MAULANA ALI AHMAD

Sexually Frustated

In MAULANA ALI AHMAD on Februari 10, 2008 at 4:29 am

Sexually Frustated
2- 2008

Malam itu terasa agak panas namun dapat disejukkan dengan dinginnya AC yang terdapat di ruang tamu. Niken, seorang wanita berusia 28 tahun mengeluh kepada Asti, sahabatnya tentang permasalahan rumah tangganya di ruang tamu tersebut. Niken menceritakan dirinya akhir-akhir ini tidak pernah mengalami orgasme saat berhubungan dengan Erwin, sang suami yang seorang pekerja kantoran berusia 30 tahun.

“Bagaimana mau orgasme, baru sebentar saja sudah selesai,” ujar Niken kesal. “Kalau pulang dari kantor tiap hari kerjanya marah-marah terus, gampang banget tersinggungnya,” tambah Niken kepada Asti. Apalagi ditambah dengan gelagat Erwin yang kadang terlihat malas untuk melakukan hubungan seks. Niken merasa seakan-akan ‘bermain’ sendirian dan tidak mencapai kepuasan yang diinginkan.

Memang, mungkin usia pernikahan mereka masih tergolong cukup muda dan masih ingin mendambakan suasana romantis dan kepuasan secara seksual. Namun, apa boleh dikata, Erwin yang mengalami kelelahan fisik dan pikiran ini berimbas pada suasana kehidupan seksual mereka yang berubah menjadi kurang harmonis. Pekerjaan kantor akhir-akhir ini begitu menumpuk sehingga membuat pikiran Erwin cukup stres.

Masalah di atas adalah beberapa contoh gangguan hubungan seksual yang sering terjadi di kehidupan berumah tangga. Tidak sedikit pasangan suami-istri yang mempunyai masalah dalam hubungan seksual tetapi enggan untuk bercerita langsung kepada pasangannya. Sebenarnya banyak gangguan hubungan seksual yang dapat diatasi bersama dengan pasangan, karena tidak semua gangguan fungsi seksual disebabkan oleh faktor fisik, tetapi dapat pula disebabkan oleh faktor psikis.

Peran istri menjadi sangat berarti untuk mengatasi gangguan fungsi seksual yang dialami oleh suami. Penjelasan di bawah ini akan membahas tentang gangguan fungsi seksual, khususnya gangguan fungsi seksual yang sering dialami oleh kaum pria.

Dr. Nugroho, seorang seksolog yang berpraktek di RS Fatmawati ini juga mengatakan hal yang sama. “Salah satunya adalah stres yang dialami oleh para kaum pria mungkin karena pekerjaan di kantor, kemacetan lalu lintas atau yang menyebabkan ketegangan lainnya”, ujar Dr. Nugroho. Bila istri ikut stres, akan menambah beban pikiran suaminya. Setelah itu timbul lah rasa rendah diri yang berlebihan. Misalnya istri gajinya lebih besar, atau selalu memandang rendah suaminya.

Ini akan mengakibatkan sakit hati atau tersinggung sehingga terbawa terus dalam pikiran. Tersinggung juga bisa disebabkan oleh kata-kata atau perlakuan istri. Misalnya istri mengatakan kok ‘burung’ suaminya kecil, kok ini, kok itu dan sebagainya, sehingga suaminya ‘tersinggung’ dan tidak bisa ereksi lagi.

Istri yang cerewet juga bisa membuat suami kesal. Jika ini terus-menerus berlangsung maka akan timbul cemas dan rasa takut. Hal ini sering juga terjadi pada pasangan yang setelah pernikahannya berjalan satu tahun belum mempunyai keturunan lalu memeriksakan dirinya ke dokter. Dokternya kemudian mengatakan bahwa dia mandul, sehingga mempengaruhi pikirannya. Kemudian muncul rasa takut dan akhirnya bisa juga menyebabkan impoten karena stres.

Selain itu, stres juga mengakibatkan rasa lelah. Hal ini bisa juga menyebabkan penis kurang bergairah dan loyo. Dalam hal ini peranan istri sangat besar artinya di samping perlunya berkonsultasi ke psikolog maupun ke psikiater atau dokter ahli jiwa. Satu hal penting yang harus diingat dalam menyelesaikan masalah ini adalah keterbukaan antara kedua belah pihak. “Jangan ada yang ditutupi, sehingga psikolog atau psikiater yang membantu menanganinya tidak mengalami kesulitan”, tambah dokter yang berkacamata ini.

Orang yang hidup di kota besar identik dengan stres, baik itu karena pekerjaan, kemacetan ataupun permasalahan lainnya. “Stres yang dibiarkan berlarut-larut tidak hanya mengganggu kesehatan jiwa, tetapi juga sudah terbukti pada penurunan gairah dan fungsi seksual,” tegasnya. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita berbenturan pada berbagai macam bentuk tekanan atau stres. Tekanan terjadi apabila unsur-unsur yang mendesak dalam kehidupan seakan-akan melebihi kapasitas diri untuk menanganinya.

Tekanan yang sederhana boleh menjadi suatu bentuk dorongan yang kuat. Ia dapat menolong tubuh untuk bekerja dengan baik dan membantu pada kesehatan mental. Tekanan luar biasa yang berpanjangan merupakan sesuatu yang merisaukan. Hal ini mempunyai kesan-kesan psikologi yang negatif. Ini akan membawa kepada beberapa penyakit seperti ulser perut, tekanan darah tinggi dan migrain. Jika tidak dirawat, tekanan yang dihadapi akan membuat orang merasa tidak berdaya dan berguna.

Cara menangani tekanan yang dihadapi amat penting dalam menentukan kesehatan mental dan fisik. Justru itu, amat penting untuk mengenali gejala-gejala yang berkaitan dengan tekanan dan memikirkan kaedah atau sistem terbaik yang bersesuaian dengan diri untuk mengurangi tekanan. Pola makan juga harus seimbang. Tidak perlu makan makanan yang spesial karena bisa menjadi tidak sehat karena tidak seimbang.

Selain itu pasangan harus tahu bagaimana melakukan hubungan seksual yang baik karena terkadang ketidakseimbangan kepuasan seksual salah satu pasangan juga membuat disfungsi seksual terhadap pasangan. “Yang paling penting adalah keterbukaan pada pasangannya karena ini menyangkut masalah seksualitas jika tidak maka pasangan tidak akan pernah tahu apa yang kita inginkan,” tambah Dr. Nugroho.

Hal yang perlu diketahui tentang Disfungsi Seksual

Gangguan fungsi seksual adalah gangguan pada salah satu atau lebih aspek fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual dapat terjadi pada dorongan seksual, reaksi organ kelamin terhadap rangsangan sampai pada orgasme sebagai puncak reaksi seksual.

Pada dasarnya gangguan fungsi seksual disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Penyebab fisik dapat berupa kelainan lokal pada organ kelamin maupun karena suatu penyakit sistemik. Sedangkan penyebab psikis adalah hal-hal kejiwaan yang mengurangi atau menghilangkan reaksi seksual pada seseorang.

Gangguan fungsi seksual dapat diatasi sesuai dengan penyebabnya, apakah fisik atau psikis. Bila penyebabnya psikis maka diatasi dengan konseling seksual, dan bila penyebabnya fisik diobati dengan obat-obatan, terapi nutrisi dan penggunaan alat Bantu.

Ada penderita yang dapat sembuh dengan satu jenis terapi namun ada pula yang memerlukan kombinasi beberapa terapi untuk mendapatkan kesembuhan yang optimal. Keberhasilan terapi sangat bergantung dari jenis disfungsi seksual, penyebabnya, lama terjadinya dan faktor penyulit lain.

Baik wanita maupun pria dapat mengalami penurunan atau kehilangan dorongan seksual/gairah seksual. Sering terkesan gangguan seksual lebih umum dialami oleh wanita padahal banyak pula pria yang mengalami masalah tersebut.

Ada dua jenis hilangnya dorongan seksual, yaitu primer dan sekunder. Yang dimaksud hilangnya dorongan seksual primer adalah bila tidak ada dorongan seksual sejak semula. Sedangkan sekunder bila pria mengalami kehilangan dorongan seksual, padahal sebelumnya normal.

Hilangnya dorongan seksual ini dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun psikis. Penyebab psikis antara lain perasaan bersalah karena telah berselingkuh, stres berkepanjangan, dan pengalaman seksual yang tidak menyenangkan seperti pernah diperkosa pada waktu kecil. Sedangkan penyebab fisik yang dapat menyebabkan hilangnya dorongan seksual antara lain gangguan hormon atau menurunnya kadar hormon testosteron dan hormon tiroid, kepayahan yang berlebihan seperti pada penyakit hati, penyakit jantung, penyakit ginjal dan penyakit paru, konsumsi obat penenang dan narkotik.

Sebagian orang menghabiskan sangat banyak waktu untuk bekerja. Bagi mereka seolah-olah hidup hanya untuk bekerja, sehingga bekerja bukan hanya sebagai kebutuhan untuk menunjang hidup. Bagi kelompok ini, gila kerja atau workaholic telah menjadi suatu gaya hidup sehingga merasa sangat terganggu bila tidak sibuk bekerja. Gaya hidup gila kerja mendatangkan lebih banyak stres daripada gaya hidup yang menyeimbangkan antara kesibukan kerja dengan kesantaian istirahat.

Dengan tenggelam dalam kesibukan kerja yang terus-menerus tanpa relaksasi, berbagai bentuk stres akan dialami, baik stres fisik maupun stres psikis. Berbagai macam masalah akan menjadi stressor bagi mereka yang workaholic. Gangguan fungsi seksual ini diperberat oleh tertekannya dorongan seksual yang terjadi karena kelelahan fisik dan psikis. Di pihak lain, sebagian wanita juga terperangkap dalam workaholic. Sama dengan pria, wanita yang gila kerja juga mengalami stres fisik dan psikis. Gangguan seksual juga dialami oleh wanita yang gila kerja, yaitu berupa hilangnya dorongan seksual dan hambatan orgasme.

Seringkali gila kerja juga sampai mengganggu irama hidup sehingga menjadi tidak teratur. Waktu tidur dan makan menjadi terganggu sehingga mengakibatkan fungsi berbagai organ tubuh terganggu. Pada akhirnya fungsi seksual menjadi semakin terganggu.

Untuk menghindari gangguan fungsi seksual, maka gaya hidup haruslah suatu gaya hidup yang sehat. Menjauhkan diri dari gaya hidup tidak sehat dan sia-sia merupakan suatu cara untuk menghindarkan diri dari berbagai macam gangguan fisik dan psikis yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi seksual.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: