MAULANA ALI AHMAD

SESKIOLOGI FULL

In MAULANA ALI AHMAD on Februari 10, 2008 at 4:58 am

Wewangian Untuk Bercinta

Minyak esensial, menurut Rina Porwadi, seorang ahli terapi aroma, punya efek yang sama dengan obat. Minyak ini bersifat antinyeri, antiinflamasi, antispasmodik, antidepresi, antiseptik.

Ssst… minyak ini juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan pasangan.

1. Minyak Esensial Melati
Ingatkah Anda ketika menjadi pengantin tradisional, aroma melati terasa kuat sekali? Itu artinya nenek moyang kita sudah tahu aroma melati adalah ramuan cinta. Efek euforia pada melati bisa membebaskan fantasi seksual Anda.

2. Kenanga
Minyak esensial kenanga lebih sering disebut ylang-ylang. Aromanya yang manis merilekskan Anda, sehingga menurunkan stres.

3. Bunga Jeruk
Minyak esensial ini digunakan untuk meningkatkan gairah dan membebaskan gairah yang terpendam.

4. Clary Sage
Aroma minyak ini juga memiliki efek euforia dan merilekskan tubuh.

5. Cendana
Minyak esensial cendana bermanfaat mengatasi depresi yang seringkali jadi penyebab timbulnya masalah seksual.

6. Mawar
Bunga mawar seringkali dijadikan simbol cinta. Aromanya yang harum juga bisa meningkatkan gairah.

Sumber: Senior

_________________________________________________________________

8 “Dosa” Pria yang dibenci Wanita
0- 2007

Ada beberapa sifat dan perilaku pria yang sering kali sulit diterima wanita, sehingga dianggap sebagai “dosa” kaum pria. Namun dinikmati wanita. Apa sajakah dosa-dosa itu?

Wanita memang makhluk emosional yang terkadang merasa “tabu” dalam urusan seks. Hal yang disukai pria belum tentu disukai wanita dan hal itu dapat menjadi “dosa” terselubung pria buat wanita. Contoh “dosa” itu misalnya melupakan hari ulang tahun pasangannya, atau hari “jadian” hubungan mereka, tidak ingat ukuran sepatu apalagi ukuran bra. Bahkan ajakan melakukan hubungan seks pun dapat berubah menjadi paksaan saat seorang wanita belum siap. Alhasil, wanita kerap merasa dilecehkan.

“Wanita sangat berbeda dengan pria secara psikologis. Wanita lebih banyak memakai emosi dan untuk urusan seks mereka bergantung pada rasa aman, nyaman dan mood. Untuk itu, masing-masing pasangan disarankan menurunkan ego dan saling memahami,” demikian menurut pakar seks, Dr. Ferryal Loetan, yang ditemui di tempat prakteknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

1. Keperawanan, Hobi Dugem
Semua manusia pasti mempunyai masa lalu, entah itu baik ataupun buruk. Syukur jika seorang pria mendapatkan pasangan dengan masa lalu yang indah. Tapi, bagaimana jika sebaliknya? Misalnya, seorang pria yang menikah dengan wanita yang sudah tidak perawan karena pergaulan dan hobinya yang dulunya suka dugem. Mereka sepakat untuk mengubur masa lalu tersebut dengan catatan si wanita tidak akan mengulangi kebiasaannya lagi. Tapi, saat si pria seoang bermasalah dan dilanda kebosanan, tak jarang sang pria mengungkit kembali masa lalu buruk itu dan mengatakan hal yang tidak sedap tentang keperawanan pasangannya atau kebiasaan si wanita ketempat dugem.

2. Cerita Basi
Wanita memang ditakdirkan cenderung banyak cerita dan suka berbagi kisah apalagi terhadap orang yang dipercaya dan dicintainya. Pada orang terdekatnya, wanita bisa mengungkap segala rasa dan permasalahan. Dibutuhkan tempat berkisah, syukur-syukur beroleh solusi. Tak jarang, untuk satu permasalahan dibahas berulang. Tentunya ia akan sangat kecewa jika Anda sebagai pasangan tidak mau mendengar dan menganggap basi ceritanya dengan berkata.”Kamu kok jadi nyinyir, ya? Kemarin kan sudah kamu ceritakan dan kita bahas. Nggak ada topik yang lain?”.

3. Hambat Karier, Janji Muluk
Saat awal memasuki mahligai perkawinan, pria kadang berjanji untuk tetap memperbolehkan pasangan wanitanya bekerja dan mengembangkan kariernya, atau berkegiatan sosial di tengah masyarakat. Namun kenyataannya, hal ini terkadang membawa masalah baru dalam sebuah rumah tangga dalam pembagian waktu antara karier dan keluarga. Padahal, si wanita sudah berusaha membagi adil semua waktunya dengan berperan ganda. Alhasil, suami pun mulai membatasi gerak istri dan sebagai ganti agar si istri tidak kecewa, suami berjanji untuk memberi uang saku lebih banyak dan menjanjikannya hal-hal muluk lainnya. Untuk mengatasinya, memang kedua pasangan perlu membicarakan kembali komitmen awal, melapangkan dada untuk keberhasilan istri berkarier atau bekerja di luar rumah.

4. Mengabaikan Soal Kecil
Sekalipun tidak sepenuhnya benar, tetapi pria cenderung lebih ingat peristiwa besar seperti skor pada piala dunia ataupun tempat ngopi paling asyik saat ia tugas kerja di kota Paris atau London, misalnya, ketimbang hari ulang tahun pasangan, hari “jadian” apalagi ukuran baju, sepatu hingga bra wanita pasangannya. Pria seringkali lupa, bahkan bersikap cuek dan hal itu dianggapnya sebagai soal kecil. Sementara bagi wanita, soal yang dianggap kecil oleh pria diterima sebagai masalah penting dalam sejarah hidupnya. Beberapa pria mengatakan,”Nggak penting banget hari ulang tahun, apalagi hari jadian gitu. Masih ada yang lebih penting dari hal itu. Yang penting gue kan tanggungjawab sebagai suami.”

5. Bikin Film Porno, Aksesoris Seks
Fantasi pria kadang cukup liar, semisal membayangkan merekam adegan bercinta dengan pasangan wanitanya, atau menggunakan aksesoris seks sebentuk penis dari karet. Ini tentu bukan sesuatu hal yang lazim, bahkan dianggap tabu dan menjijikkan oleh sebagian wanita yang menganggap bahwa kegiatan seperti ini tak layak dilakukan oleh wanita “baik-baik” padahal, pandangan ini mungkin tak sepenuhnya benar. Beberapa pakar seks mengatakan, diperlukan beragam cara bercinta untuk mengatasi kejenuhan. Tapi apakah bikin film porno atau menambah asesoris seks juga termasuk solusi mengatasi kebosanan bercinta? Asalkan dilakukan atas kesepakatan bersama, dibicarakan untuk kepentingan apa, tentu hal ini bukan masalah.

6. Early morning sex, Seks “Dadakan”
Desakan gairah seks pada dini hari yang kerap muncul pada pria, atau keinginan bersenggama pria yang secara tiba-tiba dapat membuat wanita merasa tak nyaman karena ketidaksiapannya. Tak adanya fase pemanasan membuat wanita tak dapat mencapai titik maksimal. Selain dianggap sebuah pemaksaan, wanita juga terkadang merasakan dirinya diperlakukan sebagai wadah pembuangan hasrat seksual pria. Berbeda dengan wanita berlibido tinggi, tanpa harus membersihkan diri pun tidak masalah. Masalahnya, wanita kategori ini gampang horny.

7. Interplay Saat Haid
Memang, libido biasanya akan naik karena pengaruh hormon. Tetapi ajakan pria untuk bersenggama saat wanita haid, harus dicermati dengan hati-hati, karena ini mengganggu kesehatan wanita, demikian menurut ilmu kedokteran. Pada saat menstruasi atau haid, pembuluh darah di dalam permukaan dinding rahim akan terbuka dan rapuh sehingga bila melakukan kontak seksual dapat mengakibatkan infeksi dan emboli (masuknya sperma ke dalam pembuluh darah) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Bilapun desakan gairah pria sulit dikendalikan saat si wanita sedang menstruasi, masih ada jalan lain yang dapat dilakukan seperti oral dan masturbasi, misalnya.

8. Sensasi Seks Wanita Hamil
Hasrat wanita hamil pada triwulan I biasanya menggebu karena pengaruh hormon dan psikologis. Emosinya lebih tinggi karena ingin selalu berada dekat pria pasangannya, ingin lebih diperhatikan, dimanja. Namun pada triwulan II, libido mulai menurun seiring perut membesar dan wanita sudah mulai fokus pada jabang bayi. Triwulan III, libido wanita kembali naik dan sebenarnya hubungan seksual boleh-boleh saja terjadi dengan catatan jangan sampai ada trauma pada perut yang sudah semakin besar.

Tapi hal itu menjadi sangat sulit dikendalikan saat libido pria mulai muncul. Bersentuhan dengan pasangan yang sedang hamil di Trisemester Ketiga juga berkendala. Pasalnya, wanita sudah malas berhubungan seks akibat perutnya yang dirasa berat.

Sumber: Male Emporium

Wilayah Merah Seks Oral
0- 2007

Oral sex banyak disukai pria. Aktivitas seks ini mampu membakar fantasi mereka sampai rela melakukan perburuan dimana saja. Wanita penghibur adalah korban yang sering dicari oleh para lelaki pemburu kepuasan ini. Namun, sadarkah mereka tentang bahaya yang mengancam di balik kepuasan itu?

Seks merupakan suatu hal yang tidak ada habisnya dibicarakan. Oral sex adalah salah satu aktivitas yang sering dilakukan ketika berhubungan seksual. Apalagi bagi kaum Adam yang sangat menikmati aktivitas ini. Banyak pria menganggap oral sex sebagai salah satu ritual wajib yang harus dilakukan. Sah-sah saja jika melakukan seks oral ini terutama dengan pasangan resmi. Aktivitas ini banyak disukai pria karena secara biologis dan psikologis lebih menguntungkan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa seks oral merupakan kegiatan seks yang paling aman jika dibandingkan dengan hubungan seks lainnya. Khususnya bagi pasangan yang tidak terikat, oral sex merupakan kegiatan seks yang dianggap aman karena tidak akan mengakibatkan kehamilan. Tapi, apakah kegiatan oral sex dengan wanita penghibur ini memang benar-benar aman dari resiko lain seperti terkena Penyakit Menular Seksual (PMS)? Inilah yang harus diperhatikan bagi penikmat oral sex ‘jajanan’.

Pria biasanya merasakan tingkat kenikmatan yang lebih tinggi dalam menerima maupun memberikan seks oral. Dalam sejumlah penelitian, mereka sering mengatakan bahwa mereka menginginkannya lebih sering dibandingkan yang diinginkan oleh pasangannya. Seks oral juga digemari wanita-wanita pekerja seks komersil. Para wanita penghibur ini melakukan seks oral untuk menghindari penularan berbagai jenis penyakit kelamin terhadap dirinya.

Benarkah pendapat yang mengatakan oral sex dengan para wanita penghibur tidak akan menimbulkan bahaya? Agaknya pendapat ini jauh dari fakta yang sebenarnya. Sebab, mulut manusia merupakan organ yang hanya dilapisi jaringan halus dan kurang elastis. Mukosa atau jaringan halus pada mulut mudah sekali terluka dan bukan merupakan benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu tak diundang, yakni bakteri dan virus.

Di samping itu, mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah yang mengundang resiko tertularnya penyakit melalui oral sex. Klamidia, herpes genitalis, gonore, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV) merupakan PMS yang paling sering ditularkan melalui kontak antara mulut dan alat kelamin. Jika menyukai oral sex dan tidak bisa mengubah kebiasaan ini, maka wajib memperhatikan kesehatan dari alat-alat genital Anda. Dengan demikian bisa diketahui lebih dini tanda-tanda umum jika terjadi sesuatu yang berhubungan dengan gejala awal PMS.

Jalan satu-satunya bila Anda tetap ingin melakukan oral sex dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki), maka gunakanlah kondom tanpa pelumas (atau hilangkan pelumasnya). Apabila melakukan cunnilingus (seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan Anda harus menggunakan pelindung gigi. Alat ini berupa selembar lateks persegi yang diletakkan di atas vulva, sehingga tidak terjadi kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.

Penyakit Akibat Seks Oral

Radang Mulut
Seks oral juga dapat menjadi sumber penularan radang mulut bila rongga mulut mengidap suatu penyakit menular seksual. Rongga mulut mungkin mengidap suatu penyakit kelamin kalau melakukan seks oral dengan orang yang sedang mengidap penyakit tersebut. Sebagai contoh, kalau seorang wanita melakukan seks oral terhadap seorang pria yang sedang mengidap gonorea (kencing nanah), maka dapat saja terjadi penularan dari penis ke lapisan mulut bagian dalam atau tenggorok.

Akibatnya wanita itu mengalami radang mulut atau tenggorok karena gonorea. Kalau kemudian wanita itu melakukan seks oral terhadap pria lain yang sehat, pria itu dapat tertular sehingga mengalami gonorea. Namun. kalau rongga mulut tidak mengidap penyakit kelamin, tentu seks oral tidak merupakan sumber penularan.

Kanker Tenggorokan
Beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan pada pria atau wanita, dicurigai menular lewat aktivitas seks oral. Dalam sebuah studi yang baru pertama kali dilakukan, para ahli meneliti kaitan antara human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker leher rahim dengan kanker oropharyngeal yang menyerang tenggorokan, tonsil dan bagian belakang lidah. Angka kejadian penularan HPV lewat kegiatan oral sex di Amerika Serikat terus mengalami peningkatan sejak tahun 1973. Kini bertambah lagi resiko penularan penyakit lewat seks oral, yakni kanker tenggorokan.

Dulu, banyak disebut orang yang paling rentan terkena kanker tenggorokan adalah mereka yang perokok dan banyak mengkonsumsi alkohol. Namun, rupanya ada faktor lain yang lebih dominan. Orang yang melakukan oral sex berganti-ganti pasangan hingga lebih dari 6 kali mengalami resiko terkena kanker tenggorokan 9 kali lebih tinggi.

Tidak semua orang menikmati seks oral. Banyak yang mencoba dan menyukainya, sementara sebagian lainnya memberikan beberapa komentar. Komentar-komentar ini bisa dibagi ke dalam tiga hal umum. Pertama, bahwa seks oral itu tidak higienis. Alasan kedua adalah karena faktor tabu untuk melakukannya. Ketiga, bahwa seks oral bukanlah ungkapan suatu kejantanan ataupun feminitas. Secara higienis, seks oral -baik cairan semen (air mani) maupun cairan vagina- sebenarnya tidak berbahaya bagi mereka yang tidak terkena penyakit menular seksual.

Setiap orang harus memastikan bahwa dirinya dan pasangannya bebas dari PMS sebelum melakukan hubungan seksual. Tidak ada penyakit yang ditularkan melalui seks oral yang tidak bisa ditularkan melalui seks dalam bentuk lainnya. Jika seseorang mengidap PMS, maka pasangannya kemungkinan akan tertular apapun bentuk hubungan seks yang mereka lakukan. Singkatnya, hubungan seks diantara pasangan yang sehat adalah aman dan bersih.

Untuk memastikannya tentu diperlukan pemeriksaan. Kalau tidak pernah melakukan oral sex dengan wanita penghibur yang mengidap penyakit kelamin, yakinlah bahwa Anda tidak mungkin mengidap penyakit itu. Tidak mudah pula untuk mengetahui tertular tidaknya Anda setelah berhubungan oral karena dampaknya tidak dapat langsung terlihat, melainkan setelah beberapa lama. Jika pacar atau istri hanya pernah melakukan hubungan seksual dengan pria resminya, yakinlah bahwa mereka berdua tidak akan menulari Anda dengan penyakit itu. Kemungkinan terburuk ialah pacar mengalami radang pada rongga mulut atau tenggorokan karena penyakit kelamin. Tentu saja ini baru terjadi kalau dia pernah melakukan seks oral dengan pria yang sedang mengalami penyakit kelamin.

Dr. Ferryal Loetan, seorang pakar seksologi juga mengatakan bahwa oral sex yang dilakukan oleh wanita terhadap pria dapat memungkinkan penularan penyakit di dalam tubuh. Sebab di dalam mulut terdapat banyak air liur. Beberapa kuman maupun bakteri memang ada yang tidak tahan dengan zat-zat yang ada di dalam air liur tersebut namun tidak semuanya. Demikian pula dengan berbagai macam jamur termasuk virus yang sering ada di badan manusia. Dimana yang menerima oral mempunyai penyakit, maka dapat saja menularkan penyakitnya kepada yang memberikan oral, begitu pula sebaliknya. Tapi kalau keduanya sehat maka tidak ada masalah.

Hubungan seksual yang sehat tidak akan mengakibatkan penularan PMS. Demikian juga seks oral yang sehat tidak akan menjadi sumber penularan penyakit kelamin. Untuk menghindari tertularnya penyakit, pelaku seks oral diimbau menggunakan kondom sebagai pengaman. Kini kondom yang diproduksi dibuat bervariasi bahkan dengan berbagai macam rasa seperti jeruk dan strawberry. Di Amerika Serikat, hampir 90 persen wanita penghibur meminta pasangannya memakai kondom saat berseks oral. Tetapi di Indonesia, langkah ini agaknya belum dilakukan.
Sumber: Male Emporium

Membangkitkan Gairah Istri yang Sedang Loyo
0- 2007

Saat hasrat seks ingin diemtaskan namun Anda mendapati pasangan tengah tidak bergairah, apa yang harus dilakukan? Kenali gejalanya agar hal ini tidak tumbuh percekcokan.

Entah kenapa, belakangan ini gairah seks Yanti, istri Robert menurun. Dengan berbagai alasan, setiap diajak berhubungan seksual Yanti selalu menolak. Diakui oleh manajer marketing perusahaan retail ini. “Sudah dua bulan gairah seks istri saya menurun drastis, saya tidak tahu penyebabnya. Yang jelas, lelah selalu menjadi alasan menolak untuk berhubungan intim,” keluh Robert.

Biasanya, bagai sebuah ritme, setiap malam Jum’at dan Senen, Robert selalu berkopulasi dengan istrinya. Namun semenjak gairah seks istrinya turun, ritual romantik malam dua kali seminggu inipun terlewatkan. “Saya pernah menanyakan hal ini kepada Yanti, tapi dia menanggapinya dengan dingin. Bahkan saya sempat mau mengajak istri konsultasi ke seksolog, tapi dia menolak,” tambah bapak satu anak ini.

Hal seperti ini juga dialami oleh Joseph, pengacara, yang biasa dipanggil Jorji. Sudah hampir satu bulan pria berdarah Jawa ini tidak berhubungan intim dengan istrinya, Rosa. Walau menolak, namun Rosa masih mau memuaskan gelora nafsu suaminya dengan onani. Onani merupakan seks alternatif yang disenangi oleh Jorji. Sebagai pria dan suami, jorji sangat memahami fungsi dan peranan. Dia sadar, kepuasan yang dicapai haruslah mutual.

Salah sata cara yang dilakukan Jorji untuk membangkitkan gairah istri adalah mengajak nonton blue film. “Setiap menonton film biru imajinasi seks istri saya langsung naik. Kalau sudah masuk pada tahap ini saya tinggal meraba-raba bagian sensitif saja. Tapi kan tidak musti seperti ini terus, masak setiap mau bersenggama harus merayu dan nonton film biru terus, jadi gak seru dong?” ujar Jorji sambil tersenyum.

Faktor Penyebab Hilangnya Gairah Wanita

Kasus yang dialami oleh Robert dan Jorji hanya sebagian kecil dari sekian kasus seks. Berdasarkan data, dibandingkan pria, gairah seks wanita lebih mudah turun. menurut Dr. B. Harjono Djatioetomo, seorang Andrologist, ada empat faktor yang menyebabkan menurunnya gairah wanita, hingga akhirnya mereka enggan untuk diajak bercinta. Di antaranya faktor yang timbul dari diri sendiri, lingkungan, maupun dari pasangan.

Faktor internal muncul berupa pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari dalam diri sendiri, yang kemudian berubah menjadi suatu kecemasan, seperti ‘apakah saya memiliki penyakit atau stres?’. Kedua, faktor pasangan. Seringkali, kaum pria melupakan emosinya dengan marah membabi buta yang tanpa disadarinya dapat menimbulkan penyiksaan secara psikologis bagi wanita pasangannya. Yang ketiga, faktor eksternal alias dari lingkungan. Keadaan lingkungan yang tidak mendukung, seperti masih tinggal di rumah mertua dan sikap yang tidak terlalu ramah dari mertua hingga menyebabkan terbatasnva ruang gerak, bisa menyebabkan situasi yang selalu dihinggapi rasa tidak enak, takut mengganggu mertua.

Yang keempat karena faktor pria, biasanya kerap dialami oleh pasangan yang berumur di atas 40 tahun, seperti hormon yang mulai menurun atau stamina yang mulai melemah. Sedangkan bagi pasangan muda, rasa jenuh akan aktivitas bercinta yang monoton dan hanya memberi kepuasan salah satu pihak saja bisa menjadi faktor penyebab. Dapat dipastikan untuk aktivitas bercinta selanjutnya wanita akan sangat malas.

Membangkitkan Gairah Seks

Hal-hal Seperti di atas kerap membuat libido wanita hilang. Lalu bagaimana cara membangkitkannya kembali? “Menjaga tingkah laku, saling menghargai, menjadi pendengar yang baik, serta memberinya perhatian, dan sesekali berikanlah pujian. Wanita sangat suka bila lelaki berlaku demikian,” kata Dr. B. Djatioetomo, M. Kes, Sp.And. “Selain itu wanita juga kerap mendambakan laki-laki yang mampu memahami dan menerjemahkan keinginannya, terlebih dalam hal seks”, tambahnya.

Ketika gairah istri tengah merosot drastis, laki-laki harus mampu membangkitkan libido pasangan lewat cara-cara yang lembut misalnya menjadi pendengar yang baik dan sabar. Mengapa sabar? karena seperti diketahui biasanya pria selalu main hantam kromo bila libidonya sudah tinggi. Pria kerap mengabaikan sisi romantisme yang diperlukan untuk membangkitkan gairah wanita.

kadang gairah wanita timbul, bukan hanya diakibatkan oleh sentuhan dan cumbuan semata. Wanita juga dapat terangsang lantaran pasangannya mampu mewujudkan fantasi liarnya.

Seperti memakai kostum bercinta yang seksi. Bila biasanya mata Anda dimanjakan oleh lekuk tubuh pasangan nan seksi berbalut lingerie tipis yang menerawang kini lakukan sebaliknya berikan sensasi ini kepada pasangan wanita Anda. Biarkan ia memandangi Mr. Happy yang tersamar dalam balutan kostum yang Anda kenakan.

Cobalah sesekali berbicara seks namun bukan sebagai joke murahan. Pilih waktu yang baik, misalnya ketika tengah santai berdua dengan pasangan. Ungkapan nakal dan sedikit tabu ternyata mampu memberikan keasyikan tersendiri bagi wanita. Meski hal ini terlihat sepele, membicarakan mengenai teknik atau pun gaya bercinta yang revolusioner justru menyulut gairah pasangan wanita Anda.

Unsur romantisme dan seksual adalah sesuatu yang tumbuh secara bersamaan. Tanggalkan making love yang hanya mencari kepuasan semata. Lakukan teknik, foreplay, interplay, yang menyenangkan secara psikis dan bukan hanya menyenangkan secara seksual. Di sinilah umumnya sebagian besar kaum pria sering tidak tanggap. Bahkan cenderung egois dan tidak memberikan kepuasan secara psikis bagi si wanita.

Hal-hal psikis itu antara lain sepetti berbagi cinta kasih, saling memuji, menyanjung, dan lainnya. Umumnya wanita cenderung lebih membutuhkan unsur romantisme untuk menghidupkan gairahnya. Maklum, wanita adalah manusia yang lebih emosional ketimbaug pria yang cenderung rasional.

Melakukan seks di tempat yang sama dari waktu ke waktu, misalnya kamar tidur, rupanya dapat pula menurunkan gairah pasangan. Sesekali ubahlah aktivitas bercinta yang kerap rutin dan memakan waktu lama, yakni dengan melakukan seks yang waktunya agak lebih singkat dari biasanya (quickie). Tempatnya pun kalau bisa dipilih secara spontanitas saja, seperti kamar mandi atau meja makan. Intinya tempat yang sebelumnya jarang dipakai untuk aktivitas bercinta.

Untuk mencapai orgasme banyak cara yang dapat ditempuh pria, meski istri memang sedang tidak mood. Jika sang istri lelah karena aktivitas kerja, cobalah minta pada pasangan uutuk melakukan masturbasi kepada Anda. Sensai sentuhan bisa membangkitkan mood hingga masing-masing merasakan kenikmatan.

Seperti halnya Anda yang bergairah mendengar suara-suara desahan dari pasangan, begitu juga sebaliknya. Jadi jangan malu untuk berekspresi dengan jalan mendesah di depan pasangan, karena itu dapat membakar gairah seksnya. Lakukanlah juga perangsangan dengan melakukan oral kepada pasangan. Seperti menelusuri daerah-daerah sensitifnya dengan lidah Anda.

Kaum pria seharusnya bisa memberi keyakinan terhadap pasangannya akan rasa aman dan kenyamanan yang diperlukan. Di sinilah kejelian seorang pria diuji. Pria harus bisa bersikap layaknya seorang Pria sejati. Komunikasi yang lembut adalah salah satu kunci jawabanya. Berikan perhatian lebih dan perlakukan istri bak seorang puteri adalah hal yang tak sulit dilakukan. Ketika istri telah mendapatkan kenyamanan yang dinginkannya itu, dari situlah libido sang istri akan terbentuk, dan berujung ke sebuah ritual bercinta yang apik.
Sumber: Male Emporium

Manfaat Yoga Untuk Seks
7- 2007

Tubuh yang santai bisa membuat Anda menikmati aktivitas seks lebih optimal. Olahraga juga salah satu faktor yang bisa membantu Anda menikmati seks. Tapi jika Anda merasa tidak memiliki waktu banyak untuk olahraga, cobalah yoga.

Manfaat yoga selain membuat Anda relaks dan tenang, dapat pula membantu Anda saat melakukan aktivitas seksual. Menurut Ellen Barrett, penulis buku Sexy Yoga, yoga membentuk tubuh yang kuat dan lentur sehingga membuat Anda mudah melakukan lebih banyak variasi gerakan atau posisi dalam bercinta. Masih belum percaya? Berikut adalah lima alasan lain mengapa Anda ‘wajib’ mengenal yoga.
Melancarkan Aliran Darah

Sama halnya jika Anda melakukan olahraga pada umumnya, yoga juga dapat melancarkan aliran darah. Pada posisi yoga tertentu, seperti posisi elang, gerakan tersebut langsung melatih otot panggul Anda dan melancarkan aliran darah pada bagian panggul. “Semakin sering Anda melatih otot ini, ruang gerak Anda akan semakin luas,” ujar Becky Jeffers, Direktur Berman Centre for female sexual health and menopause manajement di Chicago. Menurut Becky, melatih otot panggul akan membantu Anda melakukan kontraksi dan relaksasi lebih kuat yang akhirnya membawa Anda pada pengalaman orgasme yang lebih lama.

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Ketika Anda melakukan gerakan-gerakan yoga, Anda melatih konsentrasi pikiran dan fokus Anda. Hal ini membuat Anda semakin fokus pada apa yang Anda lakukan. “Ketika Anda menerima diri sendiri, Anda akan tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa menikmati aktivitas seksual bersama pasangan,” ujar Becky lagi. Anda bisa mengkomunikasikan perasaan ini kepada pasangan saat Anda berdua melakukan aktivitas tersebut.

Mengurangi Rasa Sakit

Bagi beberapa perempuan yang aktif, terutama yang suka olahraga lari, otot pinggul dan paha yang tegang terkadang bisa menghambat aktivitas seks. Yoga membantu untuk merilekskan otot tersebut. “Otot panggul yang tegang dapat mempengaruhi bagaimana panggul itu berkontraksi saat Anda melakukan aktivitas seks,” ujar Becky. Satu bagian otot yang tegang dapat mempengaruhi gerak otot lainnya sehingga orgasme pun tidak bisa maksimal dan permainan cinta Anda tidak bisa dinikmati secara maksimal.

Jadi, santai saja, dan biarkan semuanya mengalir, dan orgasme akan datang.

Memberikan Sensasi “Lebih Hidup”

Gerakan segitiga dalam posisi duduk bersila dalam yoga menstimulasi cakra Anda. Menurut filosofi Timur, kehidupan seks diatur oleh beberapa cakra. Cakra adalah pusat energi yang mengitari tubuh Anda. “Ketika cakra Anda sehat dan bekerja baik, kehidupan seks Anda juga akan sehat dan memuaskan,” tutur Becky. Tiga cakra paling berpengaruh pada aktivitas seks Anda adalah the root chakra (pada daerah perineum, area antara tulang vagina dan anus), the sacral chakra (bagian tengah perut bagian bawah), dan the heart chakra (bagian tengah dada). Gerakan-gerakan yoga membuat darah mengalir lancar menuju area-area sensitif tersebut dan membuka prana (semangat hidup) Anda. Hal tersebut akan membuat Anda lebih terbuka dan lebih bereksplorasi pada aktivitas seksual dan Anda menjadi pribadi yang lebih bahagia.
Sumber: conectique.com

Bagian Tubuh Wanita Paling Menarik Menurut Sejarah
6- 2007

Anda mungkin tak pernah terpikir bahwa selera pria terhadap tubuh wanita berubah dari masa ke masa. Hal ini harus dibuktikan melalui penelitian pada naskah teks kuno. Ternyata sejarah mencatat bahwa pinggang merupakan bagian tubuh wanita yang paling menarik sejak ratusan tahun yang lalu. Anda setuju?

Dr Devendra Singh peneliti dari universitas Texas, AS, yang menyingkap keindahan fisik pada diri manusia mulai dari perkembangan jaman moderen yakni sejak permulaan suku Indian.

Ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menguak penampilan wanita dalam sejarah, bahkan ia juga mengukur ukuran pinggang patung kuno dari berbagai wilayah di dunia. Menurutnya, pinggang yang ramping merupakan bagian tubuh yang paling dipuja pria sejak jaman nenek moyang.

Hasil riset yang dimuat dalam jurnal Royal Society ini semakin menguatkan bukti untuk mengetahui peranan pinggang dan pinggul wanita untuk menarik pasangan.

Beberapa ahli menduga ada masa tertentu dalam sejarah di mana pria mungkin lebih menyukai ukuran pinggang yang lebar. Dalam riset terbarunya, ia mencari tahu seberapa menarik seorang wanita berdasarkan analisa terhadap 345 ribu teks kuno dari abad 16-18.

Kebanyakan dari teks yang ia teliti berasal dari penulis Inggris dan Amerika, namun ada pula yang berasal dari suku Indian dan puisi-puisi romantis sekaligus erotis dari China, mulai dari abad ke-1 sampai abad ke-6 sejak era agama Kristen.

Meski yang paling banyak disebut dalam teks tersebut adalah payudara, namun pinggang disebut sebanyak 66 kali, dan pinggang ramping dinilai sebagai sebuah hal yang menarik dari tubuh wanita. “Berdasarkan teks-teks kuno tersebut, para penulis melukiskan pinggang yang ramping sebagai sesuatu yang indah, selain itu pinggang ramping dianggap mencerminkan kesehatan dan kesuburan, dan itu merupakan inti dari sisi feminin seorang wanita yang berlaku di banyak budaya,” kata Singh.

Pinggang perlambang kesuburan
Sebuah studi lain juga menghubungkan antara ukuran pinggang wanita dan tingkat kesuburannya, sehingga wajar jika ukuran pinggang, selain payudara, merupakan hal yang penting bagi pria dalam memilih pasangannya.

Dr. Piers Cornelissen dari York University, Inggris melakukan sebuah percobaan untuk membuktikan teori tersebut. Menurutnya, ketertarikan seorang pria terhadap ukuran pinggang mungkin lebih dikaitkan dengan pandangan bahwa wanita tersebut memiliki status sosial tinggi dibandingkan dengan faktor kesuburan.

Dijelaskan oleh Cornelissen, bentuk lengkung antara pinggang dan pinggul wanita disebabkan karena jumlah lemak dan faktor lain seperti struktur tulang dan pengaruh hormon seks.

Terlepas dari hal itu, apakah Anda setuju pinggang merupakan bagian paling menarik dari tubuh wanita?

Sumber: CBN

Do We Need Romantic Sex
5- 2007

Romantic sex, perlukah dilakukan setiap waktu? Bercinta tanpa melibatkan emosi bak sayur tanpa garam. Namun, jika hasrat sudah tak tertahankan, mau bilang apa? Begitulah umumnya kaum pria yang seringkali “hantam kromo” saja. Padahal wanita benar-benar memerlukan romantic sex. Apa romantic sex harus diakhiri dengan kontak seksual?

Bercinta adalah kebutuhan setiap umat manusia. Umumnya, bagi sebagian besar kaum pria menganggap bahwa ada di kamar tidur bersama pasangannya, berarti saatnya bercinta. Padahal, aktivitas di kamar bukan hanya sekedar bercinta saja. Ritual bercinta yang lengkap melibatkan banyak unsur guna diraihnya kepuasan bersama. Banyak anggapan bahwa seks kerap didominasi dengan aktivitas seksual dan posisi-posisi bercinta revolusioner.

Alhasil, aktivitas selalu dianggap via kacamata kontak seksual saja. Padahal, ada yang luput dari sekedar kontak seksual. Unsur romantis memegang peranan penting dalam sebuah hubungan seksual yang sehat dan harmonis. Setidaknya, dengan romantic sex kaum pria telah memberikan kepuasan secara psikis terhadap wanita. Maklum, kacamata wanita tak selalu menganggap kontak seksual harus berupa intercourse.

Fenomena ini disadari betul oleh Alex (43) yang kini menjabat sebagai Area Manager di sebuah perusahaan kontraktor pengadaan barang & jasa. Selama hampir 12 tahun lebih ia membina rumah tangga dengan sang istri, Winda. Dalam kurun waktu sepanjang itu Alex sedikit demi sedikit mengumpulkan arti pentingnya unsur romantis dalam melakukan ritual bercinta.

“Awalnya, hubungan kami memang sangat hot. Saya kira hubungan itu wajar-wajar saja, dan tidak ada masalah. Namun, lama-kelamaan istri saya cenderung frigid,” kata Alex. la pun kebingungan, akhirnya dengan komunikasi yang terbuka di antara mereka, Alex menyadari apa yang menjadi masalahnya. Gaya bercinta Alex yang mengadaptasi sistem “tembak langsung” ternyata menjadi ganjalan tersendiri bagi sang istri. Alex pun mengklaim bahwa ia mampu ejakulasi sesuai waktu atau di atas rata-rata pria pada umumnya. Namun, hal itu bukan jaminan bahwa sang istri juga meraih kenikmatan. Beruntung Alex peka dengan ganjalan di hati sang istri. Seiring waktu berjalan, Alex mulai memperlihatkan sikap romantisnya. “Bersikap romantis bukan hanya dilakukan jika sedang bercinta, ingin bercinta, atau setelah bercinta saja. Menurut saya, to be romantic bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Bahkan, setelah sekian lama, hubungan kami semakin romantis. Tua-tua keladi, makin tua makin jadi…ha..ha..ha..,” katanya sembari tertawa lepas.

Apa yang diungkapkan Alex memang cukup beralasan. Menurut Ferryal Loetan, Sex Consultant & Rehabilitation Specialist, menjelaskan, Romantic Sex adalah suasana melakukan hubungan seksual dalam keadaan romantis. Unsur romantis adalah tonggak dari sebuah aktivitas seksual. Artinya, tanpa sesuatu yang romantis, manusia belum tentu bisa melakukan sebuah ritual bercinta dengan lengkap. “Cuma dalam perkembangannya, orang cenderung melupakan unsur romantis dalam beraktivitas seksual. Orang sekarang justru hanya ingat unsur seksualnya saja. Hal ini menyebabkan timbulnya masalah-masalah dalam hubungan seksualitas karena unsur romantis yang ditinggalkan tadi,” kata dokter Ferryal.

Orang Muda Anggap Enteng

Ditambahkannya, unsur romantisme dan seksual adalah sesuatu yang berjalan secara bersamaan. Keadaan romantis sebenarnya bukan hanya kepentingan mayoritas orang muda. Jangan salah! Justru orang muda itu adalah kaum yang paling banyak meninggalkan unsur romantic sex. Mereka cenderung hanya berpikiran ke arah seksual-nya saja. Di benaknya hanya making love dan mencari kepuasan. “Justru romantic sex itu cenderung banyak dilakukan oleh kaum tua, maksudnya orang yang kita anggap sudah lebih dewasa lah.

Karena mereka lebih memikirkan teknik, foreplay, interplay, dan lain-lain. Intinya, mereka lebih cenderung memikirkan hal-hal mana yang lebih menyenangkan secara psikis, bukan cuma menyenangkan secara seksual, seperti saling berbagi cinta kasih, saling memuji, menyanjung, dan lainnya. Sebenarnya, ini condong ke arah kebutuhan si wanita,” katanya.

Lanjutnya, teknik-teknik romantis itu mereka harapkan bisa membangkitkan birahinya dan birahi pasangannya secara maksimal. Itulah keuntungan yang mereka dapat di usia tersebut. Sedangkan kaum muda, khususnya yang berumur di bawah 45 tahun, Kadar romantismenya cenderung kurang. “Mereka lebih banyak ke arah seksual. Misalnya, mereka melakukan perangsangan, tapi itu tetap saja yang bersifat seksual, bukan perangsangan yang sifatnya romantis. Dan memang kalau kita bicara romantis, tentunya hal itu lebih bersifat ke arah psikis atau kejiwaan,” jelas Dr. Ferryal.

Benarkah tanpa romantisme, urusan menjadi seks tidak berhasil? “Manusia itu makhluk sosial dan romantis. Jadi, kalau seseorang melakukan kegiatan seksual, seharusnya kegiatan romantisme ini jangan ditinggalkan, tetapi sebaiknya dilakukan secara bersama-sama,” katanya. Hanya dalam perkembangannya, umumnya kalangan muda memiliki hasrat seksual yang menggebu-gebu alias berlibido tinggi, akibatnya unsur romantis pun luput dari pikirannya.

Bisa dibilang unsur romantis memegang peranan sangat penting dalam menjaga keharmonisan ranjang. “Tanpa romantisme, sebenarnya sama saja kita membeli seks, atau jajan. Dimana pelanggan hanya cari kepuasaan pribadi, dan tidak memikirkan apakah si PSK puas atau tidak,” katanya.

Umumnya wanita cenderung lebih membutuhkan romantic sex. Pasalnya, wanita adalah manusia yang lebih emosional ketimbang pria yang cenderung rasional. Jadi, pria lebih banyak pakai otak, wanita lebih banyak pakai hati. Umumnya, di usia perkawinan yang lebih matang unsur romantis justru sangat kentara. Kisaran angkanya bisa di atas lima tahun. Kalau tiap pasangan bisa menjaga kadar romantisme dalam hubungannya, maka semakin lama kualitas romantisme di antara mereka pun akan semakin baik. “Kalau mereka dari awal tidak memikirkan romantisme, tetapi hanya memikirkan seksual, tentunya hal itu tidak akan berjalan. Biasanya, nanti di saat mereka tua pun tak ada lagi unsur romantis di antara mereka,” jelas Dr. Ferryal.

Orang Asia Kurang Romantis

Unsur romantisme dalam jiwa seseorang ternyata tak lepas dari kultur negara bersangkutan. Setidaknya hal ini diamini oleh dokter Ferryal. Menurutnya, orang Asia, termasuk Indonesia, cenderung lebih dominan ke unsur seksual-nya. “Coba lihat para orangtua kita, tidak banyak yang romantis di masa tua mereka. Justru mereka yang di saat tua tetap romantis adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan dari Eropa. Misalnya, sekolah-sekolah Belanda, dan lainnya,” jelasnya.

Tambahnya,”Romantisme yang mereka tunjukkan dengan sering duduk berduaan, saling berpelukan, jalan-jalan bersama di sebuah taman sembari melihat cucunya. Mereka menunjukkan rasa kasih sayang, perhatian, dan menunjukan rasa kebahagiaan terhadap pasangan. Tapi, aktivitas seperti berpelukan dan saling mengelus itu bukan bersifat seksual.”

Kendati demikian, kultur orang Asia yang kurang romantis itu sah-sah saja. Namun dengan catatan hal itu tidak menimbulkan protes di antara pasangan. Menurut hasil penelitian Dr. Ferryal beberapa waktu lalu menunjukan bahwa 56% wanita yang belum pernah merasakan orgasme. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan si wanita bahwa menikah sebenarnya menjanjikan kenikmatan. Yang mereka tahu bahwa kenikmatan, kebahagiaan, dan kepuasan hanya bisa diraih kaum pria. Padahal, semua itu bukan dominasi
kaum pria. “Tapi, sekarang kan sudah beda, pola pikir wanita sudah berubah. Kini, mereka sudah lebih berani mengungkapkan keinginannya,” tambahnya.

Berjalannya waktu dan perubahan zaman, wanita di masa sekarang umumnya mulai terbuka. Artinya, mereka sudah lebih tahu bahwa seksual itu bukan hanya kepentingan kaum pria, tapi kepentingan mereka juga. Mereka sadar bahwa kepuasan adalah milik berdua. “Kalau wanita sudah menyadari itu, mereka tentu tidak mau diperlakukan sewenang-wenang oleh kaum pria,” katanya.

Tak Harus Kontak seksual

Karena unsur romantis dalam bercinta bisa mempercepat meraih kepuasan, maka bak dua mata pisau yang berbeda, dilupakannya romantic sex akn bisa mengakibatkan hancurnya hubungan secara tidak langsung dengan pasangan. Namun begitu, romantic sex tidak harus selalu diakhiri dengan hubungan seksual, demikian menurut Dr. Ferryal. Katanya lagi, “Makanya, hal ini bisa dilakukan oleh para orang-orang tua, dan dilakukan di mana saja. Mereka bisa romantis tanpa ada niat merangsang nafsu seksual atau
berlandaskan birahi. Jadi, sebenarnya mereka hanya melampiaskan kasih sayang di antara mereka.”

Tapi, aktivitas tersebut tetap digolongkan sebagai aktivitas seksual. “Hanya saja akan lebih baik jika unsur romantisme ini digabung atau diakhiri dengan making love. Tentunya hal ini akan lebih mantap lagi,” tambahnya.

Memang ada tipikal pria yang kurang romantis, namun ia memiliki ketahanan durasi bercinta yang cukup fantastis. Kendati demikian, menurut Dr. Ferry, hal itu bukan tolok ukur kejantanan seorang pria.

“Hal itu belum tentu menunjukan sebuah kehebatan dan sebagai jaminan bahwa si wanita juga akan puas. Biar pun kontak seksual bisa berlangsung lama, justru si wanita bukannya mendapatkan kepuasan, tapi malah menderita karena kesakitan. Bahkan, umumnya si wanita ingin hubungan badan itu segera berakhir, karena faktor psikis mereka tidak terpenuhi. Bagi mereka, hubungan macam itu tidak menawarkan kenikmatan,” tandasnya.

Unsur romantisme pada wanita memang memiliki peran yang sangat penting. Bahkan, jika teknik romantisme dilakukan dengan mantap, seringkali bisa menyebabkan si wanita orgasme tanpa adanya kegiatan seksual. Bahkan, pria yang memahami wanita, seharusnya bisa memberi keyakinan terhadap pasangannya akan rasa aman dan nyaman. Kamar adalah salah satu lokasi yang menyenangkan bagi sebagian besar wanita. Kamar diyakini sebagai tempat melepas penat fisik dan otak. Di sinilah kejelian seorang
pria diuji. Dapat bersikap layaknya seorang pria sejati. Komunikasi yang lembut adalah salah satu jawabannya. Berikan perhatian lebih dan perlakukan istri bak seorang puteri adalah hal yang tak sulit dilakukan. Ketika istri telah mendapatkan kenyamanan yang dinginkannya itu, dari situlah libido sang istri akan terbentuk, dan berujung ke sebuah ritual bercinta yang apik.

Sumber: Male Emporium

Penis Palsu, Siapa Mau ?
5- 2007

Mata palsu, kaki palsu, atau tangan palsu, itu mah biasa. Namun, penis palsu bisa bikin luaaar biasa?Menyusul penggunaan beragam alat, obat, dan terapi lain untuk mengatasi disfungsi ereksi, kini muncul prostesis penis atau penis palsu. Bagaimana prosedur pemasangannya dan seberapa perkasakah dia?

Ada seorang lelaki, usia kira-kira 45 tahun. “Dia sangat mapan, punya rumah mewah, perusahaan dengan ribuan karyawan, istri cantik, dan tiga putra yang membanggakan,” ujar seorang dokter spesialis bedah urologi, memulai ceritanya kepada GHS. Namun, pengusaha ini bermasalah dengan alat vitalnya. Penisnya membengkak, sehingga pembuluh darahnya “hancur”.

Kecelakaan lalu lintas telah merenggut “senjata” ampuhnya itu. Sang pengusaha lalu minta dokter untuk memperbaiki alat vitalnya.

“Prostesis penis harus dipasang,” kata dokter. Orang kaya itu pun setuju. Selanjutnya operasi berjalan lancar dan sang pengusaha bisa memuaskan istrinya lagi. Sekarang sudah lima tahun “senjata” baru itu menjadi bagian dari tubuhnya dan tetap berfungsi baik.

Arti Negatif

Persoalan yang melatarbelakangi penggunaan prostesis penis masih kerap dianggap tabu. Ya, memang penis palsu terkait sekali dengan Disfungsi Ereksi (DE). Di masa lalu DE kerap disebut impotensi.

National Institute of Health (NIH) kemudian mengemukakan istilah disfungsi ereksi untuk menggantikannya karena terminologi ini memberi definisi lebih spesifik dibanding kata “impotensi” yang bisa mencakup problem lain yang terkait dengan libido, ejakulasi, atau orgasme.

Selain itu, impotensi memiliki arti negatif yang bisa dianggap cukup mempermalukan pria. Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And, menyebutkan bahwa DE merupakan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual.

Menurut studi yang diterbitkan oleh British Journal of Urology, DE merupakan kondisi umum yang diperkirakan diderita 152 juta pria di dunia. Ini termasuk perkiraan total 90 juta pria di Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, Jepang, dan Brasil.

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami DE, mulai dari bertambahnya usia, penggunaan obat (psikotropik, antidepresan, antihipertensi, dll), operasi, trauma saraf, hingga kebiasaan buruk (merokok, konsumsi alkohol, narkoba), dan banyak lagi.

Tentu saja pengobatan DE harus sesuai dengan penyebabnya. “Tanpa pengobatan terhadap penyebab, pengobatan DE tidaklah rasional dan tidak mengatasi masalah yang sebenarnya,” ujar Prof. Wimpie.

Sebab itu, dibutuhkan pemeriksaan lengkap dan teliti. Usai pengobatan tahap pertama, selanjutnya adalah pengobatan untuk membantu terjadinya ereksi. Dalam hal ini, setidaknya ada tiga lini pengobatan.

Lini pertama termasuk tahap yang tidak invasif (tanpa pembedahan atau operasi), dengan terapi seks, obat minum, dan pompa vakum. Lini kedua, termasuk injeksi bahan untuk mengaktifkan pembuluh darah. Bahan disuntikkan langsung ke penis atau dimasukkan melalui saluran kencing. Pengobatan yang termasuk lini ketiga adalah operasi pemasangan prostesis.

Berdiri Terus

Lini ketiga, menurut Dr. Johan R. Wibowo, Sp.BU, merupakan lini terakhir. Artinya, lini ini bisa ditempuh bila lini pertama dan kedua sudah tidak bisa lagi menyelesaikan masalah. Jadi tidak bisa serta merta langsung menerapkan tahap ketiga ini.

Tindakan operasi, menurut Johan, bisa datang atas permintaan pasien. “Bisa terjadi karena operasi penis ini tidak terkait dengan hidup mati seseorang. Pasien tahu bahwa hasilnya pasti memuaskan,” katanya.

Namun, kerap juga penderita harus mengikuti petunjuk dokter karena lini pertama dan kedua sudah tidak bisa diandalkan. Biasanya, karena ada kerusakan pembuluh darah penis, entah itu kecelakaan atau akibat priapismus (penis tegak terus-menerus). Bisa juga diterapkan bila penis mengalami fibrosis (terbentuknya jaringan semacam parut dan tebal yang menghambat aliran darah).

“Sesuai hukum alam, semakin invasif, keberhasilannya makin tinggi. Lini ketiga ini seratus persen bisa menyelesaikan masalah,” ungkap spesialis bedah urologi dari RS Omni Medical Center ini.

Johan melanjutkan, saat ini setidaknya ada dua jenis prostesis yang kerap digunakan, inflatable dan non-inflatable. “Yang pertama bisa dikembang-kempiskan. Biasanya isinya silikon atau udara dengan reservoir yang ditanam di perut. Dengan electronic device yang bisa ditekan, alat ini bisa langsung dibuat tegak, sedangkan yang kedua tidak bisa,” paparnya.

Jenis non-inflatable ada yang semi rigid atau bisa ditekuk, ada juga yang tak bisa ditekuk atau rigid. “Ini yang paling tidak disukai pemakainya karena pasti malu akan kelihatan berdiri terus,” ujarnya.

Jenis inflatable, menurut Johan, paling mahal karena lebih rumit dan canggih teknologinya serta dibuat di AS. “Sekitar 10.000 dolar AS, kira-kira 91 juta rupiah dengan nilai kurs 9.100 rupiah,” imbuhnya.

Jenis non-inflatable lebih murah. Untuk produk buatan AS bisa mencapai 3.000 dolar AS (lebih 27 juta rupiah). Yang buatan India sekitar 900 sampai 1.000 dolar AS (8,5 juta – 9,5 juta).

Anda pilih yang mana?

Sumber: Senior

Mengenal Sifilis
4- 2007

Infeksi Menular Seksual (IMS) menyebar cukup mengkhawatirkan di Indonesia. Baik jenis gonorchea maupun sifilis. Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual; tetapi, ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus).

Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan; sebelum perkembangan tes serologikal, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut “Peniru Besar” karena sering dikira penyakit lainnya. Data yang dilansir Departemen Kesehatan menunjukkan penderita sifilis mencapai 5.000 – 10.000 kasus per tahun. Sementara di Cina, laporan menunjukkan jumlah kasus yang dilaporkan naik dari 0,2 per 100.000 jiwa pada tahun 1993 menjadi 5,7 kasus per 100.000 jiwa pada tahun 2005. Di Amerika Serikat, dilaporkan sekitar 36.000 kasus sifilis tiap tahunnya, dan angka sebenarnya diperkiran lebih tinggi. Sekitar tiga per lima kasus terjadi kepada lelaki.

Bila tidak terawat, sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistem saraf, jantung, atau otak. Sifilis yang tak terawat dapat berakibat fatal. Orang yang memiliki kemungkinan terkena sifilis atau menemukan pasangan seks-nya mungkin terkena sifilis dianjurkan untuk segera menemui dokter secepat mungkin.

Ciri-ciri
Kuman penyebabnya disebut Treponema pallidum. Masa tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini.

Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Ciri Pada Wanita dan Pria
Namun demikian bagaimana penyakit sifilis ini sesungguhnya? Mungkin sedikit uraian berikut ini bisa membantu Anda.

Sifilis atau yang disebut dengan ‘raja singa’ disebabkan oleh sejenis bakteri yang bernama treponema pallidum. Bakteri yang berasal dari famili spirochaetaceae ini, memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat hidup hampir di seluruh bagian tubuh. Spirochaeta penyebab sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada bayinya selama masa kehamilan. Anda tidak dapat tertular oleh sifilis dari handuk, pegangan pintu atau tempat duduk WC.

Gambaran tentang penyakit sifilis seperti yang dikemukakan tersebut mungkin masih membuat Anda penasaran, karena wanita yang tidak tahu kalau suaminya sering ‘jajan’ mungkin tidak menyadari kalau dirinya sudah mengidap penyakit sifilis.

Jadi uraian selanjutnya adalah mengenali gejala yang mungkin terjadi pada wanita, yang terurai dalam empat stadium berbeda.

Stadium satu. Stadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina, poros usus atau mulut. Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama stadium ini. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.

Stadium dua. Kalau sifilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Mereka juga dapat menemukan adanya luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur. Gejala-gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin juga dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Stadium tiga. Kalau sifilis stadium dua masih juga belum diobati, para penderitanya akan mengalami apa yang disebut dengan sifilis laten. Hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang, namun penyakit tersebut sesungguhnya masih bersarang dalam tubuh, dan bakteri penyebabnya pun masih bergerak di seluruh tubuh. Sifilis laten ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

Stadium empat. Penyakit ini akhirnya dikenal sebagai sifilis tersier. Pada stadium ini, spirochaeta telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung, batang otak dan tulang.

Sedangkan pada lelaki yang telah tertular oleh sifilis memiliki gejala-gejala yang mirip dengan apa yang dialami oleh seorang penderita wanita. Perbedaan utamanya ialah bahwa pada tahap pertama, chancre tersebut akan muncul di daerah penis. Dan pada tahap kedua, akan muncul luka-luka di daerah penis, mulut, tenggorokan dan dubur.

Orang yang telah tertular oleh spirochaeta penyebab sifilis dapat menemukan adanya chancre setelah tiga hari – tiga bulan bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh. Kalau sifilis stadium satu ini tidak diobati, tahap kedua penyakit ini dapat muncul kapan saja, mulai dari tiga sampai enam minggu setelah timbulnya chancre.

Sifilis dapat mempertinggi risiko terinfeksi HIV. Hal ini dikarenakan oleh lebih mudahnya virus HIV masuk ke dalam tubuh seseorang bila terdapat luka. Sifilis yang diderita juga akan sangat membahayakan kesehatan seseorang bila tidak diobati. Baik pada penderita lelaki maupun wanita, spirochaeta dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan rusaknya organ-organ vital yang sebagian besar tidak dapat dipulihkan. Sifilis pada ibu hamil yang tidak diobati, juga dapat menyebabkan terjadinya cacat lahir primer pada bayi yang ia kandung.

Pengobatan
Sifilis dapat dirawat dengan penisilin atau antibiotik lainnya. Menurut statistik, perawatan dengan pil kurang efektif dibanding perawatan lainnya, karena pasien biasanya tidak menyelesaikan pengobatannya. Cara terlama dan masih efektif adalah dengan penyuntikan procaine penisilin di setiap pantat (procaine diikutkan untuk mengurangi rasa sakit); dosis harus diberikan setengah di setiap pantat karena bila dijadikan satu dosis akan menyebabkan rasa sakit. Cara lain adalah memberikan kapsul azithromycin lewat mulut (memiliki durasi yang lama) dan harus diamati. Cara ini mungkin gagal karena ada beberapa jenis sifilis kebal terhadap azithromycin dan sekitar 10% kasus terjadi pada tahun 2004. Perawatan lain kurang efektif karena pasien diharuskan memakan pil beberapa kali per hari.

Perawat kesehatan profesional mengusulkan seks aman dilakukan dengan menggunakan kondom bila melakukan aktivitas seks, tapi tidak dapat menjamin sebagai penjaga yang pasti. Usul terbaik adalah pencegahan aktivitas seksual dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menular dan dengan orang berstatus penyakit negatif.

Seks Oral dan Sifilis
Banyak orang salah meyakini. Mereka pikir seks oral aman. Padahal, hubungan seks dengan cara ini sudah terbukti bisa menularkan penyakit sifilis. Begitu laporan yang disiarkan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDCP) dalam Morbidity and Mortality Weekly Report. Ditambahkan, luka di mulut akibat sifilis, pada gilirannya semakin meningkatkan risiko terkena infeksi HIV.

“Mereka yang dalam jangka panjang tidak terikat hubungan monogami dan melakukan hubungan seks oral, sebaiknya tetap menggunakan pelindung, semisal kondom, untuk mengurangi risiko terkena penyakit seksual menular,” kata tim peneliti dari Chicago Department of Public Health yang dipimpin oleh Dr. C. Ciesielski.

Dalam pemantauan yang mereka lakukan, tim itu mendapati bahwa sifilis terus menyebar lewat seks oral. Pola penularan yang mereka pantau sangat berubah dalam periode tahun 1998 hingga 2002. Bila di tahun 1990-an sifilis hanya terjadi pada kaum heteroseksual, sejak 2001 jumlah pria yang melakukan hubungan seks dengan sesama pria tercatat hampir 60 persen.

Antara tahun 2000 hingga 2002 tim yang dipimpin Ciesielski juga mewawancarai mereka yang terkena sifilis. Hasilnya, lebih dari 14 persen kasus penularan sifilis terjadi melalui seks oral. Jumlah ini dlaporkan oleh 20 persen gay dan 7 persen pria dan wanita heteroseksual.

Angka itu belum termasuk penularan melalui seks oral yang mungkin terjadi pada saat yang bersangkutan juga melakukan hubungan badan. Bahayanya, orang dengan sifilis di mulut mungkin tidak memperlihatkan gejala. Luka di mulut lazim disalahmengerti sebagai sariawan atau herpes. Padahal, di dalam luka itu tersembunyi kuman penyebab sifilis.

Semua data ini menggarisbawahi perlunya edukasi pada mereka yang aktif secara seksual untuk menghindari sifilis.

Sumber: CBN

Protes Kaum Pria India Terhadap Kondom
4- 2007

Jika di Indonesia, polemik kondom masih seputar ketabuan, maka di Indina beda lagi. Sebuah survei yang dilakukan terhadap sekitar 1000 pria di India menyatakan bahwa kondom yang banyak dijual terlalu kebesaran untuk ukuran penis pria India.

Menurut hasil survei itu pula ternyata setengah dari pria India memiliki ukuran penis yang lebih kecil dari standar kondom internasional. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan kondom didesak untuk membuat kondom dengan ukuran yang sesuai untuk pasaran pria India.

Survei yang dibuat oleh Indian Council of Medical Research tersebut dilakukan selama periode dua tahun terhadap 1200 responden pria. Untuk memperoleh data yang akurat, tim survei mengukur ukuran penis para responden secara rinci sampai ukuran milimeter.

Para responden yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari pria India dari berbagai golongan kelas, agama serta lokasi tempat tinggal, mulai dari desa sampai perkotaan.

Hasilnya diperoleh kesimpulan bahwa 60 persen pria India memiliki ukuran penis 3-4 cm lebih pendek dari ukuran standar internasional yang dipakai oleh perusahaan pembuat kondom.

Hasil survei ini menjadi penting karena satu dari lima kondom yang dijual di India sering rusak, entah itu robek atau sering lepas karena kebesaran. Kampanye penggunaan kondom memang gencar dilakukan di negara tersebut karena tingginya penderita HIV/AIDS di sana.

Agar para pria India tidak malu jika harus menyebutkan ukuran penis saat membeli kondom, tim peneliti merekomendasikan penyediaan mesin ’ATM’ kondom dengan berbagai variasi ukuran. Ternyata di India dijual juga kondom dengan ukuran kecil, tetapi banyak masyarakat yang belum tahu bahwa kondom juga memiliki size. Atau mungkin mereka malu untuk menyebutkan ukuran yang diingininya ya..?

Sumber: CBN

Bercinta Saat Hamil
3- 2007

Kehamilan adalah masa dengan banyak perubahan bagi sepasang suami-istri tak terkecuali dengan hubungan seksual. Pada masa ini Anda dan pasangan mungkin mengalami emosi dan perasaan berbeda pada masa-masa itu, bahkan tak jarang menjadi labil sehingga komunikasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sejak masa itu dimulai.

Berhubungan seks di masa kehamilan memicu banyak pertanyaan, sebaliknya, meskipun secara medis berhubungan seks selama hamil bukan hal yang keliru, namun tak ada salahnya mencer- mati beberapa informasi bersenggama di masa kehamilan. Bersenggama, penetrasi serta orgasme merupakan hal yang benar-benar aman sepanjang ibu hamil dalam kondisi kesehatan baik, mengingat janin dilengkapi dengan pelindung yang berupa cairan amni- otik (air ketuban).

Seorang wanita sehat dengan kehamilan normal bisa terus berhubungan seks sampai usia kan- dungannya mencapai sembilan bulan tanpa perlu takut melukai diri sendiri ataupun janinnya.

Selama trimester pertama, banyak wanita mengalami gejala fisik seperti mual, muntah, dan kepenatan yang mungkin memengaruhi hasrat mereka untuk berhubungan seks. Namun kelembutan payudara mulai terasa pada trimester pertama dan berlanjut sepanjang kehamilan.

Frekuensi buang air kecil sudah menjadi sebuah rutinitas dan be- berapa wanita yakin berhubungan seks akan memperburuk kondisi tersebut. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, melakukan hubungan seks dengan suami menjadi sebuah ‘momok’ bagi Anda, bahkan menjadi hal yang tak menggairahkan dibanding pra-kehamilan…

Pada beberapa kasus kehamilan, beberapa wanita merasa tak nyaman dengan perangsangan payu- daranya, sedang yang lainnya merasakan hal tersebut sangat nikmat. Kehamilan bisa menjadi saat di mana Anda dan pasangan bisa mencoba posisi dan bentuk keintiman yang berbeda untuk mencapai kepuasan tanpa harus terhalang dengan perubahan bentuk badan.

Jenis aktivitas intim (mencium, memeluk dan membelai, masturbasi, oral seks) akan sangat menyenangkan saat masa kehamilan. Banyak ketidaknyamanan di awal kehamilan akan berakhir selama trimester kedua.

Kebanyakan kaum wanita mengalami peningkatan energi dan kenaikan nafsu seksual saat rasa tak nyaman tersebut mulai berkurang. Selama trimester kedua ibu yang penuh harap mulai merasa lebih bisa menjadi diri sendiri, vagina jadi terasa lebih penuh dan kuantitas pelumas vagina bertambah sewaktu posisi bayi mulai turun merendah di panggul. Banyak wanita mengatakan mereka lebih mudah terangsang dan lebih responsif secara seksual selama periode ini.

Perut yang membesar saat kehamilan membuat hubungan seksual menjadi tak nyaman. Banyak pasangan menemukan posisi berbaring bersampingan, saling berhadapan atau masuk dari posisi belakang mengatakan lebih merasa nyaman. Jika Anda merasa tertekan selama bersenggama, ada baiknya menghindari penetrasi terlalu mendalam. Bantuan bantal atau pelumas tambahan mungkin dapat mengurangi rasa tak nyaman.

Bersenggama dengan posisi wanita di atas biasanya menghasilkan penetrasi yang lebih mendalam, walaupun lebih memungkinkan pihak wanita yang mengontrol kedalaman penetrasi. Perangsangan pada payudara mungkin akan membuat colostrums (cairan kekuning-kuningan yang bening) keluar, namun tak perlu khawatir karena cairan tersebut adalah hal wajar dan tak berbahaya, meskipun untuk beberapa pasangan terasa tidak menyenangkan.

Beberapa wanita lebih suka menghindari orgasme karena kontraksi yang menyertai membuat terasa tak nyaman, padahal orgasme bukanlah hal yang berbahaya. Pengertian, kehangatan, dan dukungan sangat dibutuhkan kedua belah pihak selama minggu-minggu terakhir kehamilan saat tekanan bertambah dan hubungan seksual jugs mungkin terasa mulai melelahkan atau tak nyaman.

Jika dokter Anda menyarankan untuk menghindari penetrasi, seks oral atau onani mungkin menjadi pilihan yang dapat diterima. Namun pasangan Anda sebaiknya tidak terlalu jauh berpenetrasi ke dalam vagina selama seks oral karena bisa mengancam kehidupan emboli udara. Anda dan pasangan akan mengalami banyak perasaan unik selama mass kehamilan. Komunikasi terbuka dan ekspresi seksual selama masa ini bisa membuat Anda dan pasangan semakin dekat dan semakin sating mengenal. Jangan segan membicarakan keluhan atau pertanyaan bersenggama pads masa kehamilan kepada dokter Anda.

Yang Perlu Diperhatikan
Mungkin dokter atau bidan Anda akan memberikan panduan dasar agar bersenggama semakin nyaman tanpa terhalang kehamilan, selain memberikan batasan-batasan serta larangan selama periode tertentu, terutama jika si ibu hamil:
Pernah mengalami keguguran
Pernah mengalami kelahiran dini
Infeksi dari masing-masing pasangan
Kehadiran janin lipat ganda
Pendarahan selama hubungan tubuh
Terasa sakit selama hubungan badan

Pecahnya air ketuban atau kebocoran cairan dari vagina
Sumber: Tabloid Ibu Anak

Belum Tentu Gangguan Ereksi
3- 2007

Gangguan ereksi adalah tidak sanggup tegak dan mengerasnya penis saat diperlukan. Sekali dalam hidup mengalami gangguan ini adalah wajar bagi pria. Karena itu, jangan buru-buru merasa mengalami gangguan ereksi sebelum Anda menjawab pertanyaan ini:

Apakah Anda mengalami ereksi saat terbangun dari tidur, entah di pagi atau malam hari? Bila jawabnya adalah tidak sama sekali, seharusnya Anda tidak perlu menunda waktu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Bila jawabannya pernah atau sering ereksi di kala tidur tetapi loyo saat akan digunakan, persoalannya mungkin bersifat psikologis atau karena faktor lingkungan.

Berikut ini sejumlah hal yang bisa mengganggu terjadinya ereksi:

* Udara yang terlalu dingin atau panas
* Alkohol di dalam tubuh
* Obat dokter
* Beberapa hari atau jam sebelumnya sudah berulangkali orgasme
* Cemas/khawatir tak mampu
* Stres/kelelahan fisik
* Salah teknik/posisi
* Obat terlarang, semisal heroin, kokain, cannabis, alkohol, nikotin, methadone, ekstasi, dan sebagainya.

Jadi, misalnya hari ini Anda baru saja dua atau tiga kali mengalami orgasme, minum beberapa gelas alkohol sambil merokok di ruang yang terlalu panas atau dingin bisa dipastikan kemampuan ereksi Anda akan terganggu. Pangkas sebanyak mungkin faktor risiko tersebut.
Sumber: Senior

Fenomena Masturbasi
3- 2007

Masturbasi adalah sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan yang terdapat di mana-mana.. Pelakunya pun tidak terbatas pada jenis kelamin, usia maupun latar belakang sosial. Sebenarnya gejala masturbasi pada usia pubertas dan remaja, banyak sekali terjadi. Hal ini disebabkan oleh kematangan seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar; lalu ditambah dengan rangsangan-rangsangan ekstern berupa buku-buku dan gambar porno, film biru, meniru kawan dan lain-lain.

Oleh sebagian orang, masturbasi dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Tetapi pada kelompok lain justru dianggap merupakan aktivitas penodaan diri yang dapat menimbulkan kelainan psikosomatik dan aneka dampak buruk lainnya. Masturbasi dilakukan oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95% pria dan 89% wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi. Masturbasi memunculkan banyak mitos tentang akibatnya yang merusak dan memalukan. Citra negatif ini bisa dilacak jauh ke belakang ke kata asalnya dari bahasa Latin, mastubare, yang merupakan gabungan dua kata Latin manus (tangan) dan stuprare (penyalahgunaan), sehingga berarti “penyalahgunaan dengan tangan”. Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi “penyalahgunaan” pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan moderen – meskipun para aparatur kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental.

Tujuan utama masturbasi adalah mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tanpa bersenggama. Akan tetapi masturbasi tidak dapat memberikan kepuasan yang sebenarnya. Berbeda dengan bersenggama yang dilakukan oleh dua orang yang berlawanan jenis. Mereka mengalami kesenangan, kebahagiaan, dan keasyikan bersama. Pada senggama, rangsangan tidak begitu perlu dibangkitkan secara tiruan, karena hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan merupakan suatu hal yang alami. Dalam masturbasi satu-satunya sumber rangsangan adalah khayalan diri sendiri. Itulah yang menciptakan suatu gambaran erotis dalam pikiran. Masturbasi merupakan rangsangan yang sifatnya lokal pada anggota kelamin. Hubungan seks yang normal dapat menimbulkan rasa bahagia dan gembira, sedangkan masturbasi malah menciptakan depresi emosional dan psikologis.

Istilah masturbasi berasal dari kata latin “manasturbo” yang berarti rabaan atau gesekan dengan tangan (manu). Masturbasi secara umum didefenisikan sebagai rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Namun pada kenyataannya, banyak cara untuk mendapatkan kepuasaan diri (self-gratification) tanpa mempergunakan tangan (frictionless masturbation), sehingga istilah masturbasi menjadi kurang mengena. Oleh karena itu, istilah “autoerotism” adalah istilah yang lebih mengena untuk menggambarkan fenomena ini.

Ada beberapa istilah masturbasi yang dikenal di masyarakat, antara lain onani atau rancap, yang berarti melakukan suatu rangsangan organ seks sendiri dengan cara menggesek-gesekkan tangan atau benda lain ke organ genital kita hingga mengeluarkan sperma dan mencapai orgasme. Dalam ajaran Islam, masturbasi dikenal dengan nama ; al-istimna’, al-istima’bilkaff, nikah al-yad, al-I’timar, atau ‘adtus sirriyah. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.

Di masyarakat istilah onani lebih dikenal. Sebutan ini, menurut berbagai ulasan yang ditulis Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp, And, Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, berasal dari nama seorang laki-laki, Onan, seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama Tersebutlah di dalam Kitab Kejadian pasal 38, Onan disuruh ayahnya, Yehuda, mengawini isteri almarhum kakaknya agar kakaknya mempunyai keturunan. Onan keberatan, karena anak yang akan lahir dianggap keturunan kakaknya. Maka Onan menumpahkan spermanya di luar tubuh janda itu setiap berhubungan seksual (coitus interruptus). Dengan cara yang kini disebut sanggama terputus itu, janda kakaknya tidak hamil. Namun akibatnya mengerikan. Tuhan murka dan Onan mati.

Onani atau masturbasi dalam pengertian sekarang bukanlah seperti yang dilakukan Onan. Masturbasi berarti mencari kepuasan seksual dengan rangsangan oleh diri sendiri (autoerotism), dan dapat pula berarti menerima dan memberikan rangsangan seksual pada kelamin untuk saling mencapai kepuasan seksual (mutual masturbation). Yang pasti pada masturbasi tidak terjadi hubungan seksual, tapi dapat dicapai orgasme. Freud (1957) mengatakan ada 3 fase dari masturbasi, yaitu (1) pada bayi; (2) pada fase perkembangan yang paling tinggi dari perkembangan seksual infantile yaitu pada kisaran umur 4 tahun, dan (3) pada fase pubertas. Menurut Freud, naluri seksual sudah terdapat pada permulaan kehidupan dan berkembang secara progressif sampai umur 4 tahun. Setelah ini berhenti maka tidak ada lagi perkembangan berikutnya (masa laten) sampai tiba saatnya masa pubertas pada kisaran umur 11 tahun.

Berdasarkan cara melakukannya, masturbasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Masturbasi sendiri (auto masturbation); stimulasi genital dengan menggunakan tangan, jari atau menggesek-gesekkannya pada suatu objek
2. Masturbasi bersama (mutual masturbation); stimulasi genital yang dilakukan secara berkelompok yang biasanya didasari oleh rasa bersatu, sering bertemu dan kadang-kadang meluaskan kegiatan mereka pada pencurian (stealing) dan pengrusakan (vandalism)
3. Masturbasi psikis; pencapaian orgasme melalu fantasi dan rangsangan audio-visual.

Sedangkan ahli psikologi lainnya, Caprio (1973), menggolongkan kegiatan masturbasi ke dalam 2 kelompok besar, yaitu :
1. Masturbasi yang normal, meliputi pembebasan psikologik ketegangan seksual pada masa anak-anak muda yang normal; dilakukan tidak berlebihan; masturbasi yang dilakukan oleh seseorang yang belum kawin; masturbasi yang dilakukan antar pasangan-pasangan suami-istri sebgai selingan dari intercourse yang konvensional
2. Masturbasi yang neurotic, meliputi masturbasi yang dilakukan terlalu banyak dan bersifat konvulsif; masturbasi antara pasangan-pasangan yang lebih menyukai cara ini daripada intercourse, masturbasi dengan gejala-gejala kecemasan, rasa salah/dosa yang amat sangat, masturbasi pemuasan yang berhubungan dengan penyimpangan seksual dan yang dapat diancam dipersalahkan oleh hukum.

Banyak Mitos
Agaknya masih banyak orang belum cukup mengerti tentang masturbasi. Padahal, banyak orang melakukannya. Yang pasti pula, banyak informasi salah yang beredar di masyarakat mengenai masturbasi. Memang banyak informasi yang salah tentang masturbasi, misalnya dapat menimbulkan berbagai akibat buruk. Agaknya informasi salah ini merupakan sebagian mitos tentang seks yang terus beredar di masyarakat sampai saat ini.

Pada abad XVIII terbit sebuah buku yang ditulis oleh Tissot dari Prancis, berjudul Onana. Di situ diuraikan beberapa macam penyakit yang timbul sebagai akibat masturbasi. Ternyata dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terbukti bahwa pendapat Tissot salah sama sekali.

Tidak benar masturbasi dapat menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan, termasuk sperma. Jadi, tidak ada gangguan kuantitas dan kualitas sperma yang disebabkan melakukan masturbasi. Memang, masturbasi yang dilakukan secara tergesa-gesa agar cepat mencapai ejakulasi dikhawatirkan dapat melatarbelakangi terjadinya ejakulasi dini pada pria. Sementara itu, kalau Anda terlalu sering melakukannya, tentu saja Anda akan merasa payah karena masturbasi. Sama seperti hubungan seksual, onani juga memerlukan energi.

Masturbasi adalah ungkapan seksualitas yang alami dan tidak berbahaya bagi pria dan wanita, dan cara yang sangat baik untuk mengalami kenikmatan seksual. Bahkan, beberapa pakar berpendapat bahwa masturbasi bisa meningkatkan kesehatan seksual karena meningkatkan pemahaman seseorang akan bagian-bagian tubuhnya dan dengan cara bagaimana memuaskannya, membangun rasa percaya diri dan sikap dapat memahami diri sendiri.

Dampak Terhadap Mentalitas
Impuls-impuls autoerotic (masturbasi) terdapat pada semua manusia. Perbedaannya hanya terletak pada bagaimana cara kita menyelesaikan dorongan-dorongan tersebut. Beberapa dari kita merepresikan dorongan tersebut untuk memuaskan dirinya, sementara yang lain mengekspresikan keinginannya untuk mendapatkan pemuasan seksual.

Salah satu dorongan manusia yang sering menyebabkan manusia mendapat kesulitan pribadi dan sosial adalah dorongan seksual, yang pada kenyataannya sering menghadapkan manusia kepada suatu keadaan yang mendesak dan sangat membujuk untuk memperoleh pemuasan seksual dengan segera. Adanya persoalan seksual pada individu dapat menyebabkan individu yang bersangkutan sering dihadapkan pada keadaan yang seolah-olah ada kecenderungan untuk jatuh ke tingkat yang immature atau infantil dan setiap usaha untuk bertingkah laku seksual yang matur terhambat karenanya.

Yang terjadi adalah, sumber kepuasan seksual yang penting ini oleh beberapa kalangan masih ditanggapi dengan rasa bersalah dan kecemasan karena ketidaktahuan mereka bahwa masturbasi adalah kegiatan yang aman, juga karena pengajaran agama berabad-abad yang menganggapnya sebagai kegiatan yang berdosa. Terlebih lagi, banyak di antara kita telah menerima pesan-pesan negatif dari para orang tua kita, atau pernah dihukum ketika tertangkap basah melakukan masturbasi saat kanak-kanak.

Pengaruh kumulatif dari kejadian-kejadian ini seringkali berwujud kebingungan dan rasa berdosa, yang juga seringkali sukar dipilah. Saat di mana masturbasi menjadi begitu berbahaya adalah ketika ia sudah merasuk jiwa (kompulsif). Masturbasi kompulsif – sebagaimana perilaku kejiwaan yang lain – adalah pertanda adanya masalah kejiwaan dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter jiwa.

Fase akhir jika masturbasi konfulsif tidak diselesaikan dengan tepat adalah munculnya fenomena sexual addicted, sebuah ketagihan akan kegiatan-kegiatan seksual. Secara fisik, masturbasi dapat menyebabkan kelecetan atau rusaknya mukosa dan jaringan lain dari organ genitalia yang bersangkutan, baik akibat penggunaan alat bantu masturbasi atau hanya dengan menggunakan tangan dan jemari.

Penelitian Kinsey di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa hampir semua pria dan tiga-perempat dari semua wanita melakukan masturbasi pada suatu waktu dalam hidup mereka. Penyelidikan Orebio mendapatkan bahwa 83% dari anak laki-laki dan 38% dari anak wanita melakukan masturbasi. Penyelidikan lainnya menunjukkan angka yang berbeda-beda pada setiap level umur responden, misalnya pada masa anak-anak (infantile sex play), adolescent, umur pertengahan dan kategori lainnya.

Sebagian besar pria yang melakukan masturbasi cenderung melakukannya lebih sering dibandingkan wanita, dan mereka cenderung menyatakan ‘selalu’ atau ‘biasanya’ mengalami orgasme ketika bermasturbasi (80 : 60). Ini adalah perilaku seksual yang paling umum nomor dua (setelah senggama), bahkan bagi mereka yang telah memiliki pasangan seksual tetap.

Menurut penelitian, mereka yang biasanya melakukan masturbasi berumur antara tiga belas hingga dua puluh tahun. Pada umumnya yang melakukan masturbasi adalah mereka yang belum kawin, menjanda, menduda atau orang-orang yang kesepian atau dalam pengasingan. Anak laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi daripada anak perempuan. Penyebabnya antara lain, pertama, nafsu seksual anak perempuan tidak datang melonjak dan eksplosit. Kedua, perhatian anak perempuan tidak tertuju kepada masalah senggama karena mimpi seksual dan mengeluarkan sperma (ihtilam) lebih banyak dialami laki-laki. Mimpi erotis yang menyebabkan orgasme pada perempuan terjadi jika perasaan itu telah dialaminya dalam keadaan terjaga.

Usaha-usaha pencegahan
1. Sikap dan pengertian orang tua
Pencegahan abnormalitas masturbasi sesungguhnya bias secara optimal diperankan oleh orang tua. Sikap dan reaksi yang tepat dari orang tua terhadap anaknya yang melakukan masturbasi sangat penting. Di samping itu, orang tua perlu memperhatikan kesehatan umum dari anak-anaknya juga kebersihan di sekitar daerah genitalia mereka. Orangb tua perlu mengawasi secara bijaksana hal-hal yang bersifat pornografis dan pornoaksi yang terpapar pada anak.

Menekankan kebiasaan masturbasi sebagai sebuah dosa dan pemberian hukuman hanya akan menyebabkan anak putus asa dan menghentikan usaha untuk mencontohnya. Sedangkan pengawasan yang bersifat terang-terangan akan menyebabkan sang anak lebih memusatkan perhatiannya pada kebiasaan ini; dan kebiasaan ini bias jadi akan menetap.

Orang tua perlu memberikan penjelasan seksual secara jujur, sederhana dan terus terang kepada anaknya pada saat-saat yang tepat berhubungan dengan perubahan-perubahan fisiologik seperti adanya ereksi, mulai adanya haid dan fenomena sexual sekunder lainnya.

Secara khusus, biasanya anak remaja melakukan masturbasi jika punya kesempatan melakukannya. Kesempatan itulah sebenarnya yang jadi persoalan utama. Agar tidak bermasturbasi, hendaklah dia (anak) jangan diberi kesempatan untuk melakukannya. Kalau bisa, hilangkan kesempatan itu. Masturbasi biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sunyi, sepi dan menyendiri. Maka, jangan biarkan anak untuk mendapatkan kesempatan menyepi sendiri. Usahakan agar dia tidak seorang diri dan tidak kesepian. Beri dia kesibukan dan pekerjaan menarik yang menyita seluruh perhatiannya, sehingga ia tidak teringat untuk pergi ke tempat sunyi dan melakukan masturbasi.

Selain itu, menciptakan suasana rumah tangga yang dapat mengangkat harga diri anak, hingga ia dapat merasakan harga dirinya. Hindarkan anak dari melihat, mendengar dan membaca buku-buku dan gambar-gambar porno. Suruhlah anak-anak berolah raga, khususnya olah raga bela diri, yang akan menyalurkan kelebihan energi tubuhnya. Atau membiasakan mereka aktif dalam organisasi kepemudaan dan keolahragaan.

2. Pendidikan seks
Sex education (pendidikan seks) sangat berguna dalam mencegah remaja pada kebiasaan masturbasi. Pendidikan seks dimaksudkan sebagai suatu proses yang seharusnya terus-menerus dilakukan sejak anak masih kecil. Pada permulaan sekolah diberikan sex information dengan cara terintegrasi dengan pelajaran-pelajaran lainnya, dimana diberikan penjelasan-penjelasan seksual yang sederhana dan informatif.

Pada tahap selanjutnya dapat dilanjutkan dengan diskusi-diskusi yag lebih bebas dan dipimpin oleh orang-orang yang bertanggung jawab dan menguasai bidangnya. Hal penting yang ingin dicapai dengan pendidikan seks adalah supaya anak ketika sampai pada usia adolescent telah mempunyai sikap yang tepat dan wajar terhadap seks.

Pengobatan
Biasanya anak-anak dengan kebiasaan masturbasi jarang dibawa ke dokter, kecuali kebiasaan ini sangat berlebihan. Masturbasi memerlukan pengobatan hanya apabila sudah ada gejala-gejala abnormal, bias berupa sikap yang tidak tepat dari orang tua yang telah banyak menimbulkan kecemasan, kegelisahan, ketakutan, perasaan bersalah/dosa, menarik diri atau adanya gangguan jiwa yang mendasari, seperti gangguan kepriadian neurosa, perversi maupun psikosa.
A. Farmakoterapi:
1. Pengobatan dengan estrogen (eastration)
Estrogen dapat mengontrol dorongan-dorongan seksual yang tadinya tidak
terkontrol menjadi lebih terkontrol. Arah keinginan seksual tidak diubah.
Diberikan peroral. Efek samping tersering adalah ginecomasti.
2. Pengobatan dengan neuroleptik
a. Phenothizine
Memperkecil dorongan sexual dan mengurangi kecemasan. Diberikan peroral.
b. Fluphenazine enanthate
Preparat modifikasi Phenothiazine. Dapat mengurangi dorongan sexual lebih
dari dua-pertiga kasus dan efeknya sangat cepat. Diberikan IM dosis 1cc 25
mg. Efektif untuk jangka waktu 2 pekan.
3. Pengobatan dengan transquilizer
Diazepam dan Lorazepam berguna untuk mengurangi gejala-gejalan kecemasan dan rasa takut. Perlu diberikan secara hati-hati karena dalam dosis besar dapat menghambat fungsi sexual secara menyeluruh. Pada umumnya obat-obat neuroleptik dan transquilizer berguna sebagai terapi adjuvant untuk pendekatan psikologik. 1, 10

B. Psikoterapi
Psikoterapi pada kebiasaan masturbasi mesti dilakukan dengan pendekatan yang cukup bijaksana, dapat menerima dengan tenang dan dengan sikap yang penuh pengertian terhadap keluhan penderita. Menciptakan suasana dimana penderita dapat menumpahkan semua masalahnya tanpa ditutup-tutupi merupakan tujuan awal psikoterapi.
Pada penderita yang datang hanya dengan keluhan masturbasi dan adanya sedikit kecemasan, tindakan yang diperlukan hanyalah meyakinkan penederita pada kenyataan yag sebenarnya dari masturbasi.

Pada kasus-kasus adolescent, kadang-kadang psikoterapi lebih kompleks dan memungkinkan dilakukan semacam interview sex education. Psikotherapi dapat pula dilakukan dengan pendekatan keagamaan dan keyakinan penderita.

C. Hypnoterapi
Self-hypnosis (auto-hypnosis) dapat diterapkan pada penderita dengan masturbasi kompulsif, yaitu dengan mengekspose pikiran bawah sadar penderita dengan anjuran-anjuran mencegah masturbasi.

D. Genital Mutilation (Sunnat)
Ini merupakan pendekatan yang tidak lazim dan jarang dianjurkan secara medis.Pada beberapa daerah dengan kebudayaan tertentu, dengan tujuan mengurangi/membatasi/meniadakan hasrat seksual seseorang, dilakukan mutilasi genital dengan model yang beraneka macam.

E. Menikah
Bagi remaja/adolescent yang sudah memiliki kesiapan untuk menikah dianjurkan untuk menyegerakan menikah untuk menghindari/mencegah terjadinya kebiasaan masturbasi.

Makin Muda, Makin Sering, Makin Baik
Beginilah kesimpulan peneliti Australia soal masturbasi: the more and the earlier, the better. Makin muda dan makin sering Anda melakukan masturbasi, makin besar peluang Anda mencegah kanker prostat di usia tua.

Tidak usah mahal-mahal membeli obat untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat. Anda tidak perlu mengeluarkan uang sesen-pun. Makin sering Anda melakukan masturbasi (lebih dikenal dengan sebutan onani) ?terutama di usia muda? akan memperkecil risiko Anda terkena kanker prostat. Demikian hasil temuan ahli Australia bernama Graham Giles dari Cancer Council Victoria di Melbourne.

Kesimpulan di atas dimuat di majalah New Scientist. Para peneliti tersebut melakukan riset terhadap 2.338 laki-laki Australia soal kebiasaan seks mereka dibandingkan risikonya terkena kanker prostat. Diantara jumlah tersebut, sebanyak 1.079 laki-laki sudah didiagnosis terkena kanker prostat.

Dalam laporan itu dituliskan: Makin sering Anda mendapatkan ejakulasi pada usia 20-50 tahun, makin kecil kemungkinan Anda terkena kanker prostat. Laki-laki yang melakukan masturbasi –dan mendapatkan ejakulasi– lebih dari 5 kali seminggu pada usia 20-an, peluangnya terkena kanker prostat berkurang sampai duapertiga, ketimbang laki-laki yang jarang-jarang melakukan onani.

Dalam penelitian itu, tidak dijelaskan secara gamblang mengapa masturbasi bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat. Hanya digambarkan makin sering Anda ejakulasi, memungkinkan saluran pengeluaran tidak tersumbat. Sekaligus membersihkan kelenjar kelamin dari penumpukan zat-zat yang dapat memicu kanker prostat.

Kanker prostat adalah kanker paling umum di kalangan laki-laki selewat usia 50 tahun dan menjadi pembunuh terbesar kedua di antara kanker-kanker yang menyerang laki-laki. Penyakit ini, telah menewaskan sekitar 500.000 laki-laki setiap tahun. Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, kecuali bila ada di antara keluarga Anda yang demikian. Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi dalam tahap dini.

Sumber: CBN

Agar SEKS Luar Biasa..
2- 2007

Hubungan seksual memang sesuatu yang sangat alamiah. Namun, kehidupan seksual yang berkualitas dan luar biasa memuaskan, butuh ramuan dari beberapa hal, seperti persepsi positif, kreativitas, serta stamina prima.

Kehidupan pasangan Ardi dan Emma boleh dikatakan bahagia. Melewati usia lima tahun pernikahan, mereka tetap rukun, serba kecukupan, dan telah pula dikarunia dua orang anak yang sehat. Hanya saja, hampir dua bulan belakangan mereka merasa adanya kemunduran dalam kehidupan seksual. Mereka sering merasa cepat lelah dan stamina merosot, sehingga gairah pun hilang.

Untuk mendapatkan kehidupan seksual yang luar biasa, tak cukup hanya dengan menjaga kebugaran atau kesehatan tubuh secara umum. Pasangan juga harus mampu berkreasi dalam banyak hal, mulai dari komunikasi, kesamaan persepsi dalam hal mencapai kepuasan seksual, serta perlu kecerdasan dalam memaknai hubungan tersebut.

“Seperti halnya pengetahuan lainnya, masalah seks juga harus dipelajari, baik itu dari kasus dan pengalaman orang lain, melalui buku atau pendapat dokter ahli. Itu membuat orang akan paham, termasuk dalam mencari solusi atas berbagai hambatan dalam hubungan seksual,” ungkap Dr. Nugroho Setiawan, Sp.And., androlog dari Klinik Grasia, Jakarta.

Harus Dipelajari

Sebuah penelitian tentang perilaku seksual menunjukkan, hubungan seksual yang benar dan berlangsung harmonis tidak dapat dicapai secara alamiah.
Hal itu harus dipelajari dan dibina bersama oleh pasangan. Tanpa usaha itu, seks hanya sekadar aktivitas di atas ranjang.

Selanjutnya hubungan itu pun rentan menjadi sebab terjadinya perselingkuhan dan perceraian. Karena itu, kreasi dan kecerdasan dalam hal seksual diperlukan untuk menekan risiko hubungan pasangan yang meluncur ke arah ketidakharmonisan.

Kecerdasan tak bisa dipisahkan dengan persepsi positif. Dalam hal ini pasangan dituntut untuk memiliki persepsi yang baik atas kehidupan seksual. Anggapan bahwa seks merupakan hal tabu harus dibuang jauh-jauh. Dengan pemikiran ini, baik perempuan maupun laki-laki dapat secara terbuka mengungkapkan hambatan atau ketidakpuasan dalam kegiatan intim mereka.

Kecerdasan dan kebugaran mental akan membawa mereka pada sikap tenang atau rileks saat mengomunikasikan gangguan tersebut. Sering kita dengar tentang letupan emosi atau kemarahan yang meledak, gara-gara kegagalan berhubungan seks. Cara seperti ini jelas tidak menawarkan solusi apa pun. Sebaliknya, cenderung mudah menimbulkan rasa bersalah pada salah satu pihak dan menyisakan konflik yang menganga.

Juga harus disadari bahwa perempuan boleh bersikap aktif dalam berhubungan seks. Tak cuma suami yang harus selalu memegang kendali atas kegiatan tersebut, sementara sang istri menjadi “patung”.

“Interaksi ini akan lebih baik jika dibangun atas keaktifan kedua belah pihak. Sikap aktif dan kenikmatan seksual atau orgasme bagi perempuan sama sekali bukan dosa. Jadi nikmatilah sesering Anda mampu,” ujar Dr. Nugroho.

Bila kenikmatan seksual hanya dirasakan oleh salah satu pihak, akan cepat menimbulkan kejenuhan. Tak hanya bagi pasangan yang telah lama menikah, tapi juga berisiko bagi pasangan baru.

“Pada pasangan lama, kejenuhan seksual terutama disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual,” tutur Prof. DR. Wimpie Pangkahila, Sp.And., FAACS., Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali ini. Supaya kontak seksual dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, perlu adanya kreativitas dari masing-masing pasangan ini.

Penyebab Mayoritas

Keluhan menyangkut kehidupan seksual pasangan suami-istri (pasutri) merupakan persoalan klasik.
Di tengah kehidupan modern saat ini, solusi untuk masalah itu tentu lebih beragam. Dalam memutuskan pemecahan masalah sebaiknya harus mempertimbangkan kebahagiaan kedua belah pihak.

Menurut Prof. Wimpie, seksualitas dalam perkawinan mempunyai empat dimensi, yaitu prokreasi, rekreasi, relasi, dan institusi. Prokreasi artinya menghasilkan keturunan atau generasi sebagai penerus. Rekreasi mengandung pengertian kesenangan, yang berhubungan dengan kenikmatan dan kepuasan seksual. Dan itu harus diusahakan bersama-sama.

Dimensi relasi berarti kehidupan seksual berfungsi sebagai pengikat yang akan lebih mempererat hubungan batin suami dan istri di dalam suatu institusi, yaitu lembaga perkawinan. Keempat dimensi ini dapat dicapai, jika tidak ada gangguan seksual dan reproduksi, baik di pihak laki-laki maupun perempuan.

Di dalam perkawinan, kehidupan seksual seseorang mengalami penyesuaian karena hadirnya orang lain, yaitu suami atau istri. “Suami atau istri tidak lagi hanya berkepentingan dengan seksualitas dirinya, tapi juga dengan pasangannya. Maka dia harus melakukan penyesuaian dengan seksualitas pasangannya. Tanpa itu, akan timbul masalah seksual,” sebut Prof. Wimpie.

Beberapa masalah yang dapat dialami pasutri antara lain, faktor fisik yang secara umum menjadi penyebab mayoritas penurunan kualitas hubungan seksual. Stamina dan kebugaran fisik memberikan efek langsung terhadap kesehatan tubuh secara utuh.

Masalah kebugaran fisik ini sering dipengaruhi oleh pertambahan usia, yang menyebabkan respon faali organ seks menurun. Sensitivitas susunan saraf melorot, dan kecepatan terangsang terhadap stimulasi (rangsangan) seksual pun menjadi lambat. Kondisi ini pada setiap orang tentu berbeda tingkatannya.

Konsumsi Gizi

Di usia muda, orang yang sehat tidak butuh waktu lama untuk terangsang dan siap berhubungan seks. Setelah usia menua, waktu yang diperlukan untuk terangsang menjadi lebih lama.
Berkurangnya kadar hormon testosteron pada pria dan estrogen pada perempuan, sering dinyatakan sebagai penyebab menurunnya gairah. Padahal, soal itu tidak berpengaruh negatif terhadap dorongan seks.

Pada perempuan, penurunan seks cenderung disebabkan oleh sindrom pasca menopause. Gejalanya, sering mengalami rasa gerah (hot flush), kulit dan vagina mengering, sulit tidur, kelelahan yang amat sangat, berkeringat di malam hari, dan cepat emosi.

Masalah lainnya yang mempengaruhi kehidupan seksual adalah perubahan mental, seperti menurunnya kepercayaan diri, depresi, gairah kerja merosot, vitalitas hidup menurun, putus asa, dan stres.

Kondisi ini dapat berasal dari lingkungan keluarga, masyarakat, atau lingkungan kerja. Ditambah lagi kondisi fisik yang semakin menurun, sehingga daya tahan terhadap kemampuan menanggulangi stres dan gangguan jiwa juga menurun.

Agar hal ini tidak terjadi, perlu dilakukan usaha secara terus-menerus. Di antaranya berolahraga teratur, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Olahraga secara teratur akan memperlancar peredaran darah dan membantu mengembalikan fungsi organ-organ seksual. Lebih dari itu, olahraga juga dapat mencegah berbagai penyakit yang mungkin akan mengganggu fungsi seksual.

Jika tubuh mulai merasa letih karena aktivitas atau pekerjaan, berikan waktu yang cukup untuk beristirahat. Sekaligus memberikan kesempatan tubuh untuk rileks dan membantu proses pengembalian stamina. Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang akan memastikan kecukupan pasokan protein, vitamin, mineral, dan sebagainya.

Keindahan kehidupan seksual memang sangat tergantung pada kesehatan fisik dan mental yang prima. Langkah yang perlu diambil adalah melatih mental, sosial, fisik, dan spiritual secara menyeluruh.

Seberapa Kuat Lelaki Orgasme! Why?
2- 2007

Anda termasuk lelaki multiorgasme? Itu lho lelaki yang dapat mencapai lima sampai enam kali ejakulasi dalam satu jam. Kok bisa sih? Begini kasus seperti ini bisa terjadi dalam tiga situasi berikut:

Pertama, setelah lama tidak berhubungan seksual, misalnya dua atau tiga bulan. Selang waktu istirahat refleks seksual menjadi pendek. Setelah ejakulasi, ereksi dapat terjadi lagi dalam waktu lima menit. Meskipun demikian ini adalah situasi yang jarang terjadi.

Kedua, dalam kondisi rangsangan seksual yang kuat, bisa saja terjadi ereksi lagi dan ejakulasi terjadi beberapa kali dalam satu jam. Ketika berhubungan seks pertama kalinya atau dengan perempuan yang sangat menggairahkan, biasanya kemampuan ejakulasi lelaki berkembang secara signifikan. Ini juga akan menghilang seiring dengan waktu ketika tingkat kenikmatan seksual dan situasi mulai menjadi seperti biasa.
Ketiga, kerja orgasme lelaki yang sensasional adalah sesuatu yang paling sering digunakan, yakni harapan lelaki yang lebih tinggi pada organ genitalnya ketimbang fungsinya. Struktur rentan ini dikontrol oleh mekanisme kompleks yang berorientasi pada kualitas, bukan kuantitas.

Senggama bukanlah perlombaan. Bagi lelaki yang senang bersaing di dalam semua bidang kehidupan, sulit menerima seks apa adanya. Misalnya, Anda bersenggama dua kali seminggu dan masing-masing mencapai ejakulasi satu kali. Dengan membandingkannya, Anda merasa kurang. Anda tidak menyadari bahwa kehidupan seksual Anda sebenarnya normal dan wajar. Jadi, persoalannya adalah kepercayaan.
Melebihi semua usaha manusia, seksualitas lelaki adalah permainan kepercayaan. Aturannya adalah, “Kalau menurut Anda mampu, Anda pasti bisa”. Ereksi mudah hilang karena keributan yang tiba-tiba, kata-kata sindiran, bahkan tatapan penolakan dapat menghancurkan semuanya.

Ini salah satu aspek paling memalukan dan tidak menyenangkan. Sembilan puluh lima persen alat kelamin lelaki bereksi secara baik justru pada saat tidak dibutuhkan. Kalau dipikir lebih jauh, organ seakan-akan takut berhadapan dengan genital perempuan. Ketakutan dan kemampuan sama-sama persoalan penting bagi ereksi organ lelaki.

Sumber:rileks.com

Apa Itu Kondom Wanita?
2- 2007

Baru-baru ini, diluncurkan perkenalan kondom wanita (female condom) untuk mendukung kebijakan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong penggunaan kondom yang lebih luas dalam hubungan seks berisiko, metode pencegahan yang di kontrol oleh perempuan.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional H. Aburizal Bakrie meluncurkan kondom perempuan (Female Condom) sebagai bagian dari strategi penanggulangan HIV/AIDS dan mendorong penggunaan kondom yang lebih luas di setiap hubungan seks yang berisiko, pada hari ini bersamaan dengan pembukaan Pertemuan Nasional HIV dan AIDS ke-3 hari ini. Sementara, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH menjelaskan bahwa peluncuran kondom perempuan ini didasarkan atas kenyataan bahwa angka penggunaan kondom yang masih relatif rendah dalam hubungan seks yang berisiko dan diperburuk dengan fakta bahwa banyak pria yang sering melakukan hubungan seks berganti pasangan enggan untuk menggunakan kondom sehingga meningkatkan risiko pasangannya tertular HIV.

Kondom wanita ini akan tersedia di pasar dalam waktu satu bulan ke depan. Peluncuran kondom perempuan ini didasarkan atas kenyataan bahwa angka penggunaan kondom yang masih relatif rendah dalam hubungan seks yang berisiko adanya fakta bahwa banyak pria yang sering melakukan hubungan seks berganti pasangan enggan untuk menggunakan kondom sehingga meningkatkan risiko pasangannya tertular HIV.

Dengan metode pencegahan yang bisa di kontrol oleh perempuan (female control method) ini, kita bisa mencegah lebih banyak lagi kasus HIV baru yang disebabkan oleh hubungan seks yang tidak aman. Dengan metode ini, perempuan bisa mengambil alih kontrol dan memastikan hubungan seks berlangsung lebih aman, karena dalam penggunaan kondom pria, laki-laki yang biasanya menjadi penentu apakah hubungan seks ini bisa berlangsung aman atau tidak.

Menurut konsultan kondom perempuan Caroline Maposhere dari Zimbabwe, selain efektif mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS). “Selain itu, kondom perempuan ini bisa digunakan beberapa jam sebelum berhubungan seks, dan tidak seperti kondom pria yang hanya bisa digunakan sekali, kondom perempuan bisa digunakan beberapa kali,” Jelas Caroline.

Produk Kondom Perempuan yang diluncurkan adalah produk yang dipasarkan oleh DKT Indonesia dan akan segera beredar dalam waktu 1 bulan diberbagai apotik-apotik terdekat. Kondom tersebut berbahan dasar Latex ini diimpor langsung dari India dan mempunyai busa/spons yang tertutup untuk menyerap sperma. Panjang Kondom ini 17cm dengan diameter 6,6 – 7 cm dan untuk mencegah bersarangnya penyakit, kondom ini juga mempunyai daerah segitiga yang elastis dan fleksibel. Sebelumnya kondom perempuan ini telah di uji coba di Papua dan Jakarta dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di Jakarta uji coba dilakukan terhadap Pekerja Seks Komersil di kawasan Rawa Bebek dan Ibu Rumah Tangga.

Sudah saatnya kaum pria tahu, bahwa kemauan untuk mencegah penyakit menular seksual itu sangat tinggi di pihak kaum wanita. Mereka tidak mau petualangan Anda menyebabkan hilangnya nyawa mereka karena HIV.

Sumber: CBN

Pria DE Perlu Didukung Pasangannya
2- 2007

Disfungsi ereksi atau DE memiliki efek yang sangat berarti bagi hidup seorang pria, termasuk dalam relasi dengan pasangannya. Bahkan, hal ini juga memengaruhi kehidupan seksual pasangannya. Namun, situasi ini sering tidak terkomunikasikan.

Kegagalan komunikasi ini tentu saja bakal memengaruhi hubungan selanjutnya. Di lain sisi, penanganan DE juga menuntut adanya komunikasi dengari dokter yang ahli di bidangnya. Jadi, dalam hal ini penanganan DE mengandaikan adanya trias komunikasi, dengan pasangan, partner, dan sang dokter.

Pengalaman si wanita bisa jadi memengaruhi penanganan maupun pengobatan DE si laki-laki. Para dokter sebaiknya sadar bahwa perhatian si wanita terhadap pasangannya yang menderita DE merupakan potensi yang berarti.

Sebuah penelitian menunjukkan, DE memiliki efek negatif pada pengalaman seksual wanita. Penggunaan terapi PDE5 inhibitor (obat yang digunakan untuk mengembalikan fungsi ereksi) pada pria DE dapat mengurangi efek tersebut. Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan partner atas penanganan DE dapat dipengaruhi dengan perubahan fungsi seksual sesuai pengalaman si wanita.

Demikian diungkapkan Prof. Aksam A. Yassin, MD, Ph.D, EdD FEBU, guru besar urologi dan seksualitas manusia dari Segeberger Kliniken, Jerman, dalam simposium internasional di bidang kedokteran seksual yang baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Asosiasi Seksologi Indonesia dan Universitas Hang Tuah, Surabaya.

Seminar yang berlangsung di Hotel Hyatt Regency Surabaya bertajuk Better Sexual Life For Best Quality of Life selama lima hari itu menghadirkan pembicara dari berbagai negara, antara lain Jerman, Singapura, Australia, Taiwan, Austria, Korea, dan tentu saja Indonesia. Ratusan dokter, yakni dokter umum, spesialis andrologi, kandungan atau ginekologi, urologi, ahli hormonal, endokrinologi, kesehatan jiwa dan jantung maupun psikolog, hadir dalam kesempatan ini.

Selanjutnya Prof. Yassin yang berdarah Siria ini menambahkan, penelitian atas kepuasan partner dan kualitas hidup merupakan penelitian prospektif yang cukup unik karena mengeksplorasi perkembangan fungsi ereksi dan berkembangnya kualitas hidup seksual pada pasien pria dan pasangannya. Penelitian juga menunjukkan bahwa Levitra secara berarti memperbaiki DE dan fungsi seksual pada pria DE.

Secara klinis, perubahan penting teramati dalam kualitas hidup seksual pria DE dengan pasangannya dan kepuasan atas penanganan yang dijalani bersama. Dalam penelitian juga terungkap bahwa kualitas hidup seksual pria DE dengan pasangannya membaik cukup berarti dibanding saat DE mulai dirasakan.

Selain pemaparan dari Prof. Yassin, ada puluhan tema lain yang disajikan dalam kongres ini. Yang paling menarik adalah paparan mengenai pentingnya testosteron pada pria di atas usia 50 tahun untuk berbagai keluhan, semisal hilangnya hasrat seksual, mengecilnya otot, meningkatnya lemak tubuh, depresi, anemia, dan pengeroposan tulang.

Testosteron yang pada usia ini tidak lagi diproduksi dalam jumlah memadai dapat diberikan dengan cara injeksi yang dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan. Hasilnya, kualitas hidup akan kembali seperti semula, meski tidak sebaik saat masih muda.
Sumber: Senior

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: