alami oleh alam kepada beberapa orang tidak juga pada orang lain. Kita dilahirkan tidak serta merta dengan suatu penghargaan diri yang tinggi tetapi memerlukan suatu cara atau orang lain jika kita berjalan mengarungi kehidupan dengan kedamaian dan kerukunan. Beberpa diantara kita memperoleh penghargaan diusia awal dan sebagian lagi harus bekerja sangat panjang dan keras untuk mendapatkan reputasi yang baik agar kita mampu mewakili siapa sebenarnya kita.

Ketika kita menemukan penilaian diri kita, tidak berarti kita tidak akan pernah tahu kepedihan, kesengsaraan, kegelisahan dan depresi, tetapi kita akan mengalami keadaan ini dan kita tidak dapat mengatasinya sesegara mungkin jika kita tidak selalu memacu diri kita.

Menghormati nilai dan peranan kita melibatkan penerimaan terhadap diri kita, menyusun harapan yang realistis, memaafkan diri kita dan orang lain, mengambil resiko, percaya dan mengepresikan diri. Hal ini tercermin pada penghormatan kreativitas kita, pikiran, tubuh, dan kepercayaan diri.

Nathaniel Branded, penulis “The Six Pillars of Self-Esteem” dan “The Psychology of Romantic Love,” mengatakan bahwa ada tiga tantangan dalam hidup yaitu memiliki kemampuan untuk merawat diri sendiri secara independen, mengembangkan kompetensi pada semua hubungan dan daya tahan. Kita semua pernah merasakan kepedihan dan kekalahan, tetapi elemen yang lebih penting di sini adalah kita pasti kembali ke arena. Ini merupakan tanda penghargaan diri yang yakin. Kehidupan akan memukul jatuh kita tetapi penilian diri kita mengatakan bahwa pengalaman terjadi pada kita tetapi bukan terjadi pada siapa diri kita.

Ada enam prinsip penghargaan diri menurut Branden, yaitu Jalani hidup dengan penuh kesadaran, penerimaan diri, tanggung jawab terhadap diri sendiri, ketegasan diri, hidup dengan tujuan yang jelas dan integritas diri.
Sumber:vision.net.id
________________________________________________________________
Depresi Berat Masih Dapat Disembuhkan

9- 2005

Penderita depresi berat jika tidak segera ditangani secara serius dapat menyebabkan kematian. Penderita gangguan mental ini sebagian besar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Pada umumnya penderita depresi berat mengalami sukar merasa bahagia dan konsentrasi cepat buyar. Gejala psikis ini sering disertai dengan gejala fisik, seperti misalnya penurunan berat badan atau berat badan malahan bertambah drastis.

Gangguan pola tidur juga merupakan tanda seseorang mengalami proses depresi. Motivasi dan produktivitas kerja pada gilirannya mengalami pengurangan. Biasanya penderita depresi berat akan menjauh dari linkungan keluarga. Mereka menarik diri dari lingkungan sosial dan pada akhirnya tidak dapat melakukan tugas dan pekerjaan.

Selain gejala di atas juga disebutkan tanda-tanda lain seseorang menderita depresi berat, antara lain:

Rasa gelisah yang berlebihan,

Perlambatan gerakan motorik,

Perasaan tidak berguna dan gampang putus asa,

Gangguan seksual, serta

Munculnya pikiran dan keinginan tentang kematian dan bunuh diri.

Dua Penyebab Depresi

Ada dua penyebab depresi. Pertama adalah faktor biologis, termasuk faktor genetik. Kedua,
adalah faktor psikososial.

Faktor biologis misalnya karena sakit, pengaruh hormonal, atau depresi pascamelahirkan. Sedang faktor psikososial misalnya konflik pribadi atau interpersonal, masalah eksistensi atau masalah keluarga. Depresi, gangguan suasana perasaan atau mood sering dianggap sebagai masalah pribadi dan bukan sebagai penyakit.

Para pakar menilai depresi sebagai gangguan pada otak yang harus mendapat perawatan serius. Salah satu hipotesa menyebutkan, depresi disebabkan gangguan regulasi neurotransmitter dalam otak. Neurotransmitter atau sel kimia dalam otak antara lain bertanggung jawab mengendalikan gangguan alam perasaan pada manusia.

Bila gangguan neurotransmitter, norepinephrin dan serotonin di jaringan otak dikoreksi dengan pemberian zat anti depresan kepada penderita, pasien depresi dapat disembuhkan. Terapi dengan obat antidepresan ini disebut farmakoterapi. Biasanya, terapi ini makan waktu dan hasilnya tidak langsung tampak.

Namun, obat antidepresan kadang membawa efek samping seperti mulut kering, sakit kepala, rasa mual, dan rasa mengantuk atau sedasi pada pasien.

Meditasi dan relaksasi sebenarnya dapat mengurangi ketegangan dan depresi, karena merangsang otak untuk beristirahat. Selain itu, olah raga dan yoga juga efektif dalam menanggulangi fase depresi. Meditasi dan relaksasi, olahraga, dan yoga ini terbukti ampuh dan hemat biaya untuk proses penyembuhan depresi, bahkan yang berat sekalipun.
Sumber:detikhealth.com
______________________________________________________________
Krisis Usia Pertengahan

5- 2005

Gangguan mudah lelah, sulit konsentrasi, gampang mengantuk, merupakan sebagian dari gejala andropause.

Namun, gejala itu biasanya terjadi pada pria yang telah berusia 60-an tahun. Jika gejala itu terjadi pada usia 45-an, apa penyebabnya?

Bukan Andropause
Beberapa keluhan Anda, yaitu mudah lelah, sulit berkosentrasi, dan cepat mengantuk memang merupakan sebagian gejala andropause. Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalami gejala seperti itu pasti mengalami andropause. Apalagi mengingat usia Anda baru 45 tahun, yang berarti jauh dari usia andropause pada umumnya.

Andropause yang sebenarnya hanya dialami oleh sedikit pria pada usia 60-an tahun. Tidak semua pria mengalami masa andropause, walaupun pada pria usia lanjut terjadi penurunan kadar hormon testosteron di dalam darah.

Pada usia pertengahan, seperti usia Anda saat ini, masalah yang terjadi ialah “krisis usia pertengahan”. Pada usia ini, tidak sedikit pria dan wanita yang mengalami krisis dalam kehidupan seksualnya. Pada usia ini orang merasa secara fisik tidak seperti dulu lagi karena mengalami perubahan kemunduran.

Pria yang merasakan itu sangat khawatir kehilangan kemampuan seksualnya. Karena itu, banyak pria yang kemudian ingin menguji kemampuan seksualnya dengan mencari wanita lain, yang jauh lebih muda.
Kalau ternyata kontak seksual dengan wanita lain itu memberi kepuasan yang diharap, ia akan menganggap ada sesuatu yang kurang pada istrinya.

Dan mudah dimengerti kalau pria itu kemudian terus melakukan kontak seksual dengan wanita itu. Meski begitu, bila kontak seksual yang semula hanya untuk uji coba itu berlanjut lebih jauh sampai melibatkan emosi yang dalam, terjadilah kemudian perkawinan yang kedua.

Jengkel Seks
Sekitar 20 persen pria dan wanita mengalami “fenomena seks yang padam” pada usia pertengahan. Fenomena ini muncul karena kejenuhan dan kejengkelan terhadap aktivitas seksual yang monoton.

Kejenuhan seksual merupakan salah satu penyebab awalnya. Bagi pasangan yang sudah lama menikah, kejemuan seksual memang sering muncul, yang disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual.

Bisa jadi masalah yang Anda alami adalah gejala “krisis usia pertengahan” yang disebabkan penurunan kemampuan fisik dan kejenuhan terhadap suasana monoton yang telah berlangsung sekian lama. Pada keadaan ini Anda tidak memerlukan pengobatan hormon (TSH) karena kadar hormon testoteron pada umumnya masih normal.

Namun, tentu diperlukan pemeriksaan untuk memastikan ada tidaknya gangguan fisik atau psikis yang mengakibatkan munculnya keluhan seperti yang Anda alami. Untuk mengetahui normal tidaknya kadar hormon testosteron, diperlukan pemeriksaan laboratorium.

Pengobatan hormon testosteron dapat Anda peroleh di dokter spesialis andrologi setelah mendapat pemeriksaan sebelumnya. Soal apakah Anda memang memerlukan pengobatan hormon atau tidak, ditentukan oleh hasil pemeriksaan yang benar.

Dipengaruhi Lima Faktor
Dorongan seksual dipengaruhi oleh lima faktor. Pertama, hormon testosteron. Kedua, keadaan kesehatan tubuh. Ketiga, faktor psikis. Keempat, rangsangan seksual dari luar, baik rangsangan fisik ataupun psikis. Kelima, pengalaman seksual sebelumnya.

Kalau faktor di atas mendukung, dorongan seksual menjadi kuat. Misalnya, bila rangsangan seksual diterima cukup baik dari pasangan, dorongan seksual kuat. Sebaliknya, bila faktor di atas menghambat, dorongan seksual lemah atau bahkan hilang. Sebagai contoh, bila keadaan kesehatan terganggu karena suatu penyakit, dorongan seksual menurun.

Kalau Anda merasakan dorongan seksual yang kuat, itu berarti faktor yang mempengaruhinya baik. Mengingat usia Anda masih muda, hampir pasti keadaan kesehatan Anda baik, yang mendukung dorongan seksual.

Sayangnya Anda tidak jelaskan sejak kapan Anda menikah. Kalau Anda menikah belum lama, tentu secara psikis belum muncul kejenuhan terhadap situasi dalam relasi dengan istri. Berbeda kalau usia pernikahan sudah lebih lama, apalagi kalau tidak ada variasi situasi dalam relasi dengan istri.

Dengan dorongan seksual yang kuat, wajar bila Anda ingin sering melakukan hubungan seksual. Sayangnya istri merasa tidak sanggup, walaupun Anda tidak menjelaskan mengapa istri seperti itu. Jadi, masalah yang Anda hadapi sebenarnya adalah kesenjangan seksual dengan istri.

Alasan Tersembunyi
Saya pikir perlu diketahui mengapa istri “tidak sanggup”. Atau, adakah masalah tertentu di balik pengakuan “tidak sanggup” itu? Apakah istri Anda dapat merasakan kepuasan seksual selama ini?

Kalau tidak dapat mencapai kepuasan seksual, akan muncul kecenderungan enggan, bahkan menolak hubungan seksual. Namun, kalau dapat mencapai kepuasan seksual, muncul kecenderungan ingin melakukan hubungan seksual lebih sering. Karena itu, banyak istri yang dapat mencapai orgasme berkali-kali (multiple orgasm). Kemungkinan lain, kebugaran fisik istri kurang baik sehingga mudah lelah, lalu merasa tidak sanggup lagi.

Kalau ingin menekan dorongan seksual Anda, cobalah lakukan kegiatan fisik dan mental juga. Dengan keseimbangan kegiatan fisik dan mental, dorongan seksual pada umumnya dapat ditekan.

Upaya yang Anda lakukan mungkin hanya atau lebih banyak kegiatan fisik saja. Cobalah lakukan juga kegiatan yang menggunakan pikiran dan rasa. Dengan keseimbangan itu diharapkan dorongan seksual Anda dapat ditekan.

Tentu saja tidak dapat dikesampingkan kemungkinan Anda seorang hiperseksual. Untuk menentukan ini diperlukan konsultasi lebih jauh, apakah benar dorongan seksual dan perilaku seksual Anda memenuhi ketentuan pada hiperseksualitas.

Hal penting yang perlu Anda perhatikan ialah jangan memaksa istri bila dia menyatakan sudah tidak sanggup lagi. Kalau dipaksa dapat terjadi akibat buruk bagi kehidupan seksualnya kelak.
________________________________________________________________
Gangguan Stress Pasca Trauma

3- 2005

Gangguan stress pasca trauma adalah suatu gangguan kecemasan yang timbul setelah mengalami atau menyaksikan suatu ancaman kehidupan atau peristiwa-peristiwa trauma, seperti perang militer, serangan dengan kekerasan atau suatu kecelakaan yang serius. Peristiwa trauma ini menyebabkan Anda memberikan reaksi dalam keadaan ketakutan, tak berdaya dan mengerikan. Mengalami penderitaan akibat perlakuan kejam yang berulang, ikut perang, atau menyaksikan serangan teroris di Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 adalah contoh insiden yang menakutkan yang mungkin mengarah pada gangguan stres pasca trauma pada mereka yang mengalaminya atau terlibat langsung di dalamnya.

Gejala-gejala umum meliputi :
Kenangan yang muncul kembali dalam ingatan dan berulang-ulang, sangat mendalam dan mengganggu akibat peristiwa tersebut.
Berusaha menghindari keadaan-keadaan yang mengingatkan Anda pada peristiwa tersebut.
Menjadi mati rasa secara emosional dan suka menyendiri.
Sulit tidur dan konsentrasi, ketakutan atas keselamatan pribadi.
Bila gejala-gejala gangguan stres pasca trauma menjadi parah, gangguan tersebut menimbulkan ketidakmampuan. Apa sebabnya beberapa orang dari mereka akan berkembang menjadi gangguan stres pasca trauma setelah mengalami peristiwa yang sama adalah tidak jelas. Resiko akan mengalami gangguan stres pasca trauma meningkat oleh karena banyak faktor, termasuk intensitas beratnya peristiwa yang dialami, sejauh mana Anda terlibat di dalamnya, dan seberapa hebatnya Anda bereaksi. Sementara itu penyebab sebenarnya dari gangguan stres pasca trauma tidak diketahui. Anda beresiko tinggi menderita gangguan stres pasca trauma jika Anda mempunyai riwayat keluarga yang mengalami depresi. Kemungkinan lain adalah dilepaskannya hormon-hormon tertentu oleh otak ( misalnya kortisol ) dan zat-zat kimia lainnya sebagai respons terhadap rasa takut. Hormon-hormon dan zat-zat kimia ini juga akan membangkitkan kenangan-kenangan tersebut. Orang-orang dengan ketidakseimbangan zat kimia tertentu dalam otaknya mungkin resiko terjadinya gangguan stres pasca trauma akan meningkatkan.

Gangguan stress pasca trauma berkembang dalam waktu 3 bulan setelah mengalami trauma, walaupun mungkin mula-mula terjadi pada bulan-bulan atau tahun-tahun berikutnya. Gejala-gejala berakhir kira-kira 3 bulan dan ini terjadi pada sebagian dari mereka dengan gangguan stres pasca trauma. Penderita lainnya mengalami gejala yang hilang timbul beberapa kali selama beberapa tahun.

Gangguan stres pasca trauma dapat diobati dengan baik. Terapi yang dilakukan berupa konseling dan kadang-kadang menggunakan obat-obatan ( seperti antidepresan ). Pengobatan awal adalah penting dan mungkin membantu mengurangi gejala-gejala jangka panjang. Sayangnya, kebanyakkan orang tidak mencari pengobatan dan tidak mengetahui gejala-gejala gangguan stres pasca trauma bahkan oleh seorang perawat sekalipun. Keadaan-keadaan lain sering terjadi bersamaan dengan gangguan stres pasca trauma ini, seperti depresi dan penyalahgunaan zat.
________________________________________________________________
Depresi

0- 2004

Merupakan keadaan sakit jiwa ringan, bukan hanya rasa sedih biasa yang setiap orang mungkin sering merasakan. Depresi tidak bisa sembuh sendiri, perlu diobati dan jika tidak akan bertambah berat.

GEJALA
Merasa selalu sedih
kehilangan perhatian terhadap aktifitas sehari-hari
Tidak bisa konsentrasi/membuat keputusan
Berpikir untuk bunuh diri/mati
Gangguan kebiasaan tidur
Rasa cemas
Tidak ingin bicara/bergaul dengan orang lain
Nafsu makan dan berat badan menurun, merasa lemah
Merasa kesepian, tidak berharga, rasa bersalah
PENYEBAB
Tidak ada sebab nyata
Stres berat
Perubahan hormon pada wanita selama menstruasi, sehabis melahirkan, dan periode menopause
Penyakit tertentu seperti pendarahan otak, penyakit ruam syaraf, psoriasis
KOMPLIKASI
Peningkatan keadaan depresi, sehingga penderita tidak dapat memenuhi tugas-tugasnya
Usaha untuk bunuh diri
YANG DAPAT ANDA LAKUKAN
Konsultasi ke dokter
Minum obat atas resep dokter secara teratur
TINDAKAN DOKTER
Memberikan nasehat
Memberikan obat anti-depresi
Merujuk ke ahli psikoterapi
Merujuk ke ahli jiwa (psikhiater)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: